Kabar Terkini

Jejak Integritas dan Tradisi Berlin Staatskapelle


Integritas, inilah kata pertama yang muncul di benak ketika menyaksikan pertunjukan Proms malam ini. Pemahaman akan tradisi dan pendekatan yang paripurna akan musik dibalut integritas, sajian musik tersuguhkan dengan istimewa. Inilah pengalaman penulis menyaksikan pertunjukan Berlin Staatskapelle di Royal Albert Hall malam ini.

Di bawah arahan konduktor sekaligus general music director mereka Daniel Barenboim, orkestra ini hadir dengan sebuah karisma yang kuat sebagaimana Barenboim sendiri yang memimpin orkestra dengan otoritas penuh. Karya suguhan utama Symphony no.4Romantic‘ karya Anton Bruckner disajikan dengan menawan. Menggali dari tradisi orkestra yang dapat ditelusuri hingga 400 tahun lalu ini, karya Bruckner terasa begitu menawan dengan intrikasi yang tergambar dengan jelas. Di antara eksklamasi tiup logam, jalinan tiup kayu yang manis dan selembut beludru berbalas dengan seksi gesek yang rancak. Teringat di benak penulis bagaimana orkestra ini adalah orkestra opera Berlin Staatsoper yang memiliki telinga bak pemain musik kamar yang luar biasa disertai kepekaan menjalin melodi. Orkestra ini sungguh mengetengahkan kekuatan musiknya lewat karya ini.

Bruckner sendiri adalah seorang komponis yang nyaris terlupakan. Semasa hidupnya ia lebih dikenal sebagai seorang organis dibandingkan seorang komponis. Didera ketidakpercayaan diri menyebabkan ia terus-menerus merevisi ulang karyanya, termasuk simfoninya ini. Namun karenanya, karyanya ini menjadi sebuah ekspresi hati yang mendalam dan terangkai dengan halus dan mendetail, dihiasi melodi-melodi indah yang menjadi perwujudan kekagumannya terhadap komponis Richard Wagner. Simfoni yang diperdanakan tahun 1881 dan terus direvisi hingga tahun 1888 ini mengungkap kerendahan hati yang mendalam dan tergambar lewat permainan orkestra malam kemarin, sebuah sajian yang menghenyakkan.

Konser sendiri dibuka dengan karya Wolfgang Amadeus Mozart Piano Concerto no.24 dengan sang konduktor musik sebagai pianis. Permainannya yang cemerlang dan penuh kepekaan mengarahkan pergerakkan orkestra yang mendengarkan dengan penuh perhatian. Sesekali ia mengaba orkestra, di saat yang lain orkestra bagaikan sebuah kelompok musik kamar yang padu. Namun sayang beberapa kali orkestra terasa kehilangan momentum, dan sempat terasa melambat di beberapa bagian. Harus dikatakan bahwa ada harga yang harus dibayar ketika orkestra dipimpin oleh solois piano. Di satu sisi kepekaan begitu terasa, namun di sisi lain kestabilan tempo dan greget bisa perlahan menghilang. Meski demikian, orkestra tetap bermain dengan indah dan penuh kehalusan budi.

Meskipun demikian, Berlin Staatskapelle mengetengahkan sebuah suguhan yang sangat unik dan berbeda dengan sajian orkestra rival sekotanya beberapa hari yang lalu di atas panggung yang sama. Ada cita rasa yang berbeda, kaya dengan kebanggaan akan tradisi yang tercipta semalam bersamaan dengan ayunan tangan dingin Barenboim yang penuh wibawa yang telah memimpin orkestra ini selama hampir 25 tahun.

Mungkin inilah citarasa sebuah cagar budaya yang hidup, berevolusi sambil meninggalkan jejak estetik di telinga pendengarnya. Pertunjukan semalam sungguh menjadi sebuah representasi integritas yang berkesinambungan dalam bermusik.

img_4493

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: