Kabar Terkini

Masterclass: Bukan Sekedar untuk Belajar


Di daerah di mana masterclass menjadi sebuah kebiasaan bagi banyak seniman-seniman muda, bisa jadi tujuan utama terlihat sangat biasa, yakni untuk mendapat kesempatan belajar dari guru-guru ternama. Namun apabila kita melihat lebih jauh dan hasil berbincang dengan beberapa musisi muda peserta masterclass, perhatian mereka ternyata bukan terutama pada belajar saja namun juga pada hal lain yang menurut mereka juga krusial untuk masa depan mereka.

Masterclass dan keinginan belajar adalah mungkin alasan yang mendasar bagi banyak musisi muda. Mereka ingin belajar lebih banyak dari musisi yang lebih berpengalaman. Namun di sisi lain, ada hal yang juga menjadi perhatian bagi mereka, karena bisa jadi pilihan untuk ikut masterclass bukan hanya sekedar mendapatkan guru yang mampu mengajar dengan baik. Karena banyak saja pemberi masterclass yang belum tentu merupakan guru yang baik, yang mampu memberikan masukan berarti bagi para siswa peserta masterclass. Seringkali nama-nama seniman besar yang terpampang sebagai pengajar masterclass tidak tentu merupakan guru yang baik.

Lalu mengapa tetap memilih seniman ternama namun bukan merupakan guru yang baik dalam masterclass? Jawaban mendasar bagi banyak seniman muda di mana masterclass dan kelas belajar musik dari para ahli adalah sebuah hal yang biasa, mengikuti masterclass adalah sebuah kesempatan bukan hanya untuk belajar namun juga menjadi kesempatan untuk bersosialisasi dan terlihat di depan publik.

Di Eropa dan Amerika di mana seniman musik klasik yang berkualitas bertaburan di sana-sini, mendapatkan kesempatan untuk naik ke atas panggung lalu kemudian dilihat oleh publik dalam sebuah pertunjukan adalah sebuah hal yang diperjuangkan banyak seniman muda. Kesempatan untuk tampil dan mendapatkan akses dilihat oleh para profesional baik pencari bakat maupun mendapatkan afiliasi dengan seniman ternama adalah sebuah hal yang mahal bagi para musisi muda ini. Mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian itu untuk kemudian dapat melaju di sirkuit umum.

Keinginan untuk belajar pun kemudian disertai dengan motif lain yakni membina relasi dengan para musisi profesional di bidangnya. Siapa tahu lewat koneksi yang terbangun  ini mereka dapat kemudian dapat membina koneksi ke pekerjaan-pekerjaan yang terbuka bagi mereka. Persoalan nyata dalam dunia perguruan tinggi sebenarnya hampir sama di mana-mana yakni tidak mudahnya menghubungkan lulusan dengan dunia kerja, sama halnya dengan perguruan tinggi musik. Kesempatan kerja akhirnya harus diciptakan sendiri oleh para peserta ini dan di antara banyak lulusan yang ada mereka pun perlu membuka jalan secara mandiri dan masterclass adalah salah satu platform mereka untuk mendapat perhatian dan juga jaringan untuk mengembangkan karir.

Banyak pekerjaan musisi pun seringkali adalah pekerjaan yang cukup sepi. Tidak mudah untuk mendapatkan kesempatan untuk mengenal rekan sejawat yang kemudian dapat saling berbagi dan menjalin tali kolegial. Masterclass bisa menjadi penghubung talenta-talenta yang ada dengan talenta lain sejawat yang berada dalam jenjang karir yang berbeda dan dapat saling belajar satu dengan yang lain.

Di sisi lain, masterclass dengan nama-nama besar meskipun tidak tentu ia mendapatkan ilmu yang berbeda dari guru mereka, namun nama-nama besar ini kemudian pun dapat pula menjadi legitimasi dalam portfolio dan curriculum vitae para musisi-musisi ini. Nama-nama musisi besar dunia bisa jadi menjadi kosmetik yang cantik untuk biografi para musisi ini, meskipun seringkali musisi besar ini tidak tentu sebenarnya dapat mengajar dengan lugas layaknya seorang dosen.

Terkadang bersamaan dengan semakin ternamanya guru pemberi masterclass hadir pula orang-orang penting dalam industri musik yang kemudian dapat menghubungkan talenta muda berbakat dengan dunia kerja. Tidak jarang pula pencari bakat malang melintang dalam sirkuit ini untuk mencari talenta muda dan segar.

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi mengikuti masterclass tidak selamanya berhubungan dengan ilmu ataupun untuk mengambil waktu untuk merefleksikan ilmu yang didapat dari guru kita sebelumnya lewat cara pandang guru lain sebagai pemberi masterclass. Namun seringkali masterclass ini adalah pula sebuah langkah pragmatis dalam mengembangkan karir dan jaringan. Menarik juga, hal ini pun perlu disadari oleh banyak musisi muda kita.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: