Kabar Terkini

Melodi yang Implisit, Kupasan Gamelan Jawa dari Perlman


Marc Perlman mencari esensi dari musik Jawa yang ia pelajari. Mempelajari karawitan Jawa di masa mudanya di California, AS. Menyelesaikan doktoratnya di Wesleyan University, petulangan etnomusikolog ini dalam mencari esensi permainan gamelan membawanya pada konsep melodi yang tidak dimainkan yang menjadi ciri khas gamelan Jawa.

Marc Perlman yang sempat menimba ilmu karawitan di Jawa Tengah bertemu dengan tiga orang guru yang berpengaruh pada dirinya: Sumarsam, Rahayu Supanggah dan Suhardi yang masing-masing mempengaruhi cara berpikirnya akan teori pada gending Jawa. Perlman juga mengacukan banyak bagian dari tulisannya dengan konsep yang ditelurkan oleh Ki Marto Pangrawit, salah satu tokoh dalam berkembangnya teori dalam gamelan.

Dalam tulisannya “Unplayed Melodies: Javanese Gamelan and the Genesis of Music Theory“, etnomusikolog ini kemudian menggali esensi balungan dan peranannya dalam konsep garap dan bagaimana garap bisa berbeda namun merujuk pada karya yang sama. Perlman kemudian mencoba mencari intisari dari konsep melodi dalam gending yang berbeda dengan konsep yang baku pada gamelan. Perlman juga meluangkan waktu untuk mengkaji asal muasal balungan dan iregularitas yang terjadi dalam proses penggarapan balungan oleh para musisi.

Perlman kemudian menggunakan kacamata ketiga gurunya: Suhardi, Sumarsam dan Supanggah untuk menjelaskan pemikiran tentang melodi yang misterius dalam gamelan yang heterofonik. Ia juga menjelajah benturan-benturan ide dari ketiga maestro yang masing-masing adalah cendekiawan musik tradisi yang mencoba menggali ilmu implisit tradisinya dan membagikannya dalam kacamata kecendekiaan barat. Ya, ketiga pengrawit senior ini adalah ilmuwan dan etnomusikolog yang terpandang di dunia karawitan Jawa baik di dalam dan di luar negeri yang menelurkan pemikiran yang menjadi acuan banyak etnomusikolog barat akan gamelan.

Gaya penulisan Perlman yang akrab memberikan telaah mendalam dari seorang barat akan filosofi Jawa yang melekat pada gamelan. Tuturnya yang lugas juga didukung dengan kisah-kisah pengalaman personalnya yang tercurah di dalam buku, selain juga dengan analisis yang tajam. Baginya, pembahasan melodi yang tidak termainkan namun dapat didengarkan di dalam hati pengrawit adalah sebuah perjalanan mengupas lahirnya proses teori musik gamelan di mana pengetahuan implisit berpadu dengan gaya eksplisit barat, sebuah pendekatan yang lekat dengan sentuhan musisi gamelan dengan etnomusikolog barat. Benturan budaya dan nilai dalam kepakaran akademis dengan menarik disajikan dan ketiga ide dibandingkan satu dengan yang lain. Perlman pun menghindari penulisan komparatif sehingga penulisannya pun deskriptif dan tidak memaksakan nilai musik barat ke dalam gending Jawa.

Yang pasti Marc Perlman dengan buku ini telah menciptakan sebuah diskursus yang menarik akan gending Jawa, sebuah buku yang dapat dinikmati oleh seorang pemula gamelan maupun teoris dan etnomusikolog yang ingin menggali pengetahuan tentang musik yang indah dan penuh misteri ini.

Judul buku: Unplayed Melodies: Javanese Gamelan and the Genesis of Music Theory
Penulis: Marc Perlman
Penerbit: University of California Press
Tahun: 2004

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: