Kabar Terkini

Pierre Boulez telah Tiada


Hari ini komponis besar abad 20 yang lalu, Pierre Boulez akhirnya mangkat. Seorang tokoh musik modern yang dikenal bukan saja lewat idealismenya dalam dunia komposisi dengan melanjutkan inovasi musik modern yang berkembang lewat tradisi serialisme yang ia pelajari dari Olivier Messiaen dan kemudian berkembang menjadi total serialisme atau integral serialisme di tangannya. Ia pun menjadi salah satu proponen ‘Musik Baru’ dan advokatnya yang paling vokal. Tulisannya yang dimuat di berbagai media massa juga dikenal buas beropini yang menimbulkan banyak polemik bahkan di kalangan komponis sendiri.

Di masanya, ia adalah salah satu penggerak musik baru lewat keterlibatannya sebagai direktur IRCAM (Institut de Recherche et Coordination Acoustique/Musique). Ia pun juga menjelajah musik aleatorik terikat dan juga khasanah musik elektronik yang ia terapkan dengan tangan dingin di IRCAM.

Boulez yang berusia 90 tahun akhirnya mangkat setelah beberapa tahun terkukung penyakit yang menahun. Komponis asal Prancis ini juga dikenal sebagai seorang konduktor ulung yang pernah menjadi direktur musik New York Philharmonic. Ia juga menjalin hubungan profesional dengan banyak orchestra dunia dan dikenal sebagai konduktor yang memiliki ketajaman presisi. Ia sendiri aktif sebagai konduktor yang mengangkat Musik Baru ke permukaan namun juga memiliki kematangan dalam menggarap karya-karya standar. Semenjak kesehatannya yang menurun, di tahun 2012, Ia ternyata telah memiliki perjanjian tampil hingga 5 tahun ke depan, sosok yang ternyata dicari-cari.

Boulez adalah salah satu generasi terakhir dari rentetan seorang komponis, pemikir dan juga konduktor yang disegani di setiap bidang yang digelutinya. Sebagai komponis, pemikir dan juga konduktor, ia telah meraih puncak-puncak karir profesional masing-masing pekerjaan tersebut. Dunia akan kehilangan sosok beliau.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: