Kabar Terkini

Untuk Kemanusiaan


Kontributor A Musical Promenade Airin bertanya ketika peristiwa Paris terjadi, “Ko Mike, posting sesuatu tentang tragedi di Paris dong, ngeri banget!”. Jujur, ketika itu hampir 3 jam setelah kejadian saya berpikir apa yang bisa saya ungkapkan ketika tragedi itu terjadi. Pun salah satu tempat kejadian adalah di Bataclan Arts Centre di mana memakan korban paling banyak hingga 80 orang. Ketika itu konser sedang berlangsung dikabarkan ada penyanderaan, lalu ditembaki penonton berhamburan keluar, beberapa bergelantungan di railing jendela di atas ketinggian 15 meter menghindari tembakan.

Berpuluh-puluh kawan kemudian menunjukkan tanda berkabung lewat tulisan dan gambar di media sosial. Beberapa mengungkapkan doa mereka bagi para korban. Namun dalam hati saya juga bertanya, kejahatan kemanusiaan telah banyak terjadi, manusia telah jadi korban, di Prancis, di Syria, di Amerika, di Iraq, di Indonesia bahkan, dan apa yang bisa seni dan media seni musik seperti A Musical Promenade lakukan. Apakah kejadian ini lebih spesial dari kejahatan kemanusiaan yang dilakukan dan bahkan diacuhkan berlarut-larut, bertahun-tahun?

Kejadian di Paris bisa jadi berbeda, ketika ini di salah satu tempat kejadian orang-orang sedang menikmati musik dan kemudian diserang dan menemui ajal. Namun bagi saya semuanya adalah kejahatan bagi kemanusiaan. Dan ketika saya bertanya, apa yang bisa seni lakukan?

Seorang pianis Jerman melakukan ini sebagai tanda solidaritasnya. Dan apa yang dilakukannya menghibur banyak pihak baik yang menyaksikan langsung maupun dari media. Namun di pikiran tetap berkecamuk, apa yang bisa seni lakukan? Apakah seni hanya akan dapat memberi sedikit penghiburan dan mungkin pelepasan dan mengalihkan kekhawatiran?

Tapi nyatanya, kejahatan kemanusiaan di manapun, Prancis, Syria dan banyak negara lain adalah sebuah hal yang terkutuk. Ribuan orang berbondong meninggalkan kampung halaman di Syria untuk mencari tempat berteduh yang aman, ribuan warga sipil juga kehilangan nyawa. Demikian juga ketakutan dan mungkin sedikit amarah berkecamuk di kepala banyak orang di Prancis dan juga termasuk di Inggris. Bahkan hal tersebut menjalar pada para pelajar Indonesia yang sedang menuntut ilmu di London. Ketakutan akan kejahatan dan juga cap jelek yang mungkin dialamatkan kepada mereka pun nyata.

Hingga kini, saya tidak dapat menjawab apakah peran seni di tengah kondisi kemanusiaan yang seperti ini. Seni mungkin dalam situasi ini hanya bisa berekspresi mengutarakan solidaritas, mampu menciptakan ketenangan dan menghibur, mungkin seni bisa memberi perspektif berbeda akan tragedi kemanusiaan yang terjadi di mana-mana.

Namun sejauh yang saya pikir, seni tidak dapat mengubah kemanusiaan. Manusialah yang harus berbenah karena seni tidak dapat dapat mengubah manusia, dan kemanusiaan akan tetap berdiri di sana bergerak sejalan dengan manusianya.

Untuk itu, saat ini saya tidak akan berteriak untuk Paris ataupun untuk Siria, juga bukan untuk Palestina, atau untuk Indonesia. Peristiwa ini tidak lebih spesial dari kejahatan kemanusiaan yang lain.

Kemanusiaan membutuhkan lebih dari seni dan musik untuk menahirkan permasalahannya.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: