Kabar Terkini

Musim Natal Telah Tiba!


PSM UNPAR membuka musim Natal di Bandung dengan rangkaian A Christmas Blessing pada Kamis malam tanggal 26 November 2015 di Aula Gamaliel, GKI Anugerah. Di bawah pengaba Daniel Victor dan diiringi pianis Daniel Alexander serta Anselmus Angga, PSM Unpar membawakan berbagai genre lagu dari Bach sampai John Rutter.
Konser ini dibuka oleh “Christmas” Cantata BWV 142 yang ditulis oleh Js Bach ketika dia menjabat sebagai concertmaster di Weimar, dimana salah satu tuntutannya adalah menulis satu cantata setiap bulan. Tentunya cantata ini mengambil text mengenai kelahiran Kristus : Uns ist ein Kind geboren – For us a child is born. Kebersihan suara para korister terdengar ketika setiap melisma dibawakan dengan rapi dan jelas. Tiap individu aman dengan bagiannya, sehingga tidak ada yang menyeret section nya atau kur nya secara keseluruhan.

Demikian pula For Unto Us, salah satu chorus favorit dari Messiah karya Handel dibawakan dengan jernih, sehingga tekstur polifoni khas zaman barok terkesan transparan. The People that Walked in Darkness dibawakan oleh solis bass Kadek Ari Ananda dengan kegelapan suara yang pas. Sesi satu ditutup dengan rangkaian Magnificat D 486 karya Schubert. Penonton merasa kagum pada standar tinggi yang ditunjukkan para penyanyi PSM Unpar, namun sayang sekali sukacita daripada berita bahagia Natal kurang terasa.

Sesi dua diawali dengan O Magnum Mysterium, salah satu lagu Natal terindah yang ditulis Morten Lauridsen. Keindahan harmoni Lauridsen terdengar jelas ketika dinyanyikan oleh PSM Unpar. Sayang nya ada bebera tempat yang artikulasi nya tidak bersamaan. Hal ini tidak dapat disembunyikan berhubung lagunya acapella.

Lagu-lagu lain di sesi dua cukup menarik dan lebih mudah dinikmati pendengar awam karena merupakan aransemen lagu-lagu Natal yang populer. “Favorit saya adalah Go, Tell it on the Mountain, karena greget nya paling dapat,” ucap Zein, salah seorang penonton yang hadir. A Christmas Blessing karya Stopford yang menjadi tema malam ini kurang terasa kehangatannya, mungkin dikarenakan para penyanyi tidak terbiasa dengan akustik ruangan yang tidak reflektif.

Jesus Child dan All Bells in Paradise karya John Rutter bisa dibawakan dengan lebih lepas dan santai oleh sang pengaba, Daniel Victor. Gaya conductingnya jelas dan mudah diikuti, namun terkadang agak kaku. Konser ditutup dengan aransemen The First Noel yang meriah oleh Camp Kirkland. Disoraki penonton yang masih belum rela berpisah dengan paduan suara favorit mereka, PSM Unpar pun menjawab dengan dengan encore medley lagu-lagu Natal yang berdurasi 12 menit. Agak panjang untuk sebuah encore, namun fans PSM Unpar tampak bahagia.

Selamat memulai perayaan musim Natal kepada semua penyanyi, pendengar, dan pembaca Musical Promenade!

About airinefferin (8 Articles)
"exuberant and spoiled, childish and childlike, kind and cruel, enquiring but pig-headed, hardworking and generous but conceited and determined to be center stage"

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: