Kabar Terkini

Hélène Grimaud di Singapura


Lupakan sejenak kabut asap yang menerpa Singapura. Akhir pekan lalu, Singapura kedatangan seorang tamu istimewa: Hélène Grimaud, seorang pianis Perancis nan jelita. Selama dua hari, 9 dan 10 Oktober, Grimaud didaulat untuk bermain dalam konser bertajuk Hélène Grimaud Plays Ravel di Victoria Concert Hall, diiringi oleh Singapore Symphony Orchestra (SSO) dengan John Nelson sebagai pengaba. Repertoire-nya apalagi kalau bukan salah satu konserto piano paling populer, Piano Concerto in G major karya Maurice Ravel. Selain itu, SSO juga memainkan Le Tombeau de Couperin, dengan dua buah karya Mozart sebagai pembuka dan penutup konser.

IMG_1877

Konser malam itu dibuka dengan bagian 1 dan 2 dari lima bagian musik balet dari opera Idomeneo karya Mozart. Opera tersebut dibuat saat Mozart masih berusia 25 tahun, dengan libretto berdasarkan naskah libretis Perancis, Antoine Danchet. Tema awal bagian pertamanya juga disadur dari opera Iphigénie en Aulide karya Gluck, komponis yang “besar” di Perancis. Sepertinya karya ini dipilih untuk menghembuskan sedikit aroma Perancis, menyiapkan suasana bagi sajian utama.

Seperempat jam berlalu, yang ditunggu pun tiba. Dengan busana serba putih, Grimaud memasuki panggung. Tanpa berlama-lama, konserto yang sarat dengan unsur jazz itu dimulai. Meskipun bagian pertama penuh dengan not blues serta ritme dan harmoni jazz, Grimaud tidak berusaha untuk menonjolkan ke-jazz-an karya itu. Ia memilih pendekatan personal, ada sensitivitas dalam interpretasinya, tanpa kehilangan esensi dari karya tersebut. Memang, karya tersebut diciptakan Ravel dalam periode ketika ia sedang mengadakan tur di Amerika Serikat, dan perjumpaannya dengan George Gershwin tentu memberi pengaruh terhadap musiknya.

Bagian kedua diawali dengan permainan piano solo Grimaud. Sebuah melodi panjang sederhana yang seakan mampu menghentikan waktu. Dan ketika flute masuk, disusul oboe dan klarinet, keindahan benar-benar mewujud malam itu. Seksi gesek pun sangat suportif, dapat menjadi landasan yang empuk bagi melodi-melodi di atasnya. Tema awal piano kemudian diulang, kali ini oleh cor anglais, sementara Grimaud memainkan konfigurasi nada-nada bagaikan untaian salju yang sedang turun perlahan. Ringan, terus bergerak tanpa jeda, diakhiri dengan trill panjang yang halus dan kemudian menghilang.

Bagian ketiga kembali menghentak dengan unsur jazz, kali ini ditambah dengan atmosfer sirkus, dansa, dan parade. Di sini Grimaud bermain lebih ritmis, karena memang ketepatan-saat dengan orkes sangat dituntut pada bagian ini. Namun, tetap saja Grimaud terlihat rileks sambil sesekali bertukar pandang dengan Nelson. Disuguhi penampilan yang brilian, penonton memberi tepuk tangan tanpa henti sepanjang tiga menit, memaksa mereka memainkan kembali bagian tersebut sebagai encore.

Setelah jeda, SSO membawakan Le Tombeau de Couperin karya Ravel. SSO mampu membawakan karya empat bagian ini—Prelude, Forlane, Menuet, Rigaudon—dengan sangat baik, mampu melepaskan penonton dari cengkeraman imaji akan Hélène Grimaud yang memukau sebelumnya. John Nelson pun tampil luar biasa, mampu mengeluarkan semua karakter suara yang ia mau dengan tangannya tanpa baton. Terlihat ia benar-benar menguasai repertoire-nya dan juga menguasai orkes yang ia pimpin. SSO juga tampil lepas, bermain tanpa tekanan di panggung yang telah menjadi markasnya sejak tahun 1979 itu.

Penampilan SSO benar-benar maksimal di penghujung malam itu saat membawakan Symphony No. 39 karya Mozart. Dalam simfoni ini, Mozart mengganti oboe dengan dua klarinet, instrumen yang tidak biasa digunakan masa itu. Simfoni ini dibuka dengan ritme not bertitik khas French overture zaman Barok, semakin mengisyaratkan bahwa malam itu adalah malam Perancis. Bagian finale yang semarak hanya dengan bermodalkan rangkaian tangganada naik dan turun dalam berbagai progresi akor mengingatkan kita kembali mengapa Mozart disebut sebagai seorang jenius. Dan eksekusi yang luar biasa dari SSO di bawah arahan John Nelson membuat malam itu ditutup dengan meriah. (tim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: