Kabar Terkini

Cerdiknya Sang Tukang Cukur


Malam ini, kisah sang tukang cukur cerdik yang menjadi sajian di atas panggung Royal Albert Hall. Count Almaviva jatuh cinta kepada seorang gadis, Rosina yang tinggal di kota Sevilla bersama pengasuhnya, Dr. Bartolo. Pengasuh ini begitu keras menjaga gadis Rosina yang cantik hingga kebebasannya pun terenggut. Ternyata, diam-diam Dr. Bartolo yang picik ini juga menaruh hati pada Rosina, berharap usahanya menjauhkannya dari para pria akan mengundang gadis ini untuk jatuh cinta dan menikahinya. Caunt Almaviva pun pergi mencari bantuan untuk memenangkan gadis cerdik yang terpingit ini. Dan Figaro, sang tukang cukur yang cerdik inilah yang kemudian menjawab permintaan Almaviva. Figaro mengiyakan tawaran uang dari Almaviva dan kemudian pertualangan konyol namun seru menjadi kisah utama opera ini.

Ya, karya opera komedi dari Gioachino Rossini ‘Il Barbiere di Siviglia’ yang disajikan dalam rangkaian BBC Proms 2016 malam ini. Dipentaskan secara utuh, opera ini dibawakan dengan format pementasan semi-staged dengan properti yang minimal dan orkestra berada di atas panggung.

Namun pementasan kemarin sama sekali bukanlah pementasan yang setengah-setengah. Dengan orkestra juga menjadi bagian dari laga di atas panggung, pementasan opera yang disutradarai oleh Sinéad O’Neill seorang musikolog dan sutradara opera Inggris ini tampak begitu hidup sekaligus jenaka, hal-hal kecil dalam dramaturgi dipikirkan dengan sungguh dan kerap mengundang tawa. Dipimpin oleh konduktor Enrique Mazzola, pementasan kali ini adalah sebagai peringatan ke-200 tahun dari opera yang diperdanakan di Teatro Argentina di Roma tahun 1816. London Philharmonic Orchestra menjadi orkestra yang mengawal karya bernuansa peralihan klasik-romantik ini.

Soprano Danielle de Niese yang berdarah Sri Lanka dengan kelincahan vokal yang luar biasa membawakan karya Rosina dengan menawan. Tenor Taylor Stayton sebagai Caunt Almaviva yang berusaha meminang Rosina juga tampil dengan resik dan meyakinkan. Demikian juga Alessandro Corbelli yang bersuara bariton memerankan peran Dr. Bartolo, pengasuh yang juga jatuh cinta pada putri asuhnya Rosina, dengan hidup dan mampu mengundang tawa. Bariton Björn Bürger yang memerankan tokoh utama Figaro, sang tukang cukur yang banyak akal dengan terampil semberi memberi nafas komedi yang pekat pada karya ini.

Paduan suara pria Glyndebourne Chorus dari Opera Glyndebourne yang ternama menjadikan kisah ini semakin menarik bersama dengan aktor Tommy Luther, Maxime Nourissat, dan Jofre Caraben van der Meer yang menjadikan karya ini sedemikian jenaka.

Menarik sekali melihat bagaimana para pemeran menggunakan setiap jengkal panggung dan bahkan arena luar panggung untuk menghidupkan karya opera ini. Orkestra pun tampak berinteraksi dengan penyanyi bahkan meminum anggur yang ditawarkan kepada mereka di tengah permainan, demikian juga sang konduktor Mazzola yang beberapa kali harus turun tangan langsung ke pentas ‘menegur’ para penyanyi dan juga berbincang dengan penyanyi. Karya ini jadi sangat asyik untuk disaksikan terlebih dengan kejenakaan yang hidup. Orkestra pun juga tampil dengan dorongan tersendiri khas orkestra simfonik yang memperhatikan detail balans dalam suara.

BBC Proms pun mengemas acara ini dengan menarik. Selain aksi panggung, 2 jam sebelum konser, sebuah seminar dan acara bincang-bincang pun diadakan. Tema yang diangkat adalah ‘Peran Jenggot dan Para Tukang Cukur di Eropa abad 18-19’, sebuah acara bincang-bincang yang menarik karena terasa remeh namun memberikan dimensi pengetahuan yang besar akan peran kultural kumis dan jenggot dalam persepsi tubuh di masa itu, juga tentu saja ini berkaitan dengan peran seorang tukang cukur di masa itu. Tukang cukur adalah seorang yang ahli namun juga dipandang dengan kehati-hatian. Memilih tukang cukur yang tepat menjadi kebutuhan warga kelas atas ketika itu karena di telinganya pula gosip-gosip dan kisah-kisah di lingkar kekuasaan terdengar dan beredar.

Barber of Seville adalah salah satu perwujudan kecerdikan seorang tukang cukur sekaligus pula kesetiaannya pada Count Almaviva. Kisah lucu yang membuka minggu ini.

Barber of Seville2

 

Iklan
About mikebm (1238 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: