Kabar Terkini

Sekilas 2015


Tahun 2015 adalah tahun yang seru untuk A Musical Promenade. Tahun ini menandakan sewindu lahirnya A Musical Promenade dan beranjaknya A Musical Promenade menjadi Majalah Daring Musik A Musical Promenade. Tahun ini juga menandakan untuk kali pertama, A Musical Promenade dibantu oleh tiga orang kontributor utama Teo Minaroy, Hazim Suhadi dan Airin Efferin — dan satu kontributor spesialisChrist Billy Aryanto.

Di tahun ini pula, Febe Permatasari Chen mendesain sebuah logo baru yang lebih dinamis untuk A Musical Promenade. 18 post dituliskan oleh kontributor tamu, jumlah terbanyak untuk tahun ini. Tahun ini 16 orang kontributor tamu menulis untuk A Musical Promenade.

Di tahun 2015 ini A Musical Promenade menerbitkan 292 post, sekitar 5.6 post per minggu. A Musical Promenade menerbitkan 78 post ulasan konser dan 111 tulisan opini, terbanyak sepanjang sejarah A Musical Promenade. Tiga buah review buku dan 20 berita lepasan ditulis tahun ini. Sedang ulasan kegiatan seni lainnya, baik pertunjukan teater hingga seminar dan masterclass berjumlah 11 buah.

Tahun 2015 menjadi tahun yang mengasyikkan. Terimakasih kepada para kontributor utama dan juga kontributor tamu yang bersedia menulis untuk A Musical Promenade dan menyumbangkan ide, saran dan kritik untuk majalah daring musik seni ini. Dan terlebih kepada para pembaca setia MusicalProm yang mengikuti arah gerak berkesenian musik lewat laman ini.

A Musical Promenade juga terbuka untuk kritik dan saran dari kawan-kawan pembaca. Kami menghargai masukan dari sahabat sekalian untuk perkembangan MusicalProm dan juga iklim berdiskusi yang lebih sehat untuk musik seni/klasik di Indonesia.

Semoga di tahun 2016 ini kesenian dan musik Indonesia semakin berjaya dan seni semakin mendapat tempat dalam masyarakat!

Selamat Tahun Baru!! ~Maaf sedikit telat

LOGO BW_musprom

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: