Kabar Terkini

Mengapa A Musical Promenade Kukuh Berbahasa Indonesia?


Tidak terasa A Musical Promenade akan masuk usia satu windu dalam sebulan. Delapan tahun tidak pernah jadi waktu yang pendek. Beberapa pihak mendorong saya untuk menulis lebih banyak dalam bahasa Inggris di blog ini untuk menjangkau pembaca yang lebih luas. Tapi dengan menyesal saya menolak ide tersebut? Mengapa?

Menulis musik dan seni dalam Bahasa Inggris memang terkesan lebih menjanjikan. Di tahun pertama dan kedua, saya ketika itu cukup aktif menulis dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris dalam media ini. Dan ketika saya memutuskan berhenti menulis dalam bahasa Inggris, beberapa pihak ada yang mengatakan bahwa itu adalah kemunduran.

Memang, apabila ingin dikatakan bahwa dari sisi pembaca, A Musical Promenade mendapat pukulan yang cukup telak dengan tidak lagi menulis artikel berbahasa Inggris, dengan surut dan semakin tuanya tulisan berbahasa Inggris di Google, artikel tersebut perlahan tidak lagi menjadi andalan akses utama ke blog ini. A Musical Promenade pun kehilangan lebih dari 60% lalu lintas pembaca.

Namun menulis dalam bahasa Indonesia adalah sebuah keputusan bagi saya dan blog ini, meskipun masih menyandang namanya yang berbahasa Inggris. Tulisan musik dan seni dalam bahasa Inggris sudah sedemikian banyak, menjamur di mana-mana dan hanya sebatas ketikan di atas papan ketik dan memencet tombol search. Namun tulisan berbahasa Indonesia? Itu yang sulit untuk didapat. Selain jumlahnya yang sedikit di dunia daring, topik musik seni pun bukan topik yang lazim di Indonesia.

Banyak yang berpikir akan lebih keren dan ‘go international‘ dengan berbahasa Inggris namun sebenarnya lupa bahwa dengan melakukan hal tersebut, kita sebenarnya melupakan pemikiran seni dan budaya yang seharusnya bisa dicapai lebih dari 200 juta bangsa Indonesia yang lebih memilih untuk berbahasa dengan bahasa nasional ini dibandingkan dengan berbahasa asing. Dan hampir 90% orang-orang ini pun telah menganggap bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua di luar bahasa ibu masing-masing. Menulis dalam bahasa Inggris tentang seni dan budaya berarti perlahan melupakan pentingnya akses dan keterlibatan lebih banyak orang Indonesia dalam seni dan budaya.

Bersyukur sebenarnya selama tahun ini banyak kontributor yang bergabung menyumbang pikiran dan tulisan, dan tidak sedikit pula yang mengecap pendidikan seni mereka di luar negeri. Beberapa bertanya apakah boleh mereka menulis dalam bahasa Inggris di mana mereka lebih fasih untuk mengungkapkan pendapat? Saya tidak melarang mereka untuk menulis berbahasa Inggirs, tapi saya menganjurkan agar mereka menggunakan Bahasa Indonesia dengan alasan aksesibilitas ini. Kini saya berterimakasih dan apresiatif sekali mereka memilih untuk mengungkapkan pendapat dalam bahasa Indonesia meskipun perlu berusaha sedikit lebih keras.

Kini di A Musical Promenade, masing-masing kami pun bersedia membantu proses berpikir penulis lain, karena kami pun telah mengalami hal yang serupa. Dari yang tidak pernah menulis, harus menulis, yang tidak nyaman berbahasa Indonesia, jadi harus berbahasa Indonesia. Namun dengan demikian kami menyadari pula bahwa dengan menulis musik seni dan budaya dalam berbahasa Indonesia, kami telah sedikit berkontribusi untuk negeri ini.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

6 Comments on Mengapa A Musical Promenade Kukuh Berbahasa Indonesia?

  1. Hidup bahasa ibu pertiwi!!

    Jadi apakah ada niatan untuk merubah judul jejaring ini ke bahasa Indonesia? atau tetap mempertahankan “merk” jejaring?

  2. Salah satu perwujudan bela negara

  3. Mungkin merk akan tetap bertahan…๐Ÿ™‚ tapi konten akan diutamakan terus berbahasa Indonesia…. Salam!

  4. Hazim Suhadi // 29 Oktober 2015 pukul 10:54 am //

    Haha, awalnya aku ketakutan pas diajak berkontribusi secara kemampuan bhs Indonesiaku agak gimana gitu… tapi beryukur bgt setelah memaksa diri untuk menguntai kata-kata dengan baik dan benar, aku jadi semakin lebih pede menulis dalam bhs Indonesia. Makasih byk Michael sudah memberikan kesempatan yang amat istimewa ini๐Ÿ™‚

  5. Senang sekali Hazim menikmati prosesnya… Dan tulisanmu selalu boom… Heheheini yang baru juga booming sepertinya…

  6. Hazim Suhadi // 29 Oktober 2015 pukul 11:01 pm //

    Aduh booming. Kebetulan aja banyak yang baca karena high-profile event gitu. Hehe macacih ya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: