Kabar Terkini

Bekraf Mengarsip Musik Bersama Irama Nusantara


~ mengacu kabar dari MetroTVnews.com

Badan Ekonomi Kreatif  (Bekraf) melakukan sebuah langkah strategis. Per tanggal 1 Juni ini, dilakukan nota kesepahaman antara Bekraf dengan Irama Nusantara dalam “Kerja Sama Pengarsipan dan Pendataan Hasil Industri Rekaman di Indonesia”.

Kerja sama dengan Irama Nusantara, sebuah organisasi non-profit, yang kemudian mengubah karya musik menjadi digital (digitalisasi) dan dapat diakses merupakan sebuah kemajuan tersendiri dalam industri musik yang berbasiskan pengaktifan kekayaan intelektual. Tanpa arsip, berbagai eksploitasi kekayaan intelektual menjadi sulit untuk dibuktikan, dan pula arsip ini dapat kemudian digunakan untuk menjadi referensi bagi pelaku industri musik ke depannya. Menurut Kepala Bekraf, Triawan Munaf, Indonesia yang lemah pengarsipan akan berguna bukan saja bagi musisi dan peneliti, namun juga bagi turis, seperti dikutip dari MetroTVnews.

Irama Nusantara telah mengarsip lebih dari 1000 album sejak 2011 kemarin dan akan semakin bertambah sejalan dengan perkembangan kerja sama dengan Bekraf akan bertambah dengan signifikan.

Langkah ini sebenarnya adalah langkah awal dalam menelusur benang kusut dalam industri musik Indonesia yang belum dapat bertumpu pada pemanfaatan kekayaan intelektual. Namun arsip adalah hanya arsip apabila tidak diiringi dengan kelengkapan information retrieval yang baik. Arsip hanya akan berguna apabila data yang ada dapat ditarik dan digunakan dengan mudah dan besar kemungkinan saat ini perlu didukung teknologi terkini. Teknologi terkini bahkan sudah menyentuh pengenalan musik lewat suara seperti yang dipopulerkan aplikasi Shazam.

Di ujung yang lain, persoalan royalti dan pengelolaannya juga masih jadi pekerjaan rumah yang panjang. Dibentuknya LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional) yang menaungi tiga organisasi Karya Cipta Indonesia (KCI), Royalti Anugerah Indonesia (RAI), dan Wahana Musik Indonesia (WAMI) diharapkan mampu menciptakan transparansi dan pergerakan royalti serta hak kekayaan intelektual yang hingga kini masih memiliki dunianya sendiri-sendiri tanpa standar yang jelas dan mengikat. Transparansi dan auditabilitas juga menjadi kondisi yang perlu diciptakan dalam pengelolaan hak cipta. LKMN sudah 1.5 tahun berdiri lewat  dan informasi gebrakan apa saja yang dilakukannya lewat jalur Kemenkumham masih perlu dikaji lebih jauh. LKMN pun ternyata belum memiliki websitenya tersendiri hingga berita ini diturunkan yang setidaknya dapat memberikan gambaran umum langkah apa saja yang telah dilakukan.

Kini Irama Nusantara akan bekerja dengan fokus pada musik industri 1950-1970an. Banyak zaman lain dan musik di luar musik industri yang sebenarnya juga perlu untuk digarap. Teknologi retrieval yang canggih pun akan mengoptimalkan fungsi arsip karya cipta. Hal ini sedikit banyak tergambar dari video Irama Nusantara di bawah yang dibuat tahun 2013.

Hak kekayaan intelektual cukup rumit dan langkah yang harus diambil untuk membereskan benang kusutnya harus cerdik dan segera.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: