Kabar Terkini

6 Kriteria Mencetak Musisi yang Berbudaya


Persoalan mencetak musisi seringkali lebih sulit daripada mencetak seorang profesional di bidang lain. Berikut adalah beberapa kriteria yang patut diperhatikan dalam mencetak seorang musisi terutama untuk dapat bersaing dan berkontribusi di Indonesia, sebuah negara yang masih menganggap bidang kesenian sebagai bidang yang dipandang sebelah mata:

  1. Musisi harus handal dalam teknik bermain instrumen
    Mencetak musisi berarti juga mencetak seorang ahli bermain musik. Karena tajuk di sini menjadi seorang musisi, seringkali yang ditekankan lebih ke arah keterampilan bermain alat musik. Namun hal ini tidak terbatas pada kemampuan bermain alat musik, tetapi juga olah vokal dan skill utamanya dalam
  2. Musisi harus handal dalam wawasan musik
    Mencetak musisi juga berimplikasi pada pengembangan ilmu dan wawasan sang musisi baik untuk musik yang ia spesialisasikan maupun dunia musik yang ada secara luas. Ia pun juga setidaknya memiliki wawasan dalam keilmuan musik dan keahlian seperti ilmu harmoni, komposisi, sejarah, teori musik, solfegio (mendengarkan musik), akustik, paduan suara dan musik kamar. Juga di antara keahlian ini juga terselip wawasan mengenai pendidikan musik, musikologi juga komposisi.
    aaeaaqaaaaaaaagkaaaajdiymjm1nzawltlmzjytndm3yi1hmmm2lwq5n2nmyjc0mwexyq
  3. Musisi harus mampu membangun profesionalisme
    Untuk menjadi seorang musisi yang dewasa terutama di bidang pekerjaan, tentunya sikap profesional perlu dibangun oleh seorang musisi. Persoalan ketepatan waktu dan komitmen adalah hal utama yang perlu dijaga oleh seorang musisi profesional, juga membina relasi dengan rekan kerja dan pemberi kerja. Bersikap profesional tidak dapat ditawar lagi. Apakah musisi yang sering bolos latihan dapat disebut profesional, ataukah yang datang ke sebuah latihan tanpa persiapan ataupun dalam keadaan mabuk dapat disebut profesional? Seringkali jawabannya adalah tidak.
    professionalism2
  4. Musisi juga harus handal soal kewirausahaan
    Dengan terbatasnya lapangan pekerjaan di bidang seni budaya, hampir pasti seorang musisi harus mampu mengembangkan karirnya secara mandiri. Oleh karena itu penting pula baginya untuk membina semangat kewirausahaan untuk mendukung kegiatannya sebagai seorang musisi. Kemampuannya untuk melakukan perencanaan keuangan, pemasaran, jejaring dan manajerial secara umum sangat dibutuhkan untuk mampu melengkapi keahliannya sebagai seorang musisi.
    entrepreneurship
  5. Musisi harus menjaga etika
    Suka tidak suka, dalam iklim bekerja di Indonesia selain profesionalisme, etika memegang peranan penting dalam membina karir. Banyak musisi yang jago dan cakap dalam bermain instrumen tetapi belum tentu memiliki etika yang mampu dicontoh. Beberapa mampu menjadi organisator yang baik, namun juga ternyata kedapatan menipu. Adalah penting bagi seorang musisi untuk menjaga etika dalam berbisnis maupun dalam lingkup profesionalisme kerja. Etika ini seringkali sulit utnuk dipahami karena memang bergantung pada budaya tenaga kerja di tempat. Etika yang seringkali abu-abu adalah seringnya tokoh musisi mengatakan bahwa apa yang mereka lakukan adalah demi bangsa dan negara, namun seringkali konsep bangsa dan negara ini kurang jelas sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman dan tuduhan bahwa sang musisi menggalang kebangsaan untuk kepentingannya sendiri.
    Respect Ethics Honest Integrity Signpost
  6. Musisi harus peka terhadap isu di sekitar
    Untuk menjadi musisi yang berbudaya, kepekaan dan cepat tanggap akan persoalan sosial di sekitarnya. Tidak sedikit musisi terkurung di dalam tempurungnya sendiri sehingga kurang peka terhadap isu-isu yang berada di sekitarnya. Musisi semacam ini akhirnya tergolong hanya sebagai teknisi ataupun bahkan pebisnis tanpa menjadi sungguh seorang budayawan yang paham akan karakteristik masyarakat di sekitarnya. Tanpa kepekaan akan isu di sekitar, musisi pun juga akan kehilangan relevansi dalam kekaryaannya. Bisa jadi ia seorang komponis yang hebat dan juga instrumentalis yang luar biasa, namun ternyata karyanya tidak berakar pada kehidupan masyarakat. Seni di tangan musisi yang tidak peka terhadap sekelilingnya hanyalah bagai opium belaka yang memabukkan pendengar dan pemusiknya sendiri namun tidak memberi manfaat.
    orange

Karena banyaknya kriteria yang harus digarap, tentunya peran sebuah institusi pendidikan seni menjadi sangat penting. Dan tidak heran dimana-mana pendidikan kesenian tidak pernah ada yang murah. Namun demikian mahal ataupun murahnya pendidikan musik, adalah penting bukan hanya melihat peran musisi hanya dari satu sisi saja, namun juga secara menyeluruh dalam kaitannya sebagai seorang musisi profesional. Tidak pernah murah, tidak pernah mudah.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: