Kabar Terkini

BBC Singers di Hari Bersejarah Inggris


Pagi hari itu publik dunia dikejutkan oleh kabar bahwa Inggris Raya akan keluar dari Uni Eropa. Namun malam harinya ada sedikit rasa yang berbeda muncul dari konser yang diadakan BBC Singers di St. Bartholomew-the-Great, bangunan gereja paling tua di kota Inggris dengan sejarah lebih dari 900 tahun yang masih berdiri tegak. BBC Singers sendiri menunjukkan warna yang sedikit meneguhkan hati. Mengangkat tema kematian, konser kemarin juga mengetengahkan harapan baru, peneguhan yang mereka butuhkan seusai keputusan untuk lepas dari Uni Eropa dijatuhkan.

Malam itu 3 buah rangkaian karya puitik paduan suara acapella dibawakan. Dua di antaranya yang diangkat dari puisi berbahasa Inggris. Karya  bariton BBC Singers, Jamie W. Hall berjudul To Every Thing… yang ditulis tahun 2012-2014 dibawakan dengan sigap. Karya yang penuh warna dan harmoni ini terdiri dari empat bagian yang cukup hidup, meski digarap dengan ketepatan yang tinggi.

Karya berikutnya adalah karya Hubert Hastings Parry yang megah dan bercorak harmoni Inggris yang kental berjudul Songs of Farewell.  Pada karya ini, 24 vokalis BBC Singers dibawah pimpinan David Hill tampil dengan lepas dan artistik. Pemenggalan kalimat yang jelas dibalut dengan kontrol penuh akan makna musik yang ditampilkan menjadi bagian dari suguhan energi dalam konser malam itu. Sungguh dapat dikatakan BBC Singers adalah salah satu paduan suara profesional yang jawara dalam interpretasi karya romantik dan kontemporer Inggris.

Tiap barisan paduan suara memberi warnanya tersendiri. Barisan bass terdengar kokoh namun lembut, sedang tenor terdengar ringan dan presisi. Alto pun memberi warna yang cemerlang dan padu. Namun sayangnya seluruh paduan suara dibatasi oleh kelenturan barisan sopran yang rendah sehingga di beberapa kesempatan terasa kaku dan kasar. Namun yang menarik adalah bagaimana seluruh anggota paduan suara mengamati dengan seksama kepemimpinan Hill yang luwes sekaligus mengimbuhinya dengan keterampilan musik kamar yang tinggi. Beberapa kali penulis tersentak dengan dengan bagaimana pengaba memutuskan untuk memimpin musik 1-1.5 detik di depan para penyanyi dan penyanyi tetap mampu mengeksekusinya dengan bersih.

Di babak pertama, Officium defunctorum karya Tomás Luis de Victoria menjadi pembuka konser. Meski terdengar indah, namun terasa bagaimana karya ini tidak banyak digarap oleh David Hill sehingga secara umum terdengar kurang tanggap dan cerdik dalam menggali keindahan karya dari era renaisans ini. Peristiwa ini serupa dengan yang penulis alami di tahun 2013 yang lalu ketika menyaksikan satu-satunya paduan suara profesional purnawaktu di Inggris, dengan jadwal konser setidaknya seminggu sekali dan secara rutin mengisi acara radio BBC 3 ini.

Meski demikian, mungkin juga tanpa direka sebelumnya, malam Requiem kemarin adalah perwujudan apa makna menjadi seorang warga Inggris di hari bersejarah ditutupnya babak kebersamaan Inggris dengan Uni Eropa. Kental dengan nasionalisme dan profesionalitas, memasuki ranah ketidakpastian demi mencari sebuah masa depan yang lebih cerah.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: