Kabar Terkini

Akhir Gergiev di London Symphony Orchestra


‘Gergiev: The Man of the Theatre’ adalah tajuk dari rangkaian tur bersejarah London Symphony Orchestra untuk menutup kepemimpinan Valery Gergiev, konduktor utama London Symphony Orchestra (LSO) sejak tahun 2007 lalu. Dan pertunjukannya di Barbican Centre Hall, London adalah rangkaian pembuka dari penutup kepemimpinannya di salah satu orkestra terbaik di dunia saat ini.

Malam ini orkestra tertua di London dan dengan manajemen dipimpin oleh musisi-musisinya sendiri tampil dengan sangat berwarna dan berenergi dipimpin konduktor utama mereka 8 tahun terakhir. Yang mencengangkan adalah bagaimana LSO tampil seakan begitu intim dan lekat dengan musik juga dengan penonton yang memadati pusat kebudayaan di tepi distrik finansial London yang diresmikan tahun 1982 ini. Sebagai orkestra tuan rumah, tampak bagaimana orkestra berusia 106 tahun ini mampu meniadakan jarak dengan penonton di auditorium berkapasitas 1,943 orang ini, seakan berbicara empat mata dengan setiap penontonnya. Memang relasi sebuah orkestra dengan konduktor utama dan markas utamanya tidak bisa dibohongi, chemistry seakan jadi bagian dari kualitas yang menggerakkan malam itu.

Konser hari ini bersentral pada karya-karya abad 20 dari Eropa Timur, sebuah tema yang selalu dekat dengan sang konduktor Gergiev yang juga menjabat sebagai direktur umum dan artistik direktur dari Teater Mariinsky di St. Petersburg, Rusia yang menangani produksi, musik, balet dan operasional harian. Ia juga adalah direktur artistik berbagai festival di Eropa, yang menjadikannya salah satu musisi dengan jadwal tersibuk di dunia.

Sebagai pembuka, Gergiev membuka konser dengan karya Béla Bartók ‘The Miraculous Mandarin — Concert Version’ yang ditulis komponis ini di tahun 1918 hingga 1924. Dalam karya awal yang ditulis untuk panggung teater di Hungaria oleh penulis Menyhért Lengyel ini namun kemudian diubah untuk ballet, LSO terdengar intim namun terkesan sangar dan geram. Seksi tiup logam bermain dengan sangat gegap dan membahana. Ledakan-ledakan seakan mengisi karya ini dalam iregularitasnya namun kaya dengan semangat dan kekuatan, Permainan duo klarinet menggoda berbalas dengan permainan trompet yang memekakkan yang secara mengherankan dapat dibalas dengan bertenaga juga oleh seksi gesek yang piawai dan ketelitian seksi perkusi yang hidup.

‘Chant du rossignol (Song of the Nightingale)’ karya komponis Rusia Igor Stravinsky dimainkan juga malam itu, sebagai bagian yang seharusnya menjadi pembanding di babak pertama dengan karya Bartók yang menandakan peralihan dalam khasanah musik. Iregularitas menjadi ciri khas Stravinsky yang menulis untuk balet produksi Sergei Diaghilev yang eksentrik dan meretas batas kala itu. Sayangnya orkestra di bawah Gergiev bermain lambat dan sedikit merebut nyawa musiknya. Namun demikian seksi tiup kayu bermain dengan cemerlang dan beragam warna untuk menirukan kisah suara burung bulbul yang digantikan oleh burung mesin yang menyebabkan si raja pemilik burung ini jatuh sakit karena tidak lagi mendengar merdunya suara si bulbul.

Dimensi lain dari Bartók ditampilkan di babak kedua, Concerto for the Orchestra yang ditulis tahun 1943-1944 ketika Perang Dunia II berkecamuk dan ia terasingkan dari negaranya sendiri dan harus bekerja di Amerika Serikat sembari didera leukimia. Karya konserto ini adalah beberapa karya monumental dari Bartok sebelum ia meninggal dunia di tahun 1945. Bekerja sebagai seorang etnomusikolog yang mengumpulkan musik-musik rakyat, Bartok yang mulai kehilangan semangat hidup, tetap bekerja untuk mengumpulkan musik-musik rakyat, menuliskannya dalam notasi dan menjadikannya dokumentasi yang penting. Meskipun tidak menghasilkan secara ekonomi dan seakan menanti mati, ia tetap berpegang teguh pada prinsip untuk terus bekerja.

Namun demikian di sinilah terdengar warna yang berbeda dari karya komposisinya yang ditulis 30 tahun sebelumnya yang seakan terdengar intrusif. LSO mampu menghadirkan kesenduan dan juga kehangatan dari karya ini dengan alunan nada yang empuk membuai. Bartok pun mengisi karya ini dengan mosaik lagu rakyat yang berhasil ia kumpulkan dan menjadikan karyanya ini bernafaskan Amerika seperti yang sesekali ringan dan ramah. LSO dan Gergiev tampak mengambil waktu dan menjaga interpretasi dengan baik, hingga seakan nada yang dimainkan bersinar keemasan dan kembali merekah. Nyatanya walaupun dalam kesenduan dan kesulitan untuk berkayar, Bartók tetap mampu menghadirkan musik yang penuh pengharapan dan kemurahan hati.

Sambutan pun membahana meriah, dan ketua LSO pun mengucapkan selamat tinggal pada konduktor Gergiev secara resmi. Meskipun banyak yang mengritiknya sebagai konduktor yang tidak banyak mengubah wajah LSO akibat kesibukannya yang luar biasa, dapat dikatakan mungkin ini juga yang diinginkan oleh komite pemilihan LSO untuk memilih konduktor utama yang tidak banyak mengubah imprint dari orkestra yang paling kerap direkam di dunia ini, namun memiliki magnet yang luar biasa. LSO pun di bawah kepemimpinannya banyak bertualang di khasanah Eropa Timur dan Tengah yang sebelumnya tidak terlalu dijamah orkestra London ini.

Gergiev tetap mendapat sambutan berdiri yang meriah dari para penonton, 5 kali dipanggil lewat tepuk tangan oleh para penonton. Satu buah encore dari Brahms dibawakan yang kembali menegaskan signifikansi lewat karya Hungarian Dance no.5. Konser semalam menjadi sebuah peristiwa berakhirnya kepemimpinan Valery Gergiev, tusuk giginya dan teknik pengabaannya yang khas di London Symphony Orchestra, sebuah bagian dari sejarah.LSO Gergiev2

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: