Kabar Terkini

Musik dan Pertentangan: BBC SO dan Vedernikov


BBC Symphony Orchestra adalah salah satu orkestra kebanggaan warga Inggris yang bermarkas di Barbican Centre, London dan dibina oleh jaringan media publik British Broadcasting Company (BBC). Sebagai sebuah orkestra dari badan penyiaran publik, orkes-orkes BBC menjadi salah satu orkestra yang diharapkan publik untuk terus meretas batas dan mengeksplorasi repertoar dengan hasil yang mengejutkan.

Konser malam Minggu ini dimulai dengan sebuah karya simfoni dari Bapak Simfoni F.J. Haydn dengan salah satu simfoni London yang ditulis tahun 1794-1795. Karyanya yang kemudian dijuluk ‘Drumroll‘ dikarenakan kemeriahan dan penggunaan genderang timpani, menjadi pembuka konser ini. Symphony no.103 dalam Es mayor (H.1/103) adalah nama resmi dari simfoni tersebut. BBC Symphony sejak semula terlihat cekatan di bawah pimpinan konduktor asal Rusia Alexander Vedernikov. Detail dan irama terbangun dengan cantik. Namun menarik bagaimana Vedernikov nampak memberi ruang yang lapang pada orkestra yang tampil dalam format kecil ini sehingga meskipun cekatan, permainan tidak terasa bergegas dan cemerlang. Alhasil interpretasi Haydn ini seakan menjadi sebuah afirmasi akan kekaryaan Haydn di akhir abad 18. Haydn ketika itu mulai terasa sebagai seorang konservatif, hendak ekspresif dan namun masih terbelenggu pakem-pakem klasikal.

Seketika orkes berubah, format, dengan menanggalkan barisan biola 1 dan 2 dan kemudian barisan perkusi yang besar masuk bersama harpsichord, piano dan celesta di sisi kiri panggung. Barisan viola, cello dan kontrabas bersama barisan tiup pun menggemuk. Dan seketika itu pula seluruh warna orkestra berubah memainkan karya abad 20 dari komponis Uni Soviet, Alfred Schnittke Viola Concerto (1985). Lawrence Power, solois malam itu, memancarkan kehangatan musikal sembari diwarnai kecekatan dan ketepatan permainan yang luar biasa. Wibawa memancar dari permainan violanya (biola alto) yang dibungkus permainan orkestra yang hangat di seksi gesek rendah disertai kejernihan di tiup logam dan kayu serta kegaduhan yang berimbang dari barisan perkusi.

Didominasi kegelapan, Schnittke yang menulis dalam gaya polistylistic sejak tahun 1960 ini dan mulai sakit-sakitan lewat karya ini mencoba bergurau dengan kematian, lewat bacchanalia dan polka serta waltz yang mendadak menyeruak dalam konserto yang sendu ini, mengajak penonton ikut tersenyum melihat kenakalannya. Namun Lawrence Power dan Vedernikov lewat karya ini memang patut diacungi jempol, keseimbangan volume selalu terjaga dari seluruh orkestra dan permainan viola Power yang penuh warna.

BBC SO1

Babak kedua, giliran orkestra BBC Symphony yang tampil dalam format penuh. Symphony no.6 dalam B minor, op.54 karya Dmitry Shostakovich menjadi pemuncak dari konser malam ini. Karya yang diselesaikan tahun 1939 ini sebagaimana dalam masanya di Uni Soviet, bergaya Sosialis Realis di mana di negara tersebut kala itu karya modern atonal dianggap sebagai sebuah kejahatan terhadap seni. Shostakovich pun menurut namun menciptakan karya yang penuh muslihat dan tanda tanya. Simfoni ini memiliki kedalaman namun seakan dikatakan sengaja dibuat sebagai karya yang ‘salah’ dan aneh. Karya ini menjadi sungguh sebuah karya yang politis, yang diam-diam mengkritik pemerintah Soviet yang non agresif terhadap penyerbuan Hitler ke Polandia di tahun 1939. Soviet memilih diam karena separuh Polandia diberikan kepada Soviet. Shostakovich sendiri memilih untuk mengkritik pemerintah Stalin yang hipokrit ketika itu dengan karya ini.

Simfoni tiga bagian ini mendadak masuk dalam tempo Largo yang meditatif memenuhi 2/3 dari karya, sebuah kepedihan yang dibawakan dengan baik oleh seluruh barisan orkestra. Penonton malam itu pun seakan tertipu, lalu karya ditutup dengan gempita dan jenaka. Bach dan Mahler berbaur dalam semangat Tchaikovsky. BBC Symphony Orchestra mampu menciptakan largo yang mendalam dan kemudian bercampur dengan bagian Allegro dan Presto yang pendek, namun dengan sebuah penutup.

Karya-karya musik ternyata bisa berbicara banyak dan menjadi saksi akan sejarah. Demikian konser BBC Symphony Orchestra malam ini mengutarakan pertentangan dalam hidup. Vedernikov pun mengangkat tema ini dengan luar biasa. Konser penutup bulan Januari yang jitu.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: