Kabar Terkini

5 Cara Meningkatkan Interpretasi Bermusik


Kata ‘interpretasi’ bisa jadi merupakan sebuah kata yang kini telah menjamur terlebih dalam cakupannya di dunia seni musik dan seni. Pun seringkali interpretasi menjadi sebuah senjata ampuh untuk melihat kualitas seorang musisi. Interpretasi juga menjadi batu sandungan bagi banyak orang yang belajar bermusik. Kini ada saatnya kita merenungkan apa itu interpretasi dan kemudian kita gali bagaimana cara meningkatkan kualitas interpretasi bermusik kita.

‘Interpretasi’ bisa jadi adalah sebuah kata yang rumit dalam pembahasaan dan terutama dalam kerangka berbahasa Indonesia. Interpretasi adalah sebuah proses aktif seseorang untuk mengolah teks ataupun pesan yang diterimanya untuk kemudian disampaikannya dalam rangkaian teks (musik termasuk sebagai teks) yang disesuaikan dalam sebuah rumpun penuturan simbol tertentu. Interpretasi menjadi sebuah proses yang rumit dan unik dikarenakan secara eksplisit mengutamakan proses rekonstruksi informasi yang dilakukan secara personal/kelompok yang terpengaruh oleh nilai-nilai yang dianut individu tertentu. Pun hasil dari rekonstruksi ini seringkali juga disebarkan kembali dalam rupa teks yang bisa telah mengalami perubahan makna yang disesuaikan dengan audiens dari teks tersebut. Karenanya proses interpretasi atau dalam bahasa Indonesia dan Arab ‘penafsiran’ memiliki keterbatasan sekaligus juga kelebihannya tersendiri dan dapat digunakan untuk mengarahkan makna untuk sebuah maksud tertentu.

Karena kerumitannya itu mari kini kita kaji bagaimana cara meningkatkan kemampuan interpretasi musik kita, terutama untuk interpretasi musik klasik yang sering dituduh terlalu rumit:200483368-001

  1. Mendengarkan dengan seksama
    Secara mendasar untuk memahami musik yang disampaikan adalah dengan mendengarkan dengan seksama. Hal ini bisa jadi terdengar begitu sederhana, namun inilah yang menarik dalam musik. Bahwa mendengarkan dengan baik menjadi kunci meningkatkan pengertian kita tentang bermusik. Dalam tradisi musik lisan, mendengarkan dengan seksama menjadi kunci dalam memahami bahasa musik yang disampaikan. Tanpa fokus dan perhatian penuh ketika mendengarkan, pengertian akan musik bisa jadi terlewat begitu saja. Di masa kini ketika begitu banyak sumber-sumber beredaran di dunia maya, mencari sebuah referensi dan kemudian mendengarkan adalah sebuah proses yang tidak lagi sulit. Kecenderungan yang terjadi kini adalah keengganan untuk meluangkan waktu untuk mendengarkan secara seksama. Dengan semakin banyaknya sumber informasi, adalah juga baik untuk mengerti pilihan-pilihan musikal yang diambil oleh setiap penampil yang sedang diamati dengan seksama ini.
    girl-reading-book
  2. Membaca
    Banyak yang merasa bahwa untuk meningkatkan intepretasi musik tidak ada hubungannya dengan proses kognitif seseorang. Justru membaca menjadi hal yang sangat krusial untuk mampu meningkatkan kualitas interpretasi. Partitur pun memiliki kunci-kunci yang menarik yang dapat dikupas untuk kemudian memperdalam kualitas interpretasi musik. Sedikit perlu dicatat bahwa terutama dalam musik tertulis, musik pun dicatat dan diterbitkan dalam banyak edisi. Dalam banyak buku musik, editor turun tangan dengan maksud untuk memperjelas musik yang tercetak, namun tidak sedikit pula yang kemudian sedikit mengalterasi karya musiknya. Karenanya apabila baik untuk membandingkan beragam edisi dan penulisan sehingga makna dapat ditangkap dan dengannya mampu memandang partitur pun secara lebih kritis dan tidak menerima mentah-mentah.
    Banyak buku mengenai musik, perkembangan sejarah, budaya dan paradigma musik kini telah dibukukan dan dibahas secara mendalam. Bahkan perspektif musik yang beragam pun menjadi pembahasan yang menarik dalam banyak buku teks tentang musik. Banyak dari buku ini adalah endapan ilmu dari banyak orang dan buah penelitian yang mampu memperkaya cara pandang kita terhadap musik. Musisi yang kemudian berhenti membaca dan tidak lagi memperdalam pemahamannya akan musik dan juga situasi sosiokultur di sekelilingnya umumnya menunjukkan gejala bahwa intepretasinya juga tidak begitu mendalam dan tidak berkembang. Pilihan bacaan menentukan kekayaan interpretasi bermusik.
    instincts-follow-yours_thumb
  3. Mendengarkan insting
    Kadangkala sebagai musisi adalah baik pula untuk mendengarkan insting. Insting musikal adalah sebuah hasil internalisasi musik yang kita alami selama bertahun-tahun melalui berbagai eksposur terhadap beragam jenis musik. Dengan pengetahuan yang memadai insting musikal tersebut dapat kemudian terkompartementalisasi dan digolongkan secara seksama sebagai bagian dari khasanah pengertian bawah sadar kita akan musik. Namun seringkali peranan bawah sadar ini seringkali terlupakan. Ada kalanya sebagai musisi perlu mendengarkan secara seksama ke arah mana musik meminta untuk dibawakan sesuai dengan insting musikal yang kita miliki dan pengalaman kita selama ini berhubungan dengan musik-musik yang serupa maupun yang lainnya.
    Meskipun mendengarkan insting adalah penting, perlu juga diingat bahwa langkah ini janganlah dipergunakan tanpa pertimbangan masak-masak. Terlalu mengandalkan insting tanpa melakukan pemeriksaan dan pengujian ulang musik lewat pembacaan teks maupun referensi aural yang sahih malah akan berujung pada kesemena-menaan interpretasi musik.
    different
  4. Memilih dan sintesa
    Inilah kunci dari ketiga langkah yang disebutkan di awal. Dengan berbagai penelitian teks dan konteks, diikuti dengan pengembangan referensi aural yang kaya, juga dilibatkannya insting musikal yang terasah untuk kemudian melengkapi pandangan kita terhadap musik yang hadir di hadapan, kali ini perlu dilakukan sebuah penentuan, sebuah pilahan mana yang layak dijadikan sebagai referensi utama, mana yang hanya sebagai pendukung dan mana yang tidak dihiraukan sama sekali. Setelah proses pemilahan, musisi pun perlu berlatih untuk kemudian mensintesakan referensi-referensi tersebut menjadi sebuah interpretasi miliknya sendiri. Interpretasi yang baik bukan seperti kain perca yang merupakan jahitan bagian-bagian terbaik dari kain yang berbeda, melainkan sebuah tenunan baru yang meleburkan berbagai preferensi menjadi sebuah interpretasi yang otentik. Pilihan ini adalah pilihan yang senantiasa berat. Hadirnya seorang guru yang mumpuni dapat menjembatani pilihan-pilihan artistik ini dan kemudian membantu kita menyadari apa yang perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan ‘pesan’ sebuah karya.
    Memilih bagaimana membawakan sebuah karya adalah sebuah bentuk tanggungjawab yang paling berat, karena di sinilah terjadi penentuan mana yang sesuai dan mana yang tidak sesuai, dan merupakan sebuah keputusan estetik yang dilakukan oleh seorang musisi dalam menentukan interpretasi. Keputusan yang diambil ini bisa jadi tidak selalu benar, namun apabila dilakukan dengan bertanggung jawab, tidak pernah pula sepenuhnya salah. Namun pastikan yang muncul dalam menginterpretasikan karya ini bukan hanya muncul dengan asas ‘sekedarnya’
    IMG_5772
  5. Ekspresikan
    Memilih interpretasi yang mumpuni sekalipun berdasarkan sumber-sumber terpercaya dan dilalui dengan proses yang kritis dan seakan tanpa cacat, jika tidak diikuti dengan kualitas ekspresi di atas panggung untuk menyampaikan interpretasi yang sudah sedemikian digarap dengan mendalam adalah kosong. Interpretasi pada akhirnya harus berujung dengan penyampaian ekspresi di atas panggung. Tanpa ekspresi yang jelas di atas panggung, interpretasi hanya menjadi omong kosong. Karenanya adalah sentral untuk memastikan perangkat teknikal mampu mendukung tercapainya ekspresi tersebut. Bisa jadi permasalahan selama ini bukanlah pada interpretasi namun malahan karena keterbatasan sang musisi untuk mengejawantahkan musik sesuai dengan interpretasi yang telah ada di dalam pikirannya. Dan apabila itu terjadi proses pengejawantahan atau realisasi ini yang perlu dibedah, baik sisi teknik si musisi maupun sarana dan prasarana pendukung seperti instrumen, pemahaman akustik dari si musisi tersebut.

Semoga lima langkah ini dapat sedikit memberi pencerahan dan membantu pembaca mencari jawaban.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: