Kabar Terkini

Luasnya Dunia Musik dan Studi Interdisiplinernya (2)


Kemarin kita sudah mencoba menggali 8 buah bidang yang bersinggungan dengan musik untuk menyadari seberapa mendalam dan luasnya bidang ini, bidang yang sering dianggap remeh oleh banyak orang. Beberapa orang malah menganggap bidang ini hanya berisi orang-orang yang belajar memainkan alat musik dan ‘ngamen’. Saatnya kita belajar lebih jauh seberapa musik memiliki studi yang tidak bisa dianggap main-main. Untuk tulisan lalu bisa diintip di sini. Hari ini mari kita lanjutkan daftar kita 9-14.

musik dan ilmu yang menyertai

  1. Music Accoustic
    Bidang ini bersinggungan dengan studi fisika terutama dalam kerangka bebunyian. Sebagai salah satu properti musik yang terutama, bunyi sebagai sebuah fenomena fisika dikaji lebih jauh dalam studi akustik ini. Bagaimana bentuk gelombang, amplitudo, timbre, spektrum dan berbagai bidang fisika musik lain digarap dalam studi ini. Berkembangnya bidang ini bukan hanya melihat bunyi-bunyi instrumen saja tetapi juga bunyi-bunyian lain yang ada di alam ataupun bunyi-bunyian buatan yang direkayasa manusia. Studi akustik juga melihat secara lengkap bagaimana bunyi kemudian bereaksi terhadap ruang dan bahkan studi organologi, yakni studi tentang anatomi instrumen dan rekayasa bunyi secara menyeluruh. Bidang ini sentral dalam membangun gedung pertemuan yang baik hingga membuat headphone anti bising yang mampu membatalkan suara di luar.
  2. Filsafat
    Bidang ini dikatakan sebagai kepalanya segala bidang ilmu. Dari berbagai zaman dari sebelum Masehi seperti Aristotles hingga kini para filsuf terkini berusaha untuk menggambarkan bagaimana pengaruh musik dalam keragaman berpikir. Beberapa bahkan mencoba mencari tahu bagaimana musik dapat terbentuk oleh manusia, bagaimana selera terbentuk dan mampu mempengaruhi kehidupan manusia secara umum. Kini juga tidak sedikit para pemain musik juga adalah filsafat yang ulung yang berusaha menjabarkan kembali efek musik bagi kehidupan banyak orang dalam aspek sosial hingga spiritual. Bagaimana musik kemudian menjadi bagian dari berbagai kegiatan keagamaan cikal-bakalnya bisa ditelusuri lewat studi filsafat ini.

    Financial graphs and charts

    Financial graphs and charts

  3. Manajemen dan Industri
    Di masa sekarang ini semakin banyak yang melihat musik sebagai bagian dari kapital budaya (culture capital). Sebagaimana, sebuah kapital musik pun terlibat dalam proses industrialisasi, dimulai dari lahirnya mesin cetak musik hingga teknologi streaming masa kini. Produser lewat jalur distribusi yang terus berubah mencoba menggapai konsumennya. Dari proses ini pula terlahir pertukaran kapital, dari kapital budaya bertukaran dengan kapital keuangan (financial capital). Orang-orang membeli musik, dan musik pun dianalisis bagaimana dibuat, dikemas dan tersampaikan ke masyarakat, baik dalam rupa rekaman hingga rupa pertunjukan di atas panggung. Segala tetek-bengek bisnis berputar di dalamnya, dari trend hingga brand dikupas habis di sini, dari yang bersifat studi ekonomis hingga ilmu praktis seperti ‘best practice‘ berkembang.
  4. Komputasi
    Bidang teknologi dan komputasi sepertinya tidak dapat dianggap remeh dalam perkembangan musik. Dimulai dari penggunaan komputasi untuk menyimpan musik digital hingga mencari teknik komputasi agar sebuah program mampu berpikir kreatif hingga mampu menulis sebuah karya musik, dipelajari di bidang teknologi dan komputasi. Teknologi pun berkenaan langsung dengan ilmu praktis sound production dan sound engineering yang berfokus pada kemampuan teknis mengolah suara. Bidang ini begitu luas dan terus berkembang setiap hari, dari teknik praktis mengatur volume di atas amplifier, mixer dan teknik merekam hingga merancang program komputer yang mampu mengenali musik dan kemudian mendeteksi plagiat adalah salah satu contoh bentuk ilmu yang terus menerus digarap. Komputer pun kini menjadi kawan paling baik dari banyak musisi, dari DJ hingga para pemusik tradisi, dari ilmuwan hingga pemain pemula yang menggunakan iPad untuk berlatih pendengaran musik.
  5. Musikologi Kognisi
    Belajar musikologi kognisi agak rumit karena bersentuhan bukan hanya pada bidang ilmu psikologi musik yang lekat dengan proses pembelajaran namun juga bersentuhan langsung dengan ilmu kedokteran dan anatomi faal. Musik pun akhirnya bukan hanya dilihat sebagai fenomena alam maupun fenomena fisika, musik kemudian bersentuhan dengan proses pembelajaran dan bahkan lebih dalam hingga menyentuh diskusi biologis dan studi syaraf, neuromusikologi berkembang untuk memandang lebih jauh secara khusus bagaimana bunyi mempengaruhi otak dan tubuh serta kinerja-kinerja hormonal yang mampu mengubah reaksi seseorang akan musik. Bidang ini kemudian juga melihat bagaimana musik masih memiliki pengaruh besar bagi para pasien-pasien yang memiliki keterbatasan neural seperti, mati batang otak, koma ataupun beragam kondisi lain lain.creativebrain
  6. Studi Sosiokultural
    Studi musik bukan hanya melihat studi sosial dan pengaruh antropologis saja tetapi juga studi sosiologis yang sangat luas. Musik bukan saja dilihat sebagai bidang yang berdiri sendiri namun berinteraksi dengan banyak bidang lain, berinteraksi dengan bidang seni lain yang berbeda dan kemudian dengan masyarakat. Di sini konteks musik dalam kemasyarakatan digarap lebih jauh dan bukan hanya dari sisi politis, namun juga studi lingkungan dan pergerakan masyarakat. Di sini studi sosiokultural musik seakan tidak pernah habis, dari bagaimana musik menjadi metode rehabilitasi di lembaga pemasyarakatan hingga bagaimana musik digunakan untuk meraih dan menjangkau lebih banyak orang dan menjadi pemersatu banyak orang, bagian dari diplomasi dan banyak lainnya. Bidang ini seakan tidak pernah habis.

Tulisan ini sekali lagi tidak bersifat ekshaustif dan mencoba menyebut satu per satu elemen dalam studi interdisipliner musik secara lengkap, namun setidaknya bisa memberikan sedikit gambaran bagaimana musik tidak hanya melulu soal kemampuan dalam memainkan alat musik. Sudah waktunya musik mendapat tempat yang lebih layak dan para musisi aktif pun menyadari bahwa musik tidak melulu soal pertunjukan musik dan memainkan alat musik.

Saatnya musik keluar dari kepicikan banyak pelakunya sendiri, bukan hanya musisi tapi juga mereka yang secara aktif bersentuhan dengan musik, para pendengar musik.

============

Ralat:
Musikologi kognisi berhubungan dengan studi Artificial Intelligence akan proses pengenalan dan pemrosesan musik di otak serta pembentukan model komputasi dan algoritma kompleks yang lekat dengan proses resepsi dan pemaknaan bunyi. Ilmu ini kemudian juga memberikan penerangan akan proses kognisi musikal manusia itu sendiri. https://en.wikipedia.org/wiki/Cognitive_musicology

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Trackback / Pingback

  1. Luasnya Dunia Musik dan Studi Interdisiplinernya (1) – A Musical Promenade

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: