Kabar Terkini

Resital Manis Gordeladze di Siang Hari


Di Jumat siang yang sibuk, bilasan musik klasik adalah sebuah penyegar. Itulah yang menjadi niatan utama Gereja St. Martin in the Fields untuk mengadakan resital gratis di siang hari. Siang ini ruang utama gereja di samping galeri nasional di London ini pun dipadati pengunjung untuk menyaksikan permainan piano Catherine Gordeladze.

Membawakan karya-karya piano dari komponis Amerika, Gordeladze yang adalah pianis Jerman asal Georgia di Eropa Timur mengeksplorasi karya-karya menarik yang mewarnai repertoar piano. Resital ini pun dibuka dengan permainan tiga karya Louis Morreau Gottschalk Le songe d’une nuit d’été, 6ième ballade Op 85 dan Souvenir d’Andalousie. Menarik melihat bagaimana seorang komponis Amerika menciptakan karya-karya dengan karakter sebagaimana dapat disadur dari nama komposisi, menyerupai permainan piano Prancis dalam cita rasa romantis ala Frederick Chopin. Komponis kelahiran 1829 ini dikenal sebagai komponis romantik dan pianis yang virtuos, sebagaimana terlihat dalam kefasihannya merangkai nada dan idiom musik yang halus nan memikat.

Empat karya Earl Wild yang dikembangkan sebagai transkripsi lagu-lagu George Gershwin menjadi sajian berikutnya. Earl Wild pun mengemas warna jazz yang kental dalam karya Gershwin lewat transkripsi yang lebih menampilkan virtuositas. Di sisi lain seakan penonton siang ini menjadi saksi apabila rekan sejawat Chopin, Franz Liszt tampil untuk memainkan karya-karya Gershwin. Nada-nada blues mengisi ruang-ruang karya, namun sentuhan Lisztian yang ekstrovert seakan mewarnai karya ini. Earl Wild kemudian menjadikan karya lagu Gershwin memiliki coraknya tersendiri yang kuat dan menawan, sejenak meninggalkan suasana santai dan rileks yang digarap oleh Gershwin. Satu persatu ‘The man I love’, ‘Embraceable You’, ‘I got rhythm’ dan ‘Fascinatin’ Rhythm’ dibawakan.

Konser tannpa jeda ini kemudian ditutup dengan karya seminal Gershwin Rhapsody in Blue. Ditranskripsikan untuk solo piano oleh Gershwin sendiri, Gordeladze mengambil keputusan artistik untuk membawakan karya ini sebagai sebuah karya piano yang sama sekali berbeda dengan pendekatan orkestra dan piano dalam gentuk gubahan awalnya. Gordeladze secara berani menawarkan permainan rubato yang bebas yang mampu membuat penonton seberapapun familiar dengan karya awalnya menahan nafas. Namun demikian keberaniannya menggarap nada tetap menjadikan karya ini menarik untuk disimak dan tidak semata-mata menarik di telinga karena pendekatan yang berebda. Ia tetap setia mempertahankan garis melodi yang tetap terajut erat.

Gordeladze sendiri membuktikan keunggulannya sebagai seorang teknisi sejati lewat permainan musiknya yang sungguh mempesona. Kalimat musik yang runut disertai dengan sentuhan magis penuh warna pada piano. Keberaniannya dalam menyusun kalimat-kalimat musikal menjadi karya-karya yang dibawakan terdengar begitu fasih dan meyakinkan. Resital ini bisa jadi gratis, namun menyuguhkan musik yang berkualitas dan bukan sembaran, resital manis yang bukan hanya sebagai pengisi waktu, namun benar disuguhkan secara bercitarasa.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: