Kabar Terkini

Satu Nafas Terakhir Orkes Radio Stuttgart


Malam ini di BBC Proms 17 adalah satu helaan nafas terakhir dari Stuttgart Radio Symphony Orchestra. Benar, ini adalah sungguh konser terakhir dari orkestra binaan radio pemerintah Jerman Südwestrundfunk. Namun konser malam itu adalah nafas terpanjang dari orkestra bersejarah ini yang efektif akan gulung tikar per 31 Agustus nanti dan dimerger dengan SWR Simfonieorchester Baden-Baden und Freiburg.

Satu setengah tahun lalu, penulis menyaksikan sendiri lewat konser di Lucern bagaimana SWR Simfonieorchester Baden-Baden und Freiburg begitu terpukul mendengar kabar merger yang akan mengorbankan ratusan musisi dari kedua belah pihak orkestra. Kini, penulis kembali menyaksikan hembusan nafas terakhir dari orkestra rekan merger mereka, Orkes Radio Stuttgart.

Di konser terakhir inipun Stuttgart masih nampak begitu memikat, segar dan inovatif. Di bawah arahan konduktor emeritus Sir Roger Norrington, orkestra ini tampil dengan kekuatan penuh, dengan 17 pemain tiup kayu (dobel oktet) dan 12 pemain tiup logam serta lebih dari 60 orang pemain gesek. Konser pun dibuka dengan kehadiran overture karya Berlioz Beatrice and Benedict yang tidak kerap didengar.

Begitu membunyikan not pertama, terasa benar karakteristik suara orkestra yang ditempa di studio rekaman di Jerman ini. Suaranya yang cenderung ramping namun memiliki momentum sungguh mencerahkan, warna yang cenderung berbeda dengan orkes-orkes di kota London yang mengandalkan palet suara yang lebar berbobot. Suara khas Stuttgart yang digarap oleh Norrington lewat kepemimpinannya sebagai konduktor kepala di tahun 1998-2011 ini terdengar untuk terakhir kalinya. Penalaan orkestra Jerman juga tentunya memegang peranan penting dalam menciptakan kilau tersebut. Biola 1 dan 2 pun mengambil tempat di kanan dan kiri sedang barisan kontrabas berjejer di barisan paling belakang dari orkestra bersebelahan dengan timpani.

Di karya kedua, orkestra pun tampil dengan mencengangkan. Ya,  baru kali penulis mendengar dan menyaksikan sendiri innovasi nyeleneh dari formasi orkestra. Orkestra berkurang separuhnya untuk memainkan karya Beethoven Piano Concerto No.4, Op. 58 ini. Piano pun berada menjorok di tengah orkestra dengan solois pianis asal AS, Robert Levin memunggungi penonton. Orkestra pun mengelilingi piano dengan seksi gesek di kiri dan kanan pianis, seakan membentuk sebuah lingkaran. Tapi, Levin tidak memimpin karya ini, Norringtonlah yang memimpin karya ini dengan duduk mendirigen menghadap penonton tepat di depan seksi tiup kayu. Ya, ia memunggungi seksi tiup dan menghadap seksi gesek yang membentuk setengah lingkaran.

Stuttgart Radio Symphony Orchestra2 last concertFormasi yang aneh, namun orkestra hadir dengan permainan orkes kamar yang menarik. Kepemimpinannya yang minimalis mendorong seluruh orkestra untuk berkolaborasi dan saling mendengarkan. Nafas permainan terdengar amat natural dan berbaur sempurna dengan permainan piano Levin. Dalam formasi ini, piano tidak lagi tampil sebagai solois dengan kecemerlangan permainan, melainkan hanyut jadi satu dalam orkestra. Norrington pun duduk mengaba dengan mimik wajah yang dapat dilihat seluruh penonton. Pengalaman yang sungguh menakjubkan.

Symphony No.1, Op.68 dari Johannes Brahms menjadi sajian puncak dengan keseluruhan 92 orang musisi di atas panggung. Meskipun berukuran besar, tidak sekalipun orkestra terdengar berat menyeret, melainkan tetap ramping dengan nukleus energi yang terus menggelegak. Brahms di tangan seluruh musisi ini hadir dengan semangat namun tidak tenggelam dalam sentimentalisme, sebuah pendekatan yang teramat sulit untuk karya Brahms yang seakan selalu menuntut pemain untuk bermandikan emosi. Simfoni pertama dari Brahms ini membutuhkan setidaknya 25 tahun untuk diselesaikan. Ia menyelesaikannya di usianya yang ke-40, sebuah pencapaian dalam karir sang komponis yang sebelumnya berpendapat bahwa ia tak akan mampu menyelesaikan sebuah karya simfoni. Tepuk tangan pun menggelegak di akhir bagian kedua karena penonton tak dapat menahan emosi mereka, Norrington pun malahan berbalik untuk mengundang penonton bertepuk bersama hingga Royal Albert Hall pun riuh. Menurutnya, aksi ini adalah bagian dari menghargai musik sebagai bagian dari hidup. Orkestra pun akhirnya melanjutkan program dan menutup konser dengan gemilang.

Di akhir konser, tepuk tangan riuh membuat orkestra membawakan satu lagi karya Brahms Hungarian Dance no.5 yang ternama. Setelah encore ini Natalie Chee, sang concertmaster, akhirnya mengambil mikrofon dan mengumumkan bahwa konser BBC Proms ini adalah konser penghabisan untuk orkestra yang dibentuk tahun 1945 dan bermarkas di kota Stuttgart ini.”Enam kali kami hadir di BBC Proms di Royal Albert Hall ini di antara kawan-kawan penonton yang sedemikian hangat yang selalu jadi kesukaan kami dan konser ini akan menjadi yang terakhir bagi kami sebelum merger efektif dilakukan September ini. Terimakasih mendalam kepada seluruh penonton, Sir Roger Norrington dan pendengar yang mendengarkan lewat siaran langsung di radio. Perkenankan kami memohon diri dengan memainkan satu karya terakhir ini seraya mengucapkan terimakasih,” kata Chee.

Karya Nimrod dari Enigma Variations pun menggema dengan sendu dan deru, mengantar satu nafas terakhir dari Stuttgart Radio Symphony Orchestra. Seluruh penonton berjumlah 5000 orang dengan penuh emosi menjawab peristiwa bersejarah ini dengan memberi tepuk tangan meriah sambil berdiri sebagai tanda perpisahan untuk orkestra ini. Mata penonton dan para pemain pun berkaca-kaca menyaksikan nada-nada terakhir orkestra ini. Para pemain pun saling berpelukan mengucapkan selamat tinggal, satu persatu meninggalkan panggung. Hingga panggung kosong pun seluruh tepuk tangan masih membahana – menghantarkan kepergian dari Stuttgart Radio Symphony Orchestra ini.

 

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

2 Comments on Satu Nafas Terakhir Orkes Radio Stuttgart

  1. The Pilgrimer // 1 Agustus 2016 pukul 6:11 pm //

    Oh dear… *sigh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: