Kabar Terkini

Luasnya Dunia Musik dan Studi Interdisiplinernya (1)


~ Beriringan dengan tulisan Vanessa Tunggal mengenai “Siapa bilang studi musik gampang?”

Musik seringkali dipandang sebelah mata oleh tidak sedikit orang. Vanessa Tunggal mengungkapkan dalam tulisannya betapa belajar musik tidak mudah dan luas, terlebih dalam jenjang pendidikan tinggi. Belajar musik tidak hanya sekedar genjreng-genjreng saja karena memang sulit. Mungkin kemudian bertanya sebenarnya seberapa besarkan studi musik kalau memang tidak sesederhana itu, memang bidangnya seberapa besar. Tulisan berikut kita akan mencoba melihat sesungguhnya seberapa besar bidang musik yang seringkali dipandang sebelah mata itu.

Dalam tulisan ini, mari kita perlahan menggarap sedikit demi sedikit ke dalam bidang musik dan studi interdisipliner yang diembannya.

Sebagai bidang superset, saya menggambarkan bidang musik sebagai studi luas yang melingkupi bidang ini secara luas. Namun seringkali bidang yang berwarna merah yakni praktis pertunjukan menjadi primadona dan akhirnya mengesampingkan yang lain. Karena itu, mari kita berangkat dari lingkaran merah itu dan sedikit melihat, seberapa banyak bidang lain yang bisa kita kejar dalam waktu yang singkat ini:

musik dan ilmu yang menyertai

  1. Praktis Pertunjukan
    Bidang ini adalah bidang yang paling sering diagung-agungkan sebagai lingkup utama dalam musik. Sayangnya kepercayaan ini kemudian juga mengarah pada pemakzulan bidang yang lain. Studi Praktis Pertunjukan adalah studi yang berkenaan dengan kemampuan umum dalam musik yakni memainkan musik dan bernyanyi. Praktis pertunjukan ini kemudian juga didukung dengan kemampuan turunannya yang berkisar di antara kemampuan mendengarkan. Dunia pertunjukan praktis lebih berfokus pada bagaimana memainkan musik. Ini bidang yang paling umum dipelajari, namun dapat dikatakan sebagai studi yang paling mendasar.
  2. Psikologi Musik
    Bidang ini adalah bidang interdisipliner yang menghubungkan musik dengan studi kejiwaan manusia. Bidang ini menjadi salah satu bidang yang menarik terutama karena secara sadar kita menyadari bahwa musik memiliki efek yang besar dalam bagaimana manusia melihat lingkungannya dan bereaksi dengan sekitarnya. Musik secara empiris diteliti dan dibedah satu demi satu untuk dilihat peranannya dalam membentuk dan mempengaruhi pola pikir manusia. Dalam studi ini dibedah bagaimana irama, nada, dan kekayaan musik dari berbagai negara mampu mempengaruhi bagaimana manusia bertindak dan bahkan memiliki efek yang menyembuhkan. Terapi musik adalah salah satu cabang terapan dari bidang psikologi musik ini.
  3. Politik dan Kebijakan Publik
    Suka atau tidak suka, musik yang diperdengarkan ke masyarakat umum kemudian bersentuhan dengan masyarakat dan kekuasaan yang ada di sekitar masyarakat tersebut. Musik kemudian digunakan sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan politik dan mendukung kebijakan publik. Seberapa jauh efek kita mengingat musik ‘Pemilihan Umum’ di radio pagi mampu mengubah persepsi masyarakat dan jadi bagian rekayasa sosial ataupun lagu-lagu kebangsaan yang mampu mengobarkan semangat nasionalis dan berbagai agenda khusus lain, seperti membentuk orkestra atau mengundang orkes dangdut untuk mencapai tujuan politik tertentu dan mempengaruhi persepsi publik akan suatu perusahaan atau calon legislatif? Ini yang dipelajari.
  4. Komposisi
    Bisa memainkan musik tidak berarti bisa menulis musik. Bidang kreatif menulis musik adalah sebuah bidang sendiri yang digarap dan dilatih dalam studi musik. Seorang pemain tidak serta merta memiliki kapabilitas menulis musik yang indah. Melihat bidang ini sejalan dengan melihat seorang yang mampu mendeklamasikan tulisan dengan baik, tidak serta merta mampu menulis cerita dengan cara yang sama menariknya. Juga sebagaimana seorang aktor tidak tentu mampu menjadi seorang penulis naskah yang ulung. Studi komposisi ini secara mendalam berkaitan dengan banyak bidang lainnya dan terlibat secara aktif dalam proses kreatif dan melihat berbagai kemungkinan yang ada. Komponis yang baik bukan saja mengerti teknik menulis yang baku, tapi juga mengerti bagaimana melihat perkembangan di sekitar untuk menjadi inspirasi.
    writing-music
  5. Historiografi Musik
    Bidang ini menyelami berbagai media dan peninggalan sejarah dan keilmuan sejarah dalam musik. Musik memiliki aspek sejarah yang terus berkembang, dan selama ada manusia ada artefak-artefak sejarah yang bisa ditemukan dan diteliti untuk mempelajari musik. Historiografi musik berawal dari mempelajari naskah-naskah musik peninggalan para komponis, menganalisa artefak tersebut dan melihat garapan sejarahnya, tapi juga kemudian beralih pada media lain seperti rekam dan studi kesejarahan lain. Bidang ini seperti banyak bidang sejarah lain kemudian meluas dan bukan hanya belajar sejarah secara khusus tapi juga bidang-bidang sosial lain. Bidang ini adalah cikal-bakal ilmu musikologi yang kita kenal. Menurut kabar musikolog Aditya Setiadi, bidang ini perlahan sudah dianggap obosolet dan dalam studi dan riset terkini sudah mulai ditinggalkan para musikolog.
  6. Etnomusikologi
    Setelah belajar musikologi yang sejak sekitar 70 tahun lalu banyak berpusat pada musik Barat, banyak para musikolog kemudian melihat bahwa banyak musik-musik lain di luar tradisi Eropa Barat yang menarik dan patut untuk dipelajari. Tujuan awalnya adalah untuk melestarikan musik-musik rakyat yang perlahan digerus zaman, namun studi ini perlahan menjadi lebih bergairah dibanding banyak bidang musikologi konvensional dikarenakan banyak musik di dunia yang dapat diteliti dan digarap. Studi musik rakyat dan musik etnik masuk dalam bidang ini. Musisi Barat pada masa itu belajar musik selain musik tradisi Barat, belajar instrumennya dan melihat konteksnya. Bidang ini kemudian bersinggungan dengan studi antropologi dan bahkan melebur di dalamnya.
  7. Pendidikan musik
    Bidang ini berkenaan dengan studi ilmu keguruan dalam musik. Mengajarkan musik tentunya berbeda denan mengajarkan fisika dan matematik. Tetapi dengan semakin banyaknya jalur pendidikan yang melihat bahwa pendidikan seni termasuk musik penting untuk dimasukkan dalam kurikulum pendidikan, diperlukan pengembangan teknik pengajaran yang baku dan sesuai dengan daya kembang anak di bidang musik. Pendidikan musik kemudian juga membedah teknik-teknik pembelajaran musik yang dialami siswa dan metode-metode terbaik, baik dalam bentuk studi perorangan maupun studi kelompok. Mereka yang terlahir dari bidang ini adalah calon-calon guru yang bukan hanya memahami musik tetapi juga mengerti proses tumbuh kembang dan teknik pembelajaran.Saung-Angklung-Udjo-menggelar-Festival-Angklung-2013

Bidang 8-13 akan dibahas dalam tulisan besok, bersabar ya. Besok kita lanjutkan lagi. Lanjutan di sini.

 

 

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Comment on Luasnya Dunia Musik dan Studi Interdisiplinernya (1)

  1. Halo Nak. Bukan obsolete dan sudah ditinggalkan. Namun sekarang batasan-batasan antarbidangkeilmuan telah semakin cair. Historical musicology tidak bisa berdiri sendiri, namun juga harus memperhatikan sosiologi, antropologi, teori musik, filsafat, bahkan organology. Organology pun kajiannya tidak terbatas hanya instrumen musik, namun bodily experience (jika kita berbicara dalam ranah Phenomenology) juga dianggap organology. Sejak tahun 1980-1990, muncul New Musicology, yaitu aliran yg berusaha melihat musik dari hal-hal di luar musik tersebut, misalnya melalui segi estetika, cultural studies, atau critical methods. Yang mungkin sudah agak ditinggalkan mungkin Traditional Musicology, yang sangat positivis dan berpegang teguh terhadap teks. Ya, kita lihat saja nanti.

1 Trackback / Pingback

  1. Luasnya Dunia Musik dan Studi Interdisiplinernya (2) – A Musical Promenade

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: