Kabar Terkini

Kurt Masur Telah Tiada


Tangan dingin Kurt Masur telah mengubah New York Philharmonic Orchestra di awal dekade 1990-an dan kemudian memimpin orkestra tertua untuk kembali menjadi yang terbaik dan paling berpengaruh di Amerika selama 11 tahun kepemimpinannya (1991-2002). Ia pula yang dengan keyakinannya akan musik memimpin orkestra tersebut dengan German Requiem karya Brahms 9 hari setelah serangan 9/11.

Tangan dingin itu pula yang memimpin Leipzig Gewandhausorchester selama lebih dari 30 tahun dan melewati masa-masa berat ketika dalam pemerintahan Jerman Timur maupun pada saat reunifikasi Jerman.

Lahir di tahun 1927, Kurt Masur pun pernah dikabarkan akan datang ke Indonesia bersama New York Philharmonic yang berhasil ia persatukan dari keadaan yang terpecah belah dan perselisihan di dekade 1990. Di tahun 1998-lah rencana itu sempat diadakan dan dinanti-nanti oleh banyak pecinta musik terutama di Jakarta dan kota-kota lain di Indonesia. Sayangnya Tragedi Mei 1998 terjadi, Indonesia gonjang-ganjing dan batallah kedatangan mereka. Ia juga mengubah kondisi Orkestra Nasional Prancis dan menghidupkannya menjadi sebuah kelompok berkualitas.

Hari ini ia tutup usia dan banyak dari kalangan musisi mengenalnya sebagai sang tangan dingin yang mengubah orkestra.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: