Kabar Terkini

Ketika Mozart Menyapa Bandung


Pekan ini jiwa Wolfgang Amadeus Mozart memenuhi kota Bandung. Festival Mozart yang dihadirkan oleh Classicorp Indonesia berlangsung dari tanggal 9 November 2015 sampai dengan 14 November 2015 mencakup aneka ragam konser dan diakhiri lomba untuk pianis-pianis muda. Rangkaian ini diawali dengan konser pertama yakni Klavier Abend di Auditorium IFI Bandung. Piano adalah instrumen yang dikuasai Mozart sejak masih berusia tiga tahun. Dengan 18 buah sonata untuk piano, 16 Variasi, 4 Fantasy, 3 Rondo, dan berbagai karya pendek lainnya, total pilihan komposisi Mozart untuk para pianis sangatlah banyak.

Program pertama Mozartfest dibuka dengan Sonata di Bb Mayor KV 570 yang dimainkan secara yakin oleh Narenda Pradana Nugroho. Fantasy di D Minor KV 397 kemudian dibawakan dengan aura serius oleh Brian Chandra. Narenda dan Brian dua-dua nya adalah pianis muda yang belum berusia 20, namun mereka mempresentasikan karya nya dengan baik di panggung.
img_5752-0 Victor Hugo Barajas, pianis dari Mexico yang sedang menjalani program pertukaran pelajar di UPI Bandung, menutup sesi pertama dengan Sonata di F Mayor KV 533. Sonata ini dibawakan oleh Victor dengan interpretasi manis dan artikulasi yang efektif. Sesi dua dilanjuti dengan Sonata di D Mayor KV 576 yang ditampilkan oleh Diana Iskandar. Sonata ini merupakan salah satu dari 6 sonata yang ditulis oleh Mozart untuk Putri Friederike dari Prussia pada tahun 1789. Banyak yang berpendapat bahwa Sonata KV 576 ini adalah salah satu sonata Mozart yang paling sulit untuk dibawakan karena tingkat virtuosity yang hampir menyerupai sebuah concerto. Diana Iskandar, Lulusan dari Lasalle College of the Arts, sempat beberapa kali menggelengkan kepalanya ketika jarinya sedang bertempur. Mungkin sebenarnya penonton tidak akan tahu apa-apa jika saja sang pemain tidak menunjukkan kesalahannya.

IMG_5756
Andante dan Variasi di G Mayor KV 501 adalah duet untuk empat tangan, dimainkan oleh Marsella Wiratma dan Mutia Dharma. Hubungan Wolfgang dengan Nannerl, kakak perempuannya, sangat erat. Tentunya mereka sering bermain duet bersama karena Nannerl pun seorang pianis yang pawai.
Malam Piano ditutup dengan Nesca Alma yang memainkan Sonata di A Minor KV 310. Nesca berhasil meyakinkan penonton dengan interpretasinya yang gagah. Hampir semua pianis yang tampil di pembukaan festival ini adalah didikan Iswargia Soedarno, pedagog ternama sekaligus direktur Jakarta Conservatory of Music. Sang guru pun hadir memberi semangat kepada murid-muridnya.

Klavier Abend ini diikuti oleh dua konser lagi yaitu String Along dan Night at the Opera. Terimakasih kepada Classicorp Indonesia yang menghadirkan semangat berMozart di Bandung.

About airinefferin (8 Articles)
"exuberant and spoiled, childish and childlike, kind and cruel, enquiring but pig-headed, hardworking and generous but conceited and determined to be center stage"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: