Kabar Terkini

Jokowi dan Bekraf ke Inggris, Perspektif Musik Seni


Dalam kunjungan Presiden Republik Indonesia ke London di awal minggu ini, Triawan Munaf bersama rombongannya dari Badan Ekonomi Kreatif maju untuk menemui berbagai kalangan ekonomi kreatif di London. Dalam pidatonya kepada masyarakat Indonesia di hari Selasa, 19 April yang lalu, Presiden Joko Widodo menunjuk secara khusus Inggris sebagai mitra dagang sekaligus negara percontohan dalam mengelola ekonomi kreatif. Memorandum of Understanding pun telah ditandatangani antara Joko Widodo dan Perdana Menteri David Cameron untuk menggarap lahan industri kreatif Indonesia.

Kunjungan Triawan Munaf selaku Kepala Badan Ekonomi Kreatif pun cukup beragam, dari bertemu menteri sekaligus anggota parlemen John Whittingdale MP, Secretary of State for Culture, Media and Sport yang mengepalai Department of Culture, Media and Sports. Ada pula lawatan ke beberapa organisasi seni dan ekonomi kreatif bersama dengan beberapa pelaku ekonomi kreatif pilihan oleh Bekraf. Seberapa efektif pertemuan tersebut dan pemantapan MOU macam apa yang diharapkan tentunya masih harus dicermati lebih lanjut.

Pertanyaan yang mungkin perlu dijawab dalam pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia adalah di mana tempat musik seni dalam kebijakan pengembangan budaya. Di Inggris, ekonomi kreatif adalah sebuah implikasi ekonomi dari pengembangan cultural capital mereka selama paling tidak 50 tahun sejak 1946. Yang mereka lakukan di awal adalah pengembangan budaya dan seni sebagai kekayaan bangsa yang kemudian mulai mereka jadikan sebagai sebuah kendaraan ekonomi ketika runtuhnya zaman industri di Inggris. Budaya kemudian menjadi salah satu aset yang disadari dapat dijual setelah investasi dan pemberian insentif selama berpuluh tahun oleh negara dan diterpa liberalisme ekonomi di era Thatcher.

Saat ini di Indonesia belum banyak bicara tentang pengembangan budaya dan seni di mana ia menjadi aset dasar untuk membina ekonomi kreatif. Di Inggris, banyak industri kreatif dibangun lewat pengembangan seni budaya.  Musik pop mendunia di dekade 1960 hingga sekarang karena investasi pendidikan dan pengembangan musik di 20 tahun sebelumnya. Inggris sendiri tetap dibentengi pengembangan budaya yang kuat dengan badan-badan non-pemerintah yang didukung oleh anggaran pemerintah yang menjadi perpanjangan tangan dalam pengelolaan kebudayaan bersama dengan organisasi masyarakat.

Apakah Indonesia mampu membangun ekonomi kreatif tanpa struktur pengembangan kesenian yang juga jelas? Apabila dapat, berarti Indonesia menemukan jalannya sendiri untuk meramu ekonomi kreatifnya lewat jalur yang berbeda dengan Inggris. Jika demikian, di manakah tempat kesenian Indonesia? Akankah terlupakan ataukah musik seni pun perlahan berubah melayani kapitalisme dan kehilangan aspek humanisnya? Kuncinya berada di tangan musisi dalam meramu keberadaannya di dalam peta ekonomi kreatif.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Comment on Jokowi dan Bekraf ke Inggris, Perspektif Musik Seni

  1. andreasarianto // 9 Mei 2016 pukul 12:23 am //

    Emang semua balik ke para pelakunya ya, apakah kita mau berjuang sendiri2 terus-menerus atau bikin konsensus bersama utk ngarahin perkembangan seni ke suatu target jangka panjang tertentu melalui karya masing2.

    Campur tangan pemerintah masih bersifat bonus, bagus kalo ada bantuan melalui kebijakan2, tp klo pun ngga, emg tanggung jawab terbesar ada di tangan kita masing2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: