Kabar Terkini

Bertemunya Pendidikan Musik dan Psikologi Musik di York


IMG_4465.JPG

Pada tanggal 22-23 Juni 2016, Departemen Musik University of York mengadakan sebuah konferensi bertajuk “Music Education and Music Psychology Student Conference” yang diinisiasi oleh mahasiswa untuk mahasiswa. Konferensi yang diadakan di Rymer Auditorium, Jack Lyon’s Concert Hall ini dihadiri oleh mahasiswa sarjana, magister, dan program doktoral. Dalam konferensi tersebut, terdapat 2 sesi presentasi oral yang mempresentasikan dua sampai empat penelitian tiap sesinya dan 1 sesi presentasi poster di tiap harinya. Konferensi dibuka oleh Dr Elizabeth Haddon yang adalah kepala dari MA in Music Education dan Dr Hauke Egermann selaku kepala dari MA in Music Psychology yang baru dibuka di University of York tahun ini. Keynote speaker pada konferensi ini adalah Professor Graham Welch dari University College London Institute of Education yang menyampaikan penelitiannya mengenai pendidikan musik instrumental di Inggris dan manfaatnya bagi anak-anak.

Topik mengenai pendidikan musik lebih banyak dikupas pada konferensi ini dan juga beberapa topik-topik pada psikologi musik khususnya psikologi musik dalam pertunjukan. Penelitian-penelitian yang dipresentasikan pada bidang pendidikan musik yaitu mengenai expresiveness dan gestur pemain piano, penggunaan teknik bernyanyi untuk latihan musik instrumental, teknik-teknik mengajar privat di rumah, strategi sight reading, dan efektivitas masterclass dalam  meningkatkan kohesivitas kuartet vokal. Pada bidang psikologi musik, presentasi yang dilakukan yaitu mengenai efek mendengarkan musik pada stres, manfaat bermain musik pada anak Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), pengaruh musik pada evaluasi emosi, dan eksplorasi pada latihan musik kamar.

Konferensi ini juga mengadakan workshop pada hari pertama. Workshop dipimpin oleh Michael Davidson dari SOAS dan Hertfordshire Music Services mengenai pengajaran musik inklusi pada siswa-siswa berkebutuhan khusus di sekolah. Pada workshop tersebut, seluruh peserta membuat lingkaran dan masing-masing diberikan sebuah ukulele. Kurikulum musik terbaru di sekolah dasar Inggris memang sudah tidak lagi mengajarkan musik menggunakan pianika atau rekorder dan diganti dengan ukulele. Pada workshop singkat tersebut, Michael mengajarkan dasar bermain ukulele. Kemudian secara bergantian Michael meminta memainkan nada sesuai instruksinya secara bergantian sesuai arah jarum jam. Sempat dilakukan sesi improvisasi di mana tiap peserta bebas mengekspresikan permainan ukulele yang ingin dilakukannya baik dengan cara memetik senar maupun memukul badan ukulele. Sayangnya tidak banyak penjelasan mengenai pendidikan inklusi yang dilakukannya pada sesi tersebut dan lebih banyak praktek bermain ukulele.

IMG_4473.JPG

Suasana workshop bersama Michael Davidson

Pembicara keynote menyampaikan materinya pada hari kedua. Presentasi dibuka dengan Professor Graham menjelaskan mengenai fungsi musik pada otak manusia. Disampaikannya bahwa seseorang yang bermain musik memiliki korteks di otak yang lebih baik dibandingkan dengan orang yang tidak bermain musik. Bagian otak yang memproses musik juga merupakan dengan bagian otak yang memproses kemampuan berbahasa. Penelitian lain juga menemukan bahwa otak pemain musik memiliki grey matter yang lebih banyak daripada yang tidak bermain musik. Grey matter adalah bagian dari sistem syaraf pusat otak yang berfungsi untuk mengendalikan otot, persepsi, kemampuan berbicara, emosi, dan pembuatan keputusan. Atas dasar bahwa musik memiliki fungsi yang baik bagi anak-anak, Professor Graham menjalankan sebuah program untuk memberikan kesempatan untuk seluruh siswa-siswa di sekolah untuk dapat bisa bermain musik secara gratis. Program yang sudah dijalankan sejak tahun 2010 ini dijalankan di London, Leeds, dan Newcastle. Secara pribadi mendengar ini muncul kekaguman terhadap penyokong dana program ini karena dapat memberikan pendidikan musik gratis, termasuk membelikan alat musik untuk dimainkan, untuk banyak sekolah di Inggris.

IMG_4487

Keynote Speech oleh Professor Graham Welch

Konferensi pada hari kedua diakhiri dengan sesi diskusi dengan seluruh pembicara yang terlibat. Diskusi hanya dilakukan selama 30 menit dan hanya sempat membahas sedikit mengenai teknik pengajaran musik instrumental. Konferensi memberikan wawasan dan inspirasi tentang efektivitas metode-metode pengajaran musik yang dapat dikembangkan, peningkatan performa dalam bermain musik pada musisi baik secara individu maupun berkelompok, dan pengaruh musik pada emosi manusia. Penelitian dari bidang pendidikan musik diharapkan membantu para pendidik lebih mawas dalam proses pengajarannya. Terbatasnya topik psikologi musik dalam konferensi ini dapat mengindikasikan bahwa penelitian terkini yang sedang berkembang adalah dalam bidang musik dan emosi. Ke depannya diharapkan lebih luasnya bidang penelitian psikologi musik yang dapat diteliti seperti musik dan kesehatan, kognitif, atau psikoakustik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: