Kabar Terkini

RUU Kebudayaan Mending Jadi RUU Pengembangan Kesenian?


Koalisi Seni Indonesia sebagai thinktank kebijakan seni dan budaya di Indonesia baru saja mengeluarkan Policy brief atau kajian kebijakan atas rancangan RUU Kebudayaan yang saat ini akan digodok di DPR. Bagaimana hasilnya?

Koalisi Seni Indonesia melihat tiga defect atau kekurangan dari Rancangan Undang-undang Kebudayaan yang saat ini berada di tangan DPR. Yang pertama adalah perspektif RUU Kebudayaan yang menekankan pada preservasi dan perlindungan kebudayaan yang tersentral pada adat istiadat dan bukan pada pengembangan budaya lebih lanjut. Yang kedua adalah upaya sertifikasi yang diaplikasikan sebagai pengakuan pemerintah terhadap para pelaku seni dan budaya, terlebih dengan penggerak budaya yang banyak berada di lingkup non-forma dan beragam. Sertifikasi berarti juga diikut dengan standarisasi, sebuah upaya yang tergolong mustahil. Ketiga, pembentukan badan pengendalian budaya yang akan kontraproduktif terhadap perkembangan kebudayaan dan memiliki ranah yang abu-abu dan berpotensi terhadap pemberlakuan sensor dan pengebirian kebebasan berbudaya dalam tatarannya secara luas.

Hasil dapat diunduh di sini:
http://koalisiseni.or.id/download/policy-brief-ruu-kebudayaan/

KSI menawarkan RUU Pengembangan Kesenian sebagai tindak lanjutnya. Namun dari manakah RUU tersebut harus dimulai? Apakah untuk sementara ini kita melanglang buana tanpa arah? Penggantian topik RUU berarti pula pengembalian penyusunan kebijakan kesenian dan kebudayaan ke titik nol, dan mungkin baru siap 3 tahun lagi kalau memang keputusan KSI ini yang diambil. Namun seringkali alfanya regulasi secara sementara lebih baik daripada salah bikin regulasi.

Dan seberapa jauh RUU ini bersinggungan dengan inisiatif ekonomi kreatif?

Bagaimana langkah DPR saat ini?

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: