Kabar Terkini

Pelecehan Seksual di Kelompok Musik? Nyata di Indonesia!


 

Pelecehan seksual adalah persoalan yang nyata dalam dunia pekerjaan. Kelompok musik pun tidak terkecuali, termasuk paduan suara dan orkestra. Dibutuhkan penanganan yang sungguh akan permasalahan seperti ini. Termasuk di Indonesia, karena penulis mengalaminya sendiri dalam bentuk verbal ketika baru bergabung dalam sebuah paduan suara sekitar satu dekade lalu. Iya, permasalahan ini cukup nyata dalam dunia musik di Indonesia.

Lauren Pierce dalam video berikut berbagi tentang pengalamannya dalam mengalami pelecehan seksual ketika ia menjadi pemain pengganti di sebuah orkestra. Berikut kisahnya:

Hal ini bukanlah sesuatu yang unik dan hanya terjadi di Amerika Serikat. Hal seperti ini juga terjadi di Indonesia, perbuatan perpeloncoan untuk anggota baru maupun pendekatan yang berkesan agresif dan tidak menyenangkan bisa jadi terjadi di kelompok Anda. Jujur saja dalam pengalaman penulis, karena keanggotaan penulis bersifat sukarela, penulis memutuskan untuk mundur begitu dalam latihan pertama mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan seperti itu.

Seringkali seperti yang dialami Lauren Pierce yang tidak dapat bersikap frontal dengan kejadian seperti ini, banyak anggota baru paduan suara juga mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dan tidak senonoh, namun tidak dapat buka suara karena akan dianggap mencari-cari masalah di dalam kelompok tersebut. Mereka pun terpaksa untuk tunduk dalam lingkungan yang tidak menyenangkan tersebut. Ingat, pelecehan seksual bukan harus bersifat fisik, tapi juga dapat bersifat verbal dalam ucapan-ucapan yang tidak menyenangkan.

Hati-hati… Bagi Anda yang menjadi korban maupun Anda yang kerap melakukan pendekatan verbal dengan tidak senonoh. Apakah kelompok musik Anda ada budaya seperti ini? Harap diingat, paduan suara, orkestra, ataupun ensembel apapun bukanlah sebuah ruang di mana anggota meluapkan dominasinya dalam bentuk sindiran-sindiran maupun canda yang menyerempet secara seksual dan membuat tidak nyaman anggota lainnya. Kelompok musik adalah untuk bermusik dan berkawan, bukan untuk mencari mangsa. Bagi anggota paduan suara lain, apabila Anda merasa tidak nyaman dengan canda-canda yang mengungkapkan dominasi seksual meskipun tidak ditujukan pada Anda. Ya, canda tersebut adalah sebuah pelecehan seksual.

Sudah saatnya membina kelompok musik dengan budaya kerja yang sehat.

~lebih lengkap silakan baca blog Who’s Your Audience ini.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: