Kabar Terkini

Orkestra Mahasiswa Melibas Bebas


Sebagaimana banyak kampus lain di Inggris yang menawarkan jurusan musik, King’s College memiliki 2 buah orkestra mahasiswa di sekolahnya. Satu adalah orkestra mahasiswa musik, yang lain adalah orkestra mahasiswa kampus yang terbuka untuk umum. Di Minggu malam kemarin, giliran orkes mahasiswa swadaya kampus yang mengadakan konser di Great Hall, King’s College London kampus Strand.

Sebagai sebuah orkestra mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa musik maupun non musik, orkestra ini mewajibkan audisi bagi para anggotanya dan dilatih dengan cukup berat. Bilamana tidak, dalam konser penutup periode ajar kemarin, tiga buah karya yang tergolong menantang untuk sebuah konser, terlebih untuk sebuah orkestra amatir yakni karya Aaron Copland ‘Appalachian Spring’ sebagai karya pembuka, Rachmaninoff Piano Concerto no.2 dalam C minor sebagai sajian di babak pertama dan ditutup dengan gejolak Tchaikovsky Symphony no.4 op.36 dalam F minor.

Appalachian Spring karya Copland yang ditulis untuk sebuah ballet membuka konser. Sebagai sebuah karya yang penuh warna dan imajinasi namun tetap dengan intrikasi dan kerumitan teknis di dalamnya, pilihan karya ini adalah pilihan yang berani. Pun orkestra pun menunjukkan kematangannya dalam menggarap karya dan memiliki fokus yang baik sekalipun konduktor asisten Matthew O’Keefe yang adalah lulusan muda kampus bersangkutan tampak mengalami tekanan mental dalam memimpin orkestra ini. Memang secara teknis karya ini tidaklah mudah untuk seorang konduktor yang harus mengimbangi ketepatan aba-aba dan juga garapan musikal yang mendetail. Namun beruntung orkestra mampu melewati rintangan ini dengan paripurna, bukti kekompakan orkestra ini.

Berikutnya giliran direktur musik orkes kampus ini, Jonathan Wu, yang bergantian memimpin orkestra. Berkolaborasi dengan pianis JongSun Woo, mereka melahap konserto piano karya Rachmaninoff yang ternama ini. Dengan tingkat kesulitan yang tinggi, JongSun Woo tampak bagai lokomotif yang melibas bagian-bagian sulit dari konserto yang megah namun membuai ini. JongSun Woo membuktikan diri sebagai pianis yang handal berstamina. Orkestra di bawah dirigen muda kelahiran 1987 ini pun serentak bagai mendapat nyawa baru, terlebih dengan energi Jonathan yang berusia 27 tahun ini yang meletup-letup. Rangkaian kalimat menyanyi dengan indah dengan proyeksi yang penuh dan bulat.

Babak kedua dengan Symphony no.4 yang ditulis tahun 1877-1878 oleh Tchaikovsky dimainkan dengan greget, meskipun terlihat bahwa orkestra ini pun sedikit menjaga stamina untuk memastikan mereka menyelesaikan simfoni berdurasi 45 menit ini dengan baik dan mencapai puncaknya. Namun demikian, melihat bahwa setiap elemen musikal tersampaikan dengan baik, musik pun menggelora. Tema trompet yang memekakkan bagai sangkakala akhir zaman dimainkan dan menjadikan simfoni ini berjuluk ‘Takdir’ dan menjadi pendahulu karya monumental Tchaikovsky untuk balet seperti ‘Swan Lake’.

Secara umum, senang melihat berbagai mahasiswa dari berbagai latar belakang bermain bersama di orkestra kampus, pun dengan repertoir yang sama sekali tidak mudah yang dibungkus dengan drama dan tarian ini. Walaupun secara umum dapat bagian-bagian yang sehalus beludru dapat digarap lebih agar dapat lebih cemerlang sembari mempertahankan kelembutannya, terlihat bagaimana level orkestra mahasiswa yang dipimpin oleh concertmaster Claudia Moore-Gillon ini melibas mahakarya. Sebuah pemandangan yang patut diabadikan.

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: