Kabar Terkini

“Dia Membuat Legenda dari Hal Biasa…”


“…sedangkan aku, aku membuat hal biasa dari legenda.” Demikian yang ditulis Peter Shaffer di Amadeus, bukunya mengenai sang komponis jenius Wolfgang Amadeus Mozart. Rangkaian konser dalam Mozartfest yang diselenggarakan Classicorp Indonesia berakhir dengan “A Night at the Opera” pada Rabu 11 November 2015 di Auditorium IFI Bandung. Konser ini menampilkan kehidupan karakter-karakter biasa yang dilegendakan lewat musik daripada seorang Mozart.


17 aria favorit ditampilkan secara memikat oleh Ingrid Patricia, Valentina Anggie Maharani, Adi Nugroho, Daniel Victor, dan Ega O. Azarya. Sepanjang malam pianis Daniel Alexander seorang diri menyediakan iringan piano yang berperan sebagai pengganti orkestra.

Sesi pertama terdiri dari berbagai solo yang dibawakan dengan teknik vokal yang terlatih dan baik. Bagian-bagian virtuosic untuk vokal dieksekusi dengan tepat oleh para soprano Inggrid dan Valentina.  Sayang sekali akting di panggung dan pendalaman karakter masih bisa diselami lagi. Opera menuntut kesatuan dari vokal dan akting yang seimbang, didukung oleh kostum yang sesuai dan direksi panggung yang menyeluruh dari awal sampai akhir. Sebagai contoh, gaun indah yang dikenakan Inggrid kurang mendukung peran Despina yang adalah maid dan Zerlina yang adalah gadis dari kalangan rakyat jelata.

Warna tenor Daniel Victor dan Adi Nugroho kurang tajam, sehingga efeknya kurang terang ketika dibandingkan dengan Inggrid dan Valentina. Kesatuan akting serta teknik vokal yang paling menonjol di sesi pertama dihadirkan oleh Ega O. Azarya sebagai Leporello dari Don Giovani dan Figaro dari Le nozze di Figaro. Penampilan Ega membuat para penonton dapat memahami — dan terlebih penting lagi — bersimpati kepada karakter yang sedang diperankannya.


Sesi kedua menampilkan aneka duet, trio, dan ditutup quintet dari Cosi Fan Tutte yang efektif menghadirkan semua penyanyi di panggung. Menjadi momen yang spesial ketika Inggrid dan Valentina pertama bernyanyi dalam harmoni di duet Sull’aria dari Le Nozze di Figaro. Harmoni suara yang benar-benar “kawin” ditampilkan secara konsisten dari tiap penyanyi, pastinya karena mereka sudah berpengalaman bernyanyi bersama di PSM UNPAR.

Duet yang paling berkesan dibawakan oleh Daniel sebagai Papageno si penangkap burung dan Valentina sebagai Papagena, belahan jiwanya. Kisah cinta mereka diwarnai dengan komedi yang mengena kepada penonton. “Saya baru pertama menonton opera, dan walaupun ceritanya kurang jelas, namun secara keseluruhan terkesan..sexy.” Hal ini diakui Hamzah, seorang penonton, sambil tersenyum.

Memang yang disayangkan adalah narasi daripada pembawa acara kurang jelas, dan di handout pun tidak ada guide mengenai kisah yang sedang diceritakan. Hal ini membuat penonton kurang dapat mengerti konteks tiap-tiap adegannya.

Meskipun demikian, konser terakhir Mozartfest ini menjadi pengenalan yang baik kepada dunia opera dan juga kepada pribadi seorang Mozart yang penuh perasaan. Opera adalah format yang paling dicintai Wolfgang, dan melalui operalah jiwanya bernyanyi kepada para penonton. Terimakasih sekali lagi kepada Classicorp Indonesia dan semua pemusik, penyanyi, dan penonton Mozartfest 2015!

About airinefferin (8 Articles)
"exuberant and spoiled, childish and childlike, kind and cruel, enquiring but pig-headed, hardworking and generous but conceited and determined to be center stage"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: