Kabar Terkini

Diplomasi Musik Peter Gontha, Aplikatif?


Merayakan peringatan ke-71 kemerdekaan Republik Indonesia, Duta Besar Indonesia untuk Polandia, Peter F. Gontha, mengadakan konser besar dengan kolaborasi musisi Indonesia dengan musisi Polandia digawangi oleh produser sekaligus penulis lagu ternama David Foster. Ya, konser musik menjadi ujung tombak diplomasi budaya Indonesia-Polandia di Warsawa, Polandia dan digawangi salah satu produser paling ternama di jagat musik populer saat ini.

Mendengar pujian dari penyanyi Dira Sugandi yang juga adalah pendukung acara membawa angin segar tersendiri. Acara ini terbilang sukses dihadiri banyak pihak termasuk duta besar negara sahabat yang terkagum-kagum dengan strategi diplomasi musik Peter Gontha dan hendak menerapkan hal yang serupa. Banyak penonton pun terkagum-kagum dengan talenta luar biasa penyanyi Indonesia yang bahkan lebih unggul dibanding penyanyi negara tuan rumah Polandia. Dira pun mendapat kesempatan untuk tampil dengan David Foster yang kemudian membuka pintu kesempatan bagi dirinya untuk berkarir secara internasional. Konser pun dihadiri tamu duta besar dan publik Polandia dan menuai pujian. Ini adalah hasil yang luar biasa.

Mendengar nama David Foster dalam pergelaran kemerdekaan Indonesia di luar negeri sebenarnya cukup mengejutkan dan bahkan dapat dicap tidak nasionalis. Masak, acara kemerdekaan bergantung pada nama besar seorang talenta asing? David Foster adalah nama besar yang mampu menarik penonton siapa saja di banyak negara Eropa dan Amerika. Dan Peter F. Gontha justru menggunakan nama musisi AS, Italia dan Polandia ini untuk mempromosikan Indonesia?

Namun inilah keunggulan seorang Peter Gontha yang adalah pendiri sekaligus otak dibalik banyak perusahaan di Indonesia di antaranya Indovision, RCTI, SCTV, Grand Hyatt dan Hotel Intercontinental di Indonesia. Ia melihat perlunya ‘menjual’ kualitas sumber daya manusia dan budaya Indonesia yang modern seperti yang diungkapnya di laman FB-nya. Dan bukan budaya yang lama, melainkan budaya Indonesia yang modern dari abad ke-21 lewat kendaraan musik populer yang juga mendunia.

Dari segi konsep sebenarnya menjual budaya Indonesia yang terkini bukanlah upaya baru. Namun pendekatannya dalam melihat peluang dan memanfaatkan koneksi yang dimilikinya sungguh berbicara lain. Jujur saja dengan nama David Foster dan bintang-bintang yang dibawanya, jangankan konser gratis sebagaimana yang dilaksanakan tanggal 17 Agustus lalu, warga Polandia pun akan bersedia untuk membeli tiket untuk dapat menonton acara ini.Peter Gontha sendiri secara cerdik menggunakan momentum kolaborasi antar seniman sebagai poin kerja sama antar pihak sehingga menarik lebih banyak perhatian dan pemangku kepentingan.

Walau semua kini berdecak kagum dan ingin mengambil upaya serupa, namun inisiatif Peter Gontha sebagai pembuka jalan tidak serta-merta mudah diemulasi. Dira Sugandi menyatakan bahwa untuk menjalankan misi ini, Peter Gontha tidak menggunakan modal uang. Apabila kita awas melihat, upaya Peter Gontha sebenarnya memiliki intrikasi yang tidak sederhana. Peter Gontha menggunakan modal yang berbeda untuk mewujudkan acara ini, modal yang terlebih dahulu harus dibangun oleh banyak pemangku kepentingan diplomasi budaya saat ini.

Pertama, Peter Gontha sungguh mengerti mekanisme industri kreatif dan bagaimana manfaat yang dapat diciptakan lewat industri ini. Ia juga jeli melihat peluang dalam menggarap diplomasi budaya yang mampu menarik perhatian banyak orang lewat nama besar di jagat musik populer. Banyak musisi Indonesia yang ingin tampil sepanggung dengan seorang David Foster meski diminta untuk tampil cuma-cuma di Eropa. Pun juga reputasi Gontha di industri kreatif musik Indonesia juga tidak dipandang main-main. Inilah keunggulan seorang entrepreneur dalam melihat upaya diplomasi budaya. Tidak banyak pejabat di Indonesia yang memiliki pemahaman yang mumpuni dalam industri kreatif musik seperti yang dimilikinya.

Kedua, Peter Gontha lewat Jaza Jazz Festival telah memiliki nama sebagai seorang promotor regional. Festival diadakan setiap tahun ini dapat dikatakan merupakan festival Jazz terbesar di Asia Tenggara. Peter Gontha yang telah berhasil membangun koneksi dan reputasi sebagai seorang promotor, dapat langsung menggunakan saluran yang telah terbangun ini untuk berkomunkasi dengan pendukung acara maupun pihak sponsor. Reputasinya ini tentunya menjadi pelumas keberhasilan diadakannya acara ini. Tanpa adanya keterhubungan sebagai wirausahawan kreatif, tidak mudah seorang duta besar untuk masuk dan bekerja dalam kerangka yang ia ambil.

Ketiga, rekam jejak Peter Gontha selaku petinggi di industri media (PT Bimantara Citra), penerbangan (Garuda Indonesia), dan penentu kebijakan (BKPM dan Komisi Ekonomi Nasional) pun berpengaruh besar terhadap kepercayaan eksekutif industri-industri untuk ikut serta dalam inisiatif ini. Kredibilitasnya sebagai seorang pebisnis dan eksekutif tentunya berpengaruh besar bagi daya negosiasinya di hadapan banyak penggerak bisnis di Indonesia. Belum pula penggerak bisnis yang berafiliasi dengannya di beberapa waktu lalu.

Kelengkapan daya dukung yang dimilikinya mampu menggerakkan inisiatif ini dan mendapatkan manfaat maksimal dengan upaya yang cenderung minimal. Meski demikian, Peter Gontha telah menunjukkan perannya sebagai pembuka jalan sehingga bagi pihak lain adalah tidak sulit untuk mengikuti jalan yang telah diambil ini. Upayanya telah membuktikan bahwa inisiatif macam ini adalah mungkin. Dengan kesiapan daya dukung dan kerja sama berbagai pihak untuk memenuhi daya dukung ini, sebenarnya upaya seperti ini dapat kembali diaplikasikan dan juga dikembangkan lebih jauh. Siapakah yang ngin mengikuti jejaknya?

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: