Kabar Terkini

Duo Musisi Muda Merambah Instagram: @musikklasikgram


Usianya baru empat hari, tapi merupakan sebuah terobosan untuk musik klasik Indonesia. Instagram bisa jadi adalah media yang agak jauh dari keberadaan musik klasik terutama di Indonesia. Namun mulai 4 hari yang lalu, musikklasikgram perlahan membangun pengikut. Dua orang musisi muda Indonesia yang kini sedang menimba ilmu di Höchschule für Musik Detmold, violinis Giovani Biga dan gitaris Theduardo Prasetyo, mencoba membuat gebrakan dengan membuka akun baru di Instagram dengan nama @musikklasikgram.

Bertekad untuk membawa pesan musik klasik dan mendukung perkembangan musik klasik Indonesia sekaligus juga menjadi motivator bagi banyak musisi untuk giat berlatih dan membagikan pengalaman bermusiknya di ranah media sosial, Biga dan Thedo membuat account yang dikhususkan untuk musik klasik Indonesia. Kontennya pun cukup mudah hanya dengan 15 detik video dengan tanda #musikklasikgram dan kedua musisi muda ini akan membagikan musik Anda bagi lebih banyak pemirsa.

Thedo menyampaikan bahwa insiatif baru ini dilakukan karena melihat keberadaan musik klasik di instagram terutama dari pemusik Indonesia belum terlalu banyak dan tidak ada media yang mampu menjadi portal dan penyatu dari berbagai konten dari musisi klasik Indonesia. Mereka pun berharap bahwa sarana ini mampu menjadi sarana dialog dari musisi-musisi Indonesia dan membentuk kompetisi yang sehat dan mempromosikan musisi lokal. Beberapa hari ini pun duo gitaris biolionis ini pun aktif mengajak para sahabat untuk bergabung dan membagikan musik lewat hashtag musikklasikgram.

Inisiatif ini terbilang merupakan sebuah gebrakan, namun harus dikatakan bahwa media video post di instagram memiliki kekurangannya tersendiri yang disadari oleh pemrakarsa akun ini. Video instagram yang hanya 15 detik adalah 15 detik untuk selamanya. Video yang dipost melalui media ini memberikan gambaran yang jelas meskipun sangat pendek akan musik yang dimainkan seseorang. Limabelas detik tentunya tidak dapat mewakili kualitas permainan seorang musisi yang memainkan sonata dengan panjang 30 menit. Pun 15 detik tidak tentu dapat mewakili estetika sebuah komposisi sependek tiga menit sekalipun. Keterbatasan medium ini pun harus mereka yang berkontribusi.

Namun demikian, keberadaan video kontributor di dunia maya ini juga dapat dikatakan bersifat permanen. Apa yang tercantum di dalam web dan direpost oleh @musikklasikgram akan terus berada di laman akun tersebut, tanpa ada kebijakan apapun untuk menghapusnya. Sehingga bagi pembaca yang ingin memposting, pastikan juga bahwa kualitas yang disajikan adalah kualitas yang dapat pembaca banggakan 10-15 tahun mendatang. Teringat kesan dari artikel yang ditulis di Guardian bahwa banyak musisi ternama pun ogah untuk mendengarkan rekamannya sendiri dikarenakan rasa mereka yang berbeda:

Or could it be something deeper – that hearing old recordings, or a piece from a few years ago, is a psychological block to a performer’s or a composer’s creativity: “that’s who I was, but it’s not who I am now”? Or even more dangerous: “I was better back then…”~Guardian

Meskipun demikian langkah kedua musisi muda untuk berkiprah di dunia media sosial dan mempromosikan musik klasik lewat media yang sedang trend namun terlupakan oleh banyak musisi klasik perlu diacungi jempol. Kita tinggal menunggu gebrakan mereka selanjutnya dan sejauh mana musikklasikgram mampu menjadi pembuka jalan bagi musik klasik di Indonesia yang lebih baik.

About mikebm (1184 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: