Kabar Terkini

Musisi Memprotes Hasil Brexit di Samping St. Martin-in-the-Fields


Lagi-lagi musik menjadi jawaban atas problematika Brexit yang baru lalu. Sekelompok musisi memutuskan untuk berkumpul di lapangan gereja St. Martin-in-the-Fields, London yang juga dikenal sebagai gereja yang sangat aktif mendukung kegiatan musik dan memprotes hasil referendum yang diperkirakan akan memukul sektor kreatif di Inggris, termasuk sektor musik.

Orkestra ini kemudian mengangkat karya Beethoven ‘Ode to Joy’ dari Symphony no.9 yang menjadi lagu resmi dari persaudaraan di Uni Eropa, sebagai bentuk solidaritas mereka dan keinginan mereka untuk bersatu dengan Uni Eropa. Kelompok musisi adalah kelompok yang paling terdampak karena mereka sangat mengandalkan mobilitas lintas batas untuk membangun karir. Ribuan musisi Inggris kini berada di Uni Eropa untuk berkarya, juga di banyak orkestra, opera dan sektor kreatif musik di Inggris yang kini didukung talenta-talenta berkualitas dari Eropa. Menurut para musisi ini, keikutsertaan Inggris dalam keluarga Uni Eropa adalah sebuah keputusan yang perlu dipertahankan untuk semakin memperkaya budaya di Inggris.

London sendiri adalah kota yang metropolis dan mendukung ‘Remain’ 60%-40% pada referendum kemarin.

Orkes ini adalah orkestra dadakan yang bermain tanpa berlatih di Jumat malam kemarin sebagai perwujudan keprihatinan mereka akan lunturnya nilai-nilai universalitas dan kemanusiaan yang diperjuangkan Uni Eropa.

St. Martin-in-the-Fields sendiri memiliki signifikansi makna tersendiri. Gereja ini adalah salah satu gereja yang paling aktif mendukung kegiatan seni dan memiliki kebijakan pintu terbuka untuk menerima berbagai orang dari berbagai latar belakang sebagai bagian dari kegiatan sosial mereka yang terkemuka di London untuk gelandangan dan orang-orang jalanan di London juga tempat perhentian prajurit perang yang terluka ketika Perang Dunia lalu. Gereja ini terletak di seberang salah satu lapangan utama di London yang juga menjadi tujuan wisata, Trafalgar Square.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: