Kabar Terkini

Jadi Apa Tujuanmu?


Sebagaimana banyak seniman di Indonesia tidak tentu memahami apa tujuan mereka dalam berkesenian, tidak sedikit pula organisasi seni yang sebenarnya tidak memahami tujuan mereka dalam berkegiatan. Duduk diam, memikirkan dan kemudian menuangkan tujuan dalam tulisan mungkin adalah salah satu kegiatan yang paling dianggap remeh dalam kesibukan berkesenian, padahal hal ini sangat penting.

Memikirkan dan kemudian menuangkan tujuan dalam berkesenian baik untuk individual maupun organisasi memang paling sulit. Bisa jadi ada yang berpendapat bahwa tujuan organisasi adalah tulisan omong kosong yang hanya dilaksanakan ketika menulis proposal pendanaan dan tidak tentu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari organisasi. Namun alasan yang seringkali terungkap ini adalah sebuah pembelaan bahwa organisasi sebenarnya tidak mengetahui ke manakah arah yang ingin dituju dan enggan untuk menentukannya. ‘Sembari jalan saja,’ mungkin ini adalah jawaban paling jitu ketika menjalankan organisasi, sebuah komentar yang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ‘ikut arus saja’.

Lalu apa tujuan organisasi seni Anda?

Berikut adalah 5 tips untuk menentukan tujuan berorganisasi:

  1. Kenali organisasimu
    Apapun ukuran organisasimu, baik hanya beranggotakan 2 orang ataupun dengan karyawan 300 orang, mengenali organisasi adalah hal terpenting dalam menentukan tujuan organisasi. Mengenali organisasi berarti mengenali internal maupun eksternal juga perkembangan bidang yang digeluti. Mengetahui aset organisasi seni Anda sekaligus mengerti konteks yang berada di sekitar adalah vital dalam menentukan tujuan organisasi.
  2. Garap spesialisasimu
    Dalam berkesenian adalah mutlak untuk mengetahui spesialisasi organisasi yang dibentuk dan digarap. Spesialisasi ini bisa jadi bertumpu pada visi artistik maupun keahlian primer yang dimiliki oleh organisasi. Mengenali spesialisasi berarti juga mempersiapkan organisasi untuk memiliki identitasnya sendiri yang tentunya berpengaruh untuk menentukan arah tujuan ke depan.
  3. Garap dan kembangkan
    Ide menggarap dan mengembangkan tujuan juga perlu memiliki arahan yang jelas. Pastikan agar tujuan tidak terlalu sempit sehingga harus diubah setiap semester ataupun tidak terlalu umum dan diplomatis sehingga malahan tidak dapat membantu proses pengambilan keputusan operasional harian. ‘Mengembangkan seni musik di Indonesia’ adalah frase klise yang tidak dapat membantu organisasi sama sekali dalam organisasi.
  4. Partisipatif
    Dalam mengembangkan tujuan organisasi, yang perlu digarap di dalam organisasi masa kini adalah perlunya keterlibatan berbagai pihak dalam menentukan tujuan organisasi. Visi seorang pemimpin memang dibutuhkan, namun juga harus mampu menemukan titik temu tujuan dengan para pemangku kepentingan yang berada di dalam maupun di luar organisasi. Hal ini penting untuk memastikan tujuan organisasi menjadi tujuan bersama yang ingin diraih dengan keterlibatan semua pihak.
  5. Evaluasi periodik
    Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa dalam berkesenian dan berorganisasi tujuan organisasi memang bisa berubah dan menyesuaikan dengan  perkembangan zaman, namun hal ini tidak menutup untuk menentukan dan memutuskan tujuan organisasi terbaik yang relevan untuk saat ini. Tentu saja, kemudian sejalan dengan waktu evaluasi terhadap tujuan organisasi pun dapat dilakukan secara berkala. Evaluasi ini kemudian dapat melihat poin apa sajakah yang masih relevan dan manakah yang membutuhkan perubahan.

Hal seperti ini memang sangat mendasar, namun dibutuhkan niatan yang kuat untuk kemudian menentukannya bersama. Dan percayalah apabila tujuan sudah ditentukan, kualitas organisasi pun akan terlihat, mana yang baik dan mana yang buruk dan mana yang tanpa tujuan yang jelas. Beberapa organisasi pun hanya bersifat aji mumpung, bisa jadi bertujuan jelas, namun tidak memiliki pemikiran jangka panjang. Juga ada yang mungkin hanya berfokus pada agenda pemimpinnya saja. Atau sebenarnya tujuannya ada, namun ternyata tidak pernah dikomunikasikan dengan baik kepada pemangku kepentingan.

Mungkin patut pula kita bertanya pada organisasi yang kita ikuti saat ini, apakah tujuan organisasi ini? Bisa jadi Anda akan menemukan beberapa tanda tanya besar akan organisasi tersebut yang perlu diklarifikasi langsung oleh pemimpin organisasi Anda.

 

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: