Kabar Terkini

Gelagat Canticum dan Kokoro di Malam Rabu yang Panjang


Malam Rabu ini adalah malam yang panjang. Di King’s Place, ensemble musik modern dari Bournemouth Symphony Orchestra Kokoro dan paduan suara Canticum unjuk gigi dengan pilihan karya yang terfokus pada musik-musik baru abad 20 dan abad 21.

Konser sendiri yang dimulai pukul 20:00 ini dibuka dengan sebuah pernyataan duka cita dari sang konduktor akan berpulangnya komponis Peter Maxwell Davies di hari Senin kemarin dengan memainkan karya pianonya ‘Farewell to Stromness’ yang terkesan sederhana namun dinamis. Konser kemudian dibuka dengan salah satu karya monumental di zaman Perang Dunia kedua, yakni ‘Quartet for the End of Time’ karya komponis Prancis Olivier Messiaen. Ditulis semasa ia berada dalam kamp tahanan PD II, Messiaen menulis kuartet ini dengan berkaca pada kitab Wahyu yang berkisah tentang kiamat namun dengan bebas menerjemahkannya dalam musik instrumental.

Kuartet ini pun berformat aneh, dikarenakan di tahanan Messiaen, ia hanya menemukan pemain biola, cello dan klarinet, dan kala itu ia bermain piano dan premiernya pun ditonton seluruh tahanan berjumlah 400 orang. Kuartet yang terbentuk dari anggota orkestra profesional Bournemouth ini bermain dengan cemerlang, Mark Forkgen di piano, Lionel Handy pada cello , Elizabeth Drew pada klarinet, dan Kate Turnbull pada biolin. Messiaen tidak serta merta mencipta kuartet ini sebagai sebuah set lengkap. Dalam delapan bagian beberapa instrumen mendapat tempat secara terpisah sehingga terkesan tidak sebagai sebuah set kuartet utuh. Namun karya ini sungguh menarik, meskipun sangat menantang pendengar untuk tetap awas dan tidak terlena dalam lamunan musik.

Di bagian kedua konser paduan suara Canticum pun hadir dengan membawakan sebuah karya dari komponis Hywel Davies yang diperuntukkan bagi paduan suara ini dan ensembel modern Kokoro. ‘War Songs’ ini disusun dari 10 buah puisi berbagai pujangga dalam berbagai bahasa: Itali, Slavik, Rusia, Jerman, Inggris dan Prancis. Karya ini menjadi sebuah perenungan akan makna perang dan kematian yang digarap dengan sangat mendalam oleh Davies. Ensembel Kokoro berjumlah 6 orang ini kini dipimpin oleh Forkgen sebagai konduktor. Penataan suara dan kecermatannya mengolah instrumentasi menjadikan karya ini sungguh imajinatif namun juga menyentuh. Penuansaan musik tidak lagi artifisial namun sungguh menyatu dalam deklamasi karya-karya sastra ini, sebuah karya yang menarik dan dibawakan secara solid oleh paduan suara kamar Canticum yang tahun ini menginjak usia 26 tahun.Canticum Kokoro1

Selanjutnya karya ‘Figure Humaine’ dari Francis Poulenc yang diangkat. Malam itu, panggung kosong dan paduan suara kini terbagi menjadi dua, delapan bagian dari karya Poulenc yang ternama ini dilibas satu persatu dengan format acapella. Meski barisan tenor dapat lebih menyatu, namun kemantapan paduan suara dan ketepatan nadanya tidak bisa dianggap main-main. Beranggotakan penyanyi profesional dan amatir mahir, intonasi tidak pernah menjadi masalah dan proyeksi suara tersampaikan dengan lantang dan musikal, terlebih dengan permainan harmoni dan pola pengembangan yang beraneka ragam dari komponis Prancis abad 20 ini. Paduan suara pun tanggap dengan arahan Forkgen dan hidup. Canticum membuktikan kualitasnya sebagai salah satu paduan suara terdepan di London.

Konser berdurasi 2.5 jam dan usai pukul 22:30 ini sesungguhnya sangat menarik, namun menuntut stamina pendengarnya, terlebih dengan garapan karya abad-20 dan 21. Meskipun demikian, program kemarin sungguh menarik perhatian dan patut untuk dicatat. Tidak setiap hari kita bisa menyaksikan kecanggihan Messiaen, keluwesan Poulenc dan kematangan Davies dalam satu hari yang sama.

Iklan
About mikebm (1262 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: