Kabar Terkini

Indonesia Orchestra and Ensemble Festival 2016: Festival Orkestra Pertama di Indonesia


Musicmind bekerja sama dengan Trinity Youth Symphony Orchestra (TRUST Orchestra) mengadakan kegiatan bertajuk Indonesia Orchestra and Ensemble Festival 2016 (IOEF 2016) pada tanggal 3 – 4 September 2016 di Taman Ismail Marzuki. Kegiatan tersebut diikuti oleh orang-orang yang memiliki antusiasme terhadap musik, baik sebagai pemain musik maupun penikmat musik. Nathania Karina selaku festival director menyatakan dalam kata sambutannya bahwa IOEF 2016 merupakan festival pertama di Indonesia dan bahkan di Asia Tenggara untuk orkestra dan ansambel. Kegiatan ini diisi dengan berbagai macam workshop dan penampilan musik siswa sekolah maupun komunitas musik. Berkesempatan menghadiri festival ini di hari pertama, penulis melaporkan sedikit dinamika kegiatan IOEF 2016.

14124252_649269748572842_6303163671687974897_o

Jadwal kegiatan IOEF 2016

Dilaksanakan serentak di tiga tempat: Main hall Graha Bakti Budaya (GBB), foyer GBB, dan Teater Kecil, kegiatan IOEF2016 dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB. Setelah melakukan registrasi, peserta kegiatan dibebaskan untuk memilih dan menghadiri acara yang diminatinya. Kegiatan yang dapat diikuti dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu workshop dan penampilan. Workshop yang diadakan meliputi beberapa topik, seperti kehidupan seorang musisi, pengenalan pada alat musik orkestra, perawatan alat musik, teknik-teknik dalam bermusik, dan musik terapi. Workshop mengenai kehidupan musisi merupakan sebuah sharing pengalaman yang disampaikan Maylaffayza sebagai seorang crossover violinist dan Rama Widi sebagai pemain harpa laki-laki pertama di Indonesia.

Pengenalan pada alat musik orkestra dilakukan oleh Joost Flach dari Nanyang Academy of Fine Art (NAFA), Singapura, untuk alat musik tiup, Rama Widi untuk harpa, dan Sudirman Leman untuk gitar klasik. Workshop-workshop tersebut mengajarkan hal-hal fundamental yang perlu diperhatikan dalam bermain alat musiknya masing-masing. Peserta yang membawa alat musik juga mendapatkan kesempatan untuk bermain bersama dan mencoba bermain harpa bagi yang mengikuti workshop meet the harp.

Perawatan alat musik dilakukan oleh tim dari Music Gear untuk alat musik tiup dan Allfour String untuk alat musik gesek. Pada sesi ini diberikan tips-tips untuk merawat alat musiknya masing-masing, mulai dari cara yang tepat untuk memegang alat musik, membersihkan alat musik, sampai dengan penyimpanan alat musik.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Materi mengenai teknik-teknik bermusik tidak hanya berfokus pada teknik bermain musik yang dibawakan oleh musisi. Workshop yang diadakan juga melibatkan sound engineer, pengajar musik, konduktor, dan komposer. Pada pagi hari diadakan sesi untuk mengetahui apa saja yang dilakukan oleh orang-orang yang mengatur suara dalam suat acara di belakang panggung yang dibawakan oleh Sound System School. Workshop mengenai pendidikan musik dibawakan oleh Therese Wirakesuma yang mengajarkan cara mendidik murid-murid dalam format ansambel menggunakan metode Suzuki dengan cara yang menyenangkan agar anak-anak tertarik belajar musik. Joost Flach juga mengisi workshop lainnya mengenai orchestral conducting dan memberikan dasar-dasar conducting kepada peserta workshop. Bagi yang tertarik untuk membuat aransemen untuk orkestra, komposer Ivan Tangkulung memberikan kiat-kiat praktis dalam mengaransemen pada sesi workshopnya. Salah satu workshop mengenai teknik dalam bermusik adalah teknik bernyanyi yang dibawakan oleh seorang penyanyi soprano yaitu Sylvia Wiryadi.

img_7039

Saphira Hertha dalam workshop When Art Meets the Science

Selain membawakan workshop untuk memfasilitasi kemampuan bermusik, terdapat juga workshop untuk memberikan informasi metode dan manfaat lain dari musik. Topik yang diangkat dalam workshop acara IOEF 2016 adalah when art meets the science yang dibawakan oleh Saphira Hertha selaku ketua Ikatan Musik Terapi Indonesia. Fokus dari sesi ini adalah bagaimana musik dapat memengaruhi emosi dan kognisi manusia serta apa perbedaan musik terapi dibandingkan mendengarkan musik saja.

Bersamaan dengan kegiatan workshop, orkestra dan ansambel yang tergabung di sekolah, universitas, dan komunitas musik ikut tampil untuk memeriahkan kegiatan IOEF. Di Indonesia, masih jarang festival musik yang memberikan kesempatan para musisi amatir dapat tampil di atas panggung. Penampilan musik ini tidak hanya menjadi ajang untuk para peserta unjuk kebolehan bermain musik, tetapi juga melatih para penampil untuk tampil lebih percaya diri di atas panggung. Selain penampilan dari berbagai komunitas musik, TRUST Orchestra juga melakukan showcase untuk menunjukkan kebolehan dari para anggotanya. Sekitar 27 penampilan dalam format solo, duet, maupun ansamble ditampilkan. Pada pukul 7 malam, diadakan juga penampilan piano duet dan trio di Teater Kecil bertajuk Senandung Tanah Airku Indonesia. Penampilan tersebut memainkan aransemen lagu-lagu daerah untuk duet dan trio tingkat lanjutan yang diaransemen oleh Gilbert De Greeve.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Penulis mendapatkan kesempatan untuk berbincang-bincang dengan dua pembicara dan penampil untuk menanyakan pendapatnya mengenai kegiatan IOEF 2016. Joost Flach mengemukakan bahwa IOEF 2016 diorganisir dengan baik dan melebihi ekspektasinya. Beliau mengatakan bahwa festival musik ini dapat menjadi ajang belajar yang baik untuk musisi dan juga mampu menarik masyarakat luas untuk mengenal orkestra dan ensemble. Pendapat senada juga disampaikan oleh Rama Widi. Menurutnya IOEF 2016 adalah kegiatan yang sangat bagus untuk dilaksanakan karena dapat menjadi wadah untuk para musisi bertemu di satu acara. Inisiatif dalam membuat festival musik memang harus dimulai dari sekarang dan Rama berharap agar acara ini tidak hanya berhenti di tahun ini saja, tetapi bisa terus berkesinambungan di tahun-tahun berikutnya. Salah satu pengunjung yang sempat berbincang-bincang dengan penulis, Rafika Primadesti, juga berpendapat bahwa IOEF adalah acara yang seru karena banyak workshop dan penampilan yang dapat menambah ilmunya. Workshop yang paling disukainya adalah mengenai tata cara merawat alat musik tiup dengan baik dan benar oleh Sean Tan (Music Gear) dan tentang serba-serbi alat musik dan pengetahuan dasar conducting oleh Joost Flach. Rafika juga berharap festival serupa bisa diadakan terus di Indonesia.

IOEF 2016 telah menawarkan banyak kegiatan musik dari berbagai sudut pandang yang dibawakan oleh para ahli di bidangnya masing-masing. Para pengunjung tampak sangat antusias menghadiri setiap workshop, terlihat dari penuhnya kapasitas peserta di seluruh workshop yang diadakan. Kesuksesan acara IOEF 2016 ini semoga menjadi batu loncatan untuk diadakan festival-festival musik serupa ke depannya dengan kegiatan yang lebih dapat menjaring masyarakat luas mengenal musik di Indonesia, khususnya musik orkestra.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: