Kabar Terkini

Mozart dan Strauss Terjahit Leipzig


Wolfgang Amadeus Mozart dan Richard Strauss adalah dua komponis yang disajikan di minggu ini di Barbican Centre Concert Hall, namun sepertinya tidak memiliki relasi yang lekat satu dengan yang lain. Mozart kelahiran 1755 sedang Strauss 1864, beda hampir satu abad. Namun ada satu benang merah, yakni mereka berdua disatukan lewat sejarah panjang Leipzig Gewandhausorchester yang pada hari Selasa ini memulai residensinya di pusat kebudayaan kota London ini selama seminggu.

Leipzig Gewandhausorchester adalah orkestra tertua di dunia yang kini masih aktif dan bergeliat dan bahkan tergolong salah satu yang terbaik di dunia. Sejarahnya selama lebih dari 250 tahun yang menyatukan Mozart dan Strauss, yang keduanya pernah menulis musik, tampil dan bermain bersama orkestra yang sebelumnya bernama Leipzig Gewandhaus and Theatre Orchestra. Malam ini membawa sejarah yang begitu panjang, orkes yang pernah dipimpin oleh Beethoven, Mendelssohn, Nikisch, Furtwängler, dan banyak musisi legendaris ini membawakan dua karya Strauss yang mengapit karya Mozart di tengah. Bertindak sebagai pengaba malam ini Richardo Chailly yang telah memegang jabatan kapelmeister sejak tahun 2005.

Presisi dan kecermatan bermain menjadi ciri disiplin yang terutama di orkes ini sejak frase pertama dimainkan. Sedari semula, penonton dapat merasakan ketepatan permainan orkestra besar dengan kekuatan penuh ini bermain bagaikan ketepatan jam swiss yang ternama. Namun demikian, ternyata kecermatan itu secara cerdik tidak melunturkan ekspresivitas yang tetap terbuka lebar. Sebagai orkestra yang berasal dari Jerman dengan akar tradisi yang kuat,  karakter utama orkestra sebagai sebuah kesatuan terasa lekat dan tidak memperkenankan diri terbuai oleh lantunan musik yang memabukkan. Sungguh, karya Strauss Don Juan Op.20 menjadi sangat menarik dan punya keunikan tutur tersendiri.

Leipzig3Maria João Pires semalam tampil sebagai solois yang mempesona. Lewat repertoar Mozart yang menjadi andalannya, setiap denting piano terasa hangat berkilauan. Nada seakan berbuih dari instrumen dalam rupa bola kenyal keemasan yang memikat, kualitas nada terbangun dengan seksama dan memberikan kedalaman yang berbeda. Ibu berusia 71 tahun ini memang salah satu ikon interpretasi untuk karya piano Mozart, dan menghafal hampir seluruh karya konserto piano Mozart di luar kepala, termasuk karya konserto piano terakhir karya komponis besar ini: Piano Concerto no.27 K.585. Orkes pun tampil dalam format yang lebih kecil mampu memberikan dukungan dan dialog yang tepat di antara pianis dan orkestra dan mampu mengetengahkan Pires sebagai bintang tamu malam itu.

Melihat sang konduktor Richardo Chailly cukup menarik. Relasinya dan ketepatannya memimpin mampu menarik suara yang beragam dari orkestra ini. Pria asal Italia yang menjadi kapelmeister ke-19 dari sepanjang sejarah orkes ini, memimpin denganteknik tongkat yang fleksibel. Gerakannya pada karya Strauss yang berfokus pada sapuan besar dan penuh geliat kemudian berbalas dengan gerakan yang sama sekali berbeda untuk karya Mozart yang ringkas dan ekonomis. Semuanya menghasilkan kualitas suara yang berbeda dan cocok untuk masing-masing karakter karya.

Orkes kemudian tampil dengan kekuatan penuh 101 orang pemain hadir di atas panggung untuk menuntaskan karya Ein Heldenleben yang digubah Strauss tahun 1898. Permainan biola concertmaster, Frank-Michael Erben, mengafirmasi kemampuannya sebagai seorang pemimpin seksi gesek yang patut disegani. Penghayatannya akan karya tone poem (symphonic poem) patut diacungi jempol, dan eksekusi Leipzig Gewandhausorchester memang tidak dapat dipertanyakan lagi. Karya ini serasa megah dan mampu menyedot perhatian para penonton yang memadati pusat kebudayaan ini. Orkes terdengar dan terlihat bertenaga dan kompak. Menarik bagaimana orkestra ini mampu menciptakan sinkronisasi dalam insinkronisasi dan menyesuaikan diri, menjadikannya lebih cair dan menunjukkan kuatnya tradisi permainan orkes dan karakter yang mengakar.

Memang sebuah tradisi dan peninggalan legacy mampu menjadi titik pembeda dari sebuah orkestra. Malam ini Leipzig membuktikan bagaimana akar yang kuat menjadi hal yang dapat dirayakan bersama selama seminggu ke depan di Barbican Centre. Mozart dan Strauss, dua hal yang berbeda namun direkatkan lewat kefasihan musik dan sejarah dari Leipzig Gewandhaus Orchestra ini.

Leipzig2

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: