Kabar Terkini

Ketika Barisan Cello Menggesek Bersama


Alih-alih seluruh orkestra yang turun, kali ini 8 orang pemain cello yang turun meramaikan panggung, sebuah hal yang tidak acap kali kita saksikan. Sore ini Philharmonia Orchestra menampilkan kepiawaian para instrumentalisnya lewat resital pendek musik kamar dengan nama Philharmonia Chamber Players di atas panggung markas mereka Royal Festival Hall.

Cello adalah salah satu instrumen keluarga biola yang cukup populer. Rentang nadanya yang berkisar di suara yang rendah namun mampu melengking tinggi menjadikannya sebagai barisan suara tenor dalam keluarga instrumen gesek barat. Diletakkan di antara kedua kaki, instrumen gesek ini menyiratkan warna suara yang unik dan juga hangat.

Dibuka dengan Prelude dari opera karya Richard Wagner, Tristan und Isolde yang diaransemen untuk delapan cello, resital ini dibawa dalam arah yang unik. Menarik adalah bagaimana karya ini berubah setelah diaransemen untuk cello. Permainan karakter yang luas lewat permainan dinamika dan elemen orkestrasi akhirnya terkesan lebih sederhana dikarenakan penggunaan satu jenis instrumen yang seragam sehingga para pemain harus bekerja ekstra keras untuk mengurai karakter dan warna dari permainan mereka. Kedelapan pemain yang dipimpin oleh prinsipal seksi cello Philharmonia Orchestra Timothy Walden membawakan karya tonggak musik romantik ini dengan penuh penghayatan dan arah meskipun terbatas karena bentuk aransemennya.

Berikutnya irama yang lekat dengan musik rakyat dan gaya berbiola tradisional (fiddling) kini dimainkan oleh saudara tuanya, cello. Karya komponis dan juga cellis muda Richard Birchall dengan judul Viral mengarahkan quartet cello, saling berbalas dalam iringan yang minimalis berulang, namun dipenuhi dengan letup-letup gairah muda. Di bagian tengah frase berulang dari cello yang dipetik menyajikan suasana yang halus namun ditimpali aksentuasi dari pemain yang lain. Desah pun berbalas. Dalam barisan ini para pemain muda dari cello Philharmonia yang turun bermain.

Karya ketiga menjadi tantangan tersendiri bagi cello 1 yang dimainkan oleh Walden yang masuk ke ruangan bersama rekan-rekannya untuk membawakan aransemen 4 cello dari karya Paganini Introduction & Variations on ‘Dal tuo stellato soglio’ dari Opera Rossini Mose. Sebagai sebuah variasi dari sebuah potongan lagu, Paganini mengkonsepsi karya ini sebagai sebuah karya biola. Dikenal sebagai seorang virtuoso biola, Paganini melahirkan variasi-variasi yang hebat dan cemerlang di biola, namun sungguh penuh dengan lompatan-lompatan sulit dan besar di cello. Tiga buah cello lain berfungsi sebagai pengiring sedah Walden berlelompatan mengeksekusi karya yang tidak mudah ini, terlebih dengan tempo yang cukup mengalir yang dipilih pada malam itu. Alhasil karya ini menjadi ajang Walden memamerkan kefasihannya dalam bermain cello yang sebagian besar memang dieksekusi dengan baik dan teatrikal walaupun masih menyisakan pekerjaan rumah teknis yang memang tidak mudah.

Di malam Jumat ini, sebelum masuk ke sajian penutup, penonton diboyong masuk ke suasana latin lewat aransemen sebuah lagu dari artis Peru Chabuca Granda ‘Fina Estampa’ yang dimainkan oleh delapan cello. Karen Stephenson memimpin rekan-rekannya, Eric Villminey, Richard Birchall, Maria Zachariadou, Anne Baker, Deidre Cooper, Ella Rundle dan Walden memainkan aransemen yang mungil cantik ini dengan penuh kelembutan dan mengutamakan kerja sama di antara para pemain ini yang disajikan secara apik.

Sebagai penutup karya Hector Villa-Lobos asal Brazil yang khas untuk delapan cello dimainkan, Bachianas Brasileiras, No.5. Dengan kharisma yang segar disertai kemampuannya memproyeksi setiap kata dengan jelas dan musikal namun tetap ringkas dan intim, soprano Lauren Fagan hadir menyanyikan karya berbahasa Portugis ini dengan seluruh barisan cello sebagai pengiring yang bekerja sama mendukung vokalis malam itu yang menunaikan tugas dengan sempurna. Kolaborasi sembilan musisi ini memenuhi Royal Festival Hall yang besar namun diisi 300 pengunjung saja, memberikan sedikit cahaya karakter akustik dari gedung konser yang tergolong kering namun menyisakan kilau di beberapa sudutnya yang tersinari oleh olah vokal Fagan yang kini menimba ilmu dalam Young Artist Programme di Royal Opera House.

Sebuah sajian yang unik dari barisan cello Philharmonia Chamber Players malam ini, sebuah sajian pendek cuma-cuma yang menghibur penduduk London di malam hari yang menyudahi hari Kamis yang dirundung kelabu. Namun beruntung, suara cello yang hangat menjadi teman di senja kala itu.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: