Kabar Terkini

Kemdikbud dan Pengiriman Penggiat Budaya ke Luar Negeri


Menyenangkan melihat kesempatan yang dibuka oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bagi para penggiat kebudayaan, yaitu kesempatan untuk pengembangan diri dan pertukaran pengetahuan bagi lembaga seni di luar negeri. Lewat program yang baru dirilis 17 Juni 2016 lalu, Direktorat Jenderal Kebudayaan membuka jalur baru demi perkembangan sistem dan pengelolaan kebudayaan kita. Simak di sini:

http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/blog/2016/06/20/pengiriman-pegiat-budaya-ke-luar-negeri-2016/

Untuk angkatan pertama ini, para peserta akan dikirim ke Selandia Baru sedang untuk angkatan lain Australia, Korea Selatan, Jerman, Jepang, Norwegia dan Finlandia sudah menanti bagi para penggiat tari, musik, teater, film, seni visual, galeri dan museum dan kesejarahan.

Namun adalah menarik bagaimana dalam bidang kebudayaan khususnya seni pertunjukan digalang oleh Dirjen Kebudayaan dalam program ini. Di bidang musik, tari, teater terlihat sekali bagaimana Dirjen Kebudayaan lebih terfokus pada keberadaan seniman dan pekerja panggung dibanding dengan para penggerak dan manajer organisasi seni pertunjukan. Namun apabila kita awas terhadap galeri, museum dan kesejarahan, aktor di balik layar menjadi bagian yang integral dan perlu dikembangkan: manajer galeri dan museum, juga pegiat komunitas sejarah.

Perlu dicatat, festival sebagai salah satu upaya utama seni pertunjukan yang sedang naik daun di Tanah Air tidak tercakup dalam ranah ini, terlebih apabila festival tersebut multidisiplin. Yang kemudian menarik disimak adalah bidang ilmu kesejarahan yang masuk ke dalam bidang kebudayaan dan ternyata mencakup ekosistem yang cukup lengkap. Mungkin perlu digarisbawahi bahwa bidang ini hadir karena latar belakang kesejarahan dari Direktur Jenderal Hilmar Farid yang adalah seorang sejarawan.

Ketimpangan visi ini tercermin adanya kemungkinan ketimpangan pemahaman di dalam Dirjen Kebudayaan akan pentingnya keberadaan ekosistem seni pertunjukan. Kita ambil saja dari bidang musik yang hanya mendaftarkan komponis dan musisi di dalamnya. Padahal dalam bidang ini hadir pula musikolog dan etnomusikolog, teknisi suara dan bahkan penggiat komunitas musik kesemuanya belum tercakup dalam ranah ini padahal memiliki padanannya di bidang sejarah. Dengan kuota orang yang sama 10 orang, ternyata cakupan profesi yang digarap di bidang musik cenderung sangat sempit.

Meskipun demikian, penulis tidak menutup kemungkinan bahwa penyelenggara melihat kapasitas Selandia Baru sebagai negara tujuan sehingga membatasi cakupan profesi yang dikirimkan. Besar harapan bahwa untuk angkatan berikutnya akan hadir perubahan dalam cakupan profesi yang memungkinkan lebih banyak spektrum penggiat seni dan budaya yang dapat hadir di dalamnya.

Program ini akan berlangsung selama 25 hari didahului dengan masa orientasi dan diikuti 20 hari di Selandia Baru. Bagi para peminat, dipersilakan untuk mendaftarkan diri hingga 26 Juni ini.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

3 Comments on Kemdikbud dan Pengiriman Penggiat Budaya ke Luar Negeri

  1. kok g jelas ya pengumuman setelah pasca di tutupnya pendaftaran

  2. belum ada follow up dari panitia

  3. Informasi Pegiat budaya gelombang kedua kapan ya..informasinya donk.. terima kasih..

1 Trackback / Pingback

  1. Ingat Pelatihan Pegiat Kebudayaan? Kini Status Tidak Jelas – A Musical Promenade

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: