Kabar Terkini

Membedah Beethoven Bersama Orkestra Tertua


Bagai pisau bedah yang mungil menggores permukaan kulit, sedemikian presisinya permainan instrumen gesek dari orkestra yang hadir malam ini. Setiap goresannya seakan membuka sebuah perspektif lain dari jagat suara, mengiris halus lapis demi lapis suara berbalut keindahan. Oktet tiup kayu membalas dengan padat tertakar sempurna, french horn pun membalas lembut bersama dengan tiup logam lain. Orkestra malam ini seakan hadir bagai sebuah perlengkapan bedah sempurna untuk meneliti mahakarya komponis Jerman Ludwig van Beethoven.

Presisi orkestra ini sungguh bagai pisau bedah, namun malam kemarin orkestra ini juga mengetengahkan fleksibilitas yang berbeda dan terasa begitu hidup, bergerak dan berputar dengan leluasa. Permainan yang bersih bukannya menjadikan orkestra ini miskin rasa, justru musik serasa bertumbuh subur di sana. Mungkin ini yang menjadi kekuatan sekaligus tradisi orkestra aktif tertua di dunia, Leipzig Gewandhaus Orchestra yang sejarahnya dapat dilacak hingga tahun 1743 dan bersentuhan langsung dengan banyak komponis dan konduktor dunia yang melegenda. Penampilan kali ini dipimpin konduktor kehormatan orkestra ini, Herbert Blomstedt. Dengan kualitas nada yang terkontrol, hidup orkestra ini justru hadir lewat nafasnya yang natural akan karya-karya klasik komponis Ludwig van Beethoven yang juga menjadi spesialisasi Blomstedt.

Setelah dibuka dengan Overture ‘Leonore’ no.2, orkestra kemudian berkolaborasi dengan pianis Andras Schiff yang membawakan karya Beethoven Konserto Piano no.5 ‘Emperor’ dengan istimewa. Schiff pianis Inggris kelahiran Hungaria mengetengahkan karya konserto piano ini dengan kejernihan yang tiada tara. Permainannya virtuosik dikemas dengan interpretasi dengan cita rasa yang berkelas dan elegan. Di tangannya konserto ini bukan menjadi unjuk tenaga, tapi kecermatan dan transparansi. Pendekatannya pun bersesuaian dengan karakter orkes Leipzig Gewandhaus yang malam ini bertandang ke London untuk berbagi musik di BBC Proms 2016 di Royal Albert Hall ini.

Symphony No.7, Op.92 pun menjadi sajian akhir malam itu yang membawa suasana cerah dan bergairah. Blomstedt pun memilih untuk merangkai seluruh bagian simfoni menjadi satu rangkaian utuh tanpa jeda antar bagian yang berarti. Karenanya momentum juga terjaga dan momentum karya pun tertata sehingga korelasi antar bagian sungguh terasa. Dalam karya ini meski kejernihan tidak lagi menjadi fokus utama, namun kecermatan yang musikal masih menjadi sajian yang kental. Konser malam itu pun dituntaskan dengan Egmont Overture juga dari Beethoven yang bergairah yang dihantar dengan sigap menjawab sorak antusias penonton yang memadati gedung konser ini. Sajian menarik di hari terakhir akhir pekan panjang kali ini yang menandai berakhirnya musim panas tahun ini.

Leipzig Blomstedt01

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: