Kabar Terkini

Niatan Baik Berbuah Pahit


Cinta dan niatan baik nyatanya bisa berbuah pahit. Hanya kebijaksanaan dan ketulusan yang dapat membersihkannya. Inilah tema kisah opera Jenufa yang dibawakan English National Opera malam ini. Buah karya dari komponis Leoš Janáček menjelajah warna emosi dan ketulusan lewat karya yang digubah di peralihan abad 19-20 lalu ini.

Sebagaimana semangat English National Opera untuk menyajikan opera yang menjangkau penonton lebih banyak, opera verismo yang berpaku pada tema kehidupan nyata ini bukanlah karya yang populer di mata pecinta opera namun dibentuk menjadi lebih mudah dipahami dengan diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Ya, English National Opera adalah organisasi opera yang berkomitmen untuk menyajikan opera-opera terjemahan dalam bahasa Inggris supaya mampu dinikmati lebih banyak orang, posisi yang sangat unik dalam garapan opera manapun. Memang tidak mudah untuk menyajikan sebuah terjemahan yang bercitarasa dan mampu menjaga keindahan dari karya asli. Namun pertunjukan kemarin yang dipimpin langsung oleh direktur musik Mark Wigglesworth menunjukkan betapa terjemahan ini digarap dengan sungguh. Organisasi ini juga berkomitmen untuk mengangkat talenta Inggris di atas pentas, yang terlihat dari susunan pemeran malam ini.

Janacek menulis opera 3 babak ini dalam penuturan yang lugas meskipun tidak sederhana. Babak pertama terasa lebih kaku dibanding babak kedua dan ketiga yang mampu memancarkan emosi secara penuh. Karya inipun terlepas dari pakem opera yang berpadu aria, duet, trio dan resitatif. Ia meneruskan tradisi Wagner dengan komposisi yang terjalin penuh, terkecuali untuk efek-efek dramatis, namun tanpa satu bagian aria yang jelas untuk membentuk dialog yang lebih nyata antar pemeran. Teks olehnya juga digarap seakan separuh merdeka dari musik sehingga musik mampu berekspresi bersama kata-kata dari pemeran di atas panggung meskipun tidak selalu melekat dengan musik, elemen yang dijaga penuh oleh penerjemah Otakar Kraus dan Edward Downes.

Malam itu, terlihat bagaimana keunggulan sebuah repertory opera yang mengandalkan artis tetap dibandingkan dengan format opera lainnya di mana pemain terus berganti. Chemistry antara karakter mampu disajikan secara utuh dan mengena. Laura Wilde berperan sebagai Jenufa mampu membawakan karya ini dengan kedalaman karakter, demikian juga Peter Hoare sebagai Laca dan Nicky Spence sebagai Steva menghadirkan pertentangan dan intensi secara cemerlang dalam peran mereka. Puji juga harus dilayangkan kepada Michaela Martens yang menghadirkan karakter Kostelnicka di atas panggung. Graeme Danby yang berperan sebagai mandor dan walikota pun terlihat penuh kharisma Meskipun karya ini tanpa aria, terlihat bagaimana karakter dibangun dan diberikan momen untuk bersinar dalam cerita dan dieksekusi dengan baik oleh barisan pemain.

Orkestra pun hadir dengan kekuatan penuh dan membara dibawah arahan Mark Wigglesworth. Solo Janice Graham yang membuai ditemani dengan seksi gesek yang lentur dan seksi tiup logam yang lantang. Kontan saja orkestra terdengar membahana di teater London Coliseum berkapasitas 2560 orang yang menjadi markas English National Opera itu. Set yang dirancang oleh Charles Edwards pun mampu menghadirkan kesederhanaan namun penuh makna.Jenufa ENO

Tahun lalu, Dewan Kesenian Inggris menarik dukungan untuk tahun 2015-2018 bagi kelompok ini yang berujung gejolak finansial yang mengejutkan semua pihak. Padahal secara artistik, kelompok opera ini sedang mengalami masa keemasan dan menuai pujian yang tiada henti selama beberapa tahun terakhir. Ditengarai terjadi persoalan transparansi dan perencanaan di pihak manajemen yang diidentifikasi oleh Dewan Kesenian sehingga akhirnya dukungan pun dicabut. Direktur utama organisasi merasa bertanggung jawab dan mengundurkan diri. Namun setelah terguncang tahun lalu, English National Opera perlahan bangkit dengan mengandalkan dukungan swasta dan dana hibah serta reformasi yang tidak main-main di sisi manajemen maupun artistik. Sebagai organisasi opera teratas di London bersama Royal Opera House Covent Garden, ENO membuktikan nilainya di mata publik dan tetap mempertahankan kualitasnya, terbukti dalam pagelaran Jenufa malam ini.

Namun sebagaimana kisah Jenufa malam ini, niatan baik bisa saja tidak digapai dengan usaha yang baik pula sehingga mengakibatkan kepedihan. Namun hanya dengan kesungguhan dan ketulusanlah akhirnya kebahagiaan dapat diraih, demikian pula ENO mengemas pesannya malam ini, sajian yang menjadi pembelajaran bagi semua.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: