Kabar Terkini

DKJ Baru Dilantik untuk Peran Aktif dalam 1.3T Rupiah Dinas Pariwisata


~dari detik.com dan kompas.com

Senin kemarin, anggota baru Dewan Kesenian Jakarta yang akan menjabat masa jabatan 2015-2018 telah dilantik. 25 orang dari kalangan seniman dilantik untuk menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta yang tugasnya dikukuhkan oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Balai Kota.

Ahok sendiri dalam pidatonya menyebutkan secara gamblang bahwa Dewan Kesenian Jakarta diharapkan menjalankan secara aktif fungsi kuratorial dan memfilter bentuk kesenian yang ada dan didukung Pemerintah Provinsi di DKI. Fungsi kuratorial ini selama beberapa waktu terakhir terganjal dengan persoalan minimnya dana.

Ahok sendiri mengatakan bahwa selama ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menjadi dinas di Pemda DKI yang paling boros dengan dana 1.3 triliun rupiah, namun tanpa diikuti hasil yang jelas. Di sini dewan kesenian diharapkan menjalankan peran kuratorial dan secara aktif akan didukung oleh Pemda lewat pengucuran dana yang sebelumnya banyak dimanipulasi oleh EO serta LSM dan acara-acara yang tidak bermanfaat. Menurut Ahok, 1.3 triliun rupiah seharusnya bisa untuk membangun fasilitas seni, namun kini banyak hilang dalam proyek-proyek promosi.

Dewan Kesenian Jakarta diharapkan menjadi pihak yang mengerti proses berkesenian dan berperan aktif menghidupkan kesenian lewat program-program yang akan lebih didukung pemerintah daerah. Selama ini banyak yang beranggapan bahwa peran Dewan Kesenian Jakarta kurang optimal dikarenakan kurangnya dana. Besar harapan DKJ menjadi ujung tombak yang berkomitmen untuk menggarap kesenian dengan jujur, transparan dan berkelanjutan. Dewan Kesenian Jakarta juga diminta untuk memberikan proyeksi dan terlibat aktif dalam pengembangan kreativitas warga terutama anak-anak dalam pendidikan.

Berikut adalah 4 orang anggota Dewan Kesenian Jakarta Komite Musik yang dilantik hari ini: Aksan Sjuman, Anusirwan, Otto Sidharta dan Anto Hoed. Aksan Sjuman dan Anusirwan adalah anggota Dewan Kesenian Jakarta dari periode lalu yang meneruskan ke periode ini. Otto Sidharta adalah komponis kawakan Indonesia yang sebelumnya pernah duduk di komite musik di beberapa periode sebelumnya. Anto Hoed adalah darah baru di Komite Musik yang memiliki latar penata musik dan banyak bergerak di jalur musik populer alternatif.

Catatan mengenai pergerakan Dewan Kesenian Jakarta pun harus sedikit banyak menguatkan di sektor kurasi dan juga advokasi seni. Pengukuhan perannya melalui Peraturan Daerah juga menjadi hal yang dibutuhkan saat ini, terutama apabila Dewan Kesenian Jakarta di kemudian hari harus berhadapan dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang menurut kabar burung memiliki relasi yangcukup kuat di DPRD.

Kebijakan seni dan budaya harus dikonversi menjadi perencanaan seni dan budaya yang memiliki langkah-langkah taktis. Langkah signifikan Dewan Kesenian Jakarta diharapkan menjadi tolak ukur bagi perkembangan kesenian di Tanah Air.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: