Kabar Terkini

Pertemuan di Antara Rasisme


Di tengah dekade 1960-an, seorang pemuda berpenampilan necis klimis dengan jasnya duduk di sebuah gerbong kereta di New York. Penampilannya terpelajar, gayanya santun namun satu yang membedakan, ia berkulit hitam. Clay namanya. Matanya melirik seorang wanita berkulit putih, tinggi semampai berpakaian seksi di luar jendela kereta, Lula namanya. Sang wanita pun menyadari lirikan itu begitu ia masuk ke dalam gerbong kereta. Dan dari sinilah kisah terpapar lebar…

Inilah secuplik dari drama ‘Dutchman’ yang ditulis oleh Amiri Baraka yang ditampilkan dari 6-16 April ini Young Vic, teater di Southwark yang ternama karena produksinya yang berani. Kisah yang mengangkat kisah perjuangan dan rasisme seakan berpendar cepat di atas kereta, sebagaimana kisah 45 menit ini disampaikan kepada penonton. Kecerdikan, emosi, kegundahan dan gairah menjadi tontonan malam itu.

Disutradarai oleh Ola Ince yang mendapatkan anugerah Genesis Future Directors Award 2016, lakon ini didukung hanya oleh 3 orang pemeran. Clare Dunne berperan sebagai Lula sang wanita cantik, Solomon Israel sebagai Clay, keduanya menjalankan tugasnya dengan sungguh meyakinkan dan dekat. Renato Paris berperan sebagai pengamen berkulit sawo matang dengan suara emas yang tidak berdialog dan lebih banyak berperan sebagai musisi yang mengisi peristiwa lewat nyanyian dan iringan gitarnya

Berada di teater kecil berkapasitas 60 orang yang duduk di atas 4 undakan panjang tak bersandar ini, kisah ini menekankan keintiman dan ceruk-ceruk pahit rasisme di Amerika Serikat di dekade ketika perang Vietnam bergejolak dan flower generation memberontak. Sebuah kisah akan zaman yang menggila, terbalut dalam kekejaman.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: