Kabar Terkini

Musik Terapi Menggunakan Gamelan: Hasil Penelitian dari Inggris


Konservatori Musik Universitas Pelita Harapan konsentrasi musik terapi kembali mengadakan seminar pada tanggal 10 September 2016 bertajuk “Therapeutic Uses of Gamelan”. Pembicara seminar adalah Dr. Helen Loth dari Anglia Ruskin University, Cambridge, Inggris. Beliau adalah ketua dari program magister bidang terapi musik di Anglia Ruskin University. Helen juga aktif dalam melakukan praktek di berbagai bidang, seperti kesehatan mental pada orang dewasa, forensik psikiatri, gangguan makan, dan anak-anak dengan kebutuhan khusus beserta keluarganya. Pada seminar tersebut, Helen menceritakan penelitian doktoralnya mengenai penggunaan gamelan dalam terapi musik.

Seminar dibuka dengan menyapa para peserta seminar dengan salah satu kegiatan yang biasa dilakukan dalam musik terapi, yaitu hello song. Helen bermain gitar dan mulai menyanyikan suatu lagu pendek sambil menyapa dan memanggil peserta seminar satu per satu. Setelah perkenalan tentang siapakah Helen, beliau menjelaskan mengenai apa itu musik terapi untuk menyamakan pemahaman seluruh peserta seminar. Definisi dari literatur musik terapi, British Association for Music Therapy, dan World Federation of Music Therapy (WFMT) dipaparkan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan konsepsi mengenai musik terapi. Agar penggunaan definisi lebih universal, definisi musik terapi yang disepakati adalah dari WFMT tahun 2011, yaitu penggunaan musik secara profesional sebagai bentuk intervensi secara medis, pendidikan, dan lingkungan sehari-hari pada individu, kelompok, keluarga, atau komunitas untuk mengoptimalkan kualitas hidup dan meningkatkan kemampuan fisik, sosial, komunikasi, emosional, intelektual, dan kesehatan spiritual serta kesejahteraan hidup. Penelitian, praktek, pendidikan dan pelatihan klinis dalam musik terapi didasarkan pada standar profesional berdasarkan budaya, sosial, dan konteks politis.

Setelah menjelaskan definisi dari musik terapi, Helen kemudian mempratekkan salah satu metode musik terapi yaitu improvisasi. Beberapa peserta seminar diberikan alat musik dan diberikan kesempatan untuk bermain alat musik yang diberikan dengan cara apapun, kemudian Helen mengikuti irama dan ritme yang peserta mainkan dengan menggunakan gitar. Cara ini dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan dalam berinteraksi antara klien dan terapis musik.

img_7166

Kegiatan musik terapi dengan metode improvisasi

Helen kemudian menceritakan pengalamannya dalam melakukan terapi musik di Inggris dan juga di Bali. Beliau menceritakan bahwa selama beberapa tahun belakangan dia mulai mencoba menggunakan gamelan sebagai media untuk melakukan musik terapi di Inggris. Biasanya orang di Inggris tertarik untuk mengeksplorasi alat musik gamelan karena menurut mereka gamelan adalah instrumen yang unik karena belum pernah mereka lihat. Suaranya juga unik karena tidak menggunakan tangga nada yang biasa mereka dengar dan menurut mereka gamelan dimainkan dengan cara apapun akan mengeluarkan suara yang indah. Setelah membahas penggunaan gamelan di Inggris, Helen beranjak ke pengalamannya melakukan musik terapi di Bali. Beliau melakukan sesi terapi musik di sebuah sekolah yang mendidik anak-anak berkebutuhan khusus di Bali. Helen kemudian banyak menceritakan pengalamannya melakukan terapi musik di Bali menggunakan alat-alat perkusi seperti bongo dan tamborin. Diceritakannya bahwa pada awalnya anak-anaknya terlihat masih malu-malu dan tidak responsif, tetapi setelah beberapa kali sesi terlihat perubahan pada beberapa anak.

Setelah coffee break, para peserta seminar mendapatkan kesempatan untuk mencoba sesi singkat musik terapi dengan menggunakan gamelan. Helen memberikan instruksi kepada para peserta seminar yang berkesempatan mencoba memainkan gamelan untuk terapi musik melepaskan sepatu bila berkenan untuk menghormati alat musik yang akan dimainkannya. Ketika ditanya, semua peserta yang mencoba gamelan belum pernah bermain gamelan sebelumnya. Oleh karena itu, beliau meminta untuk mengeksplorasi alat musik yang ada di depannya dan meminta peserta untuk mencoba memainkan gamelan di depannya, baik itu Bonang, Kenong, Kendhang, Gong, dan lainnya. Kemudian Helen memberikan instruksi untuk memainkan gamelan bersama-sama, lalu sesi singkat musik terapi pun dimulai.

img_7177

Mencoba terapi musik dengan menggunakan gamelan

Setelah selesai mencoba terapi musik menggunakan gamelan, Helen kemudian menceritakan hasil dari penelitian doktoralnya berjudul “An Investigation Into the Relevance of Gamelan Music to the Practice of Music Therapy”.  Berdasarkan hasil wawancaranya dengan berbagai pihak yang berkecimpung dalam dunia gamelan di Inggris, ternyata gamelan telah digunakan di banyak tempat dan kesempatan, seperti pendidikan, orkestra, dan bahkan rumah sakit. Bermain gamelan memberikan banyak manfaat seperti untuk pengembangan kemampuan belajar, kesejahteraan hidup, kemampuan sosial, kemampuan berkomunikasi, kemampuan bekerja sama, dan kesadaran secara sensoris. Setelah Helen mengeksplorasi bahwa bermain gamelan memiliki banyak manfaat dalam kehidupan seseorang termasuk memiliki efek terapi, beliau mencoba untuk menggunakan gamelan dalam terapi musik dan dilakukan pada anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan penelitiannya, ditemukan bahwa terapi musik dengan gamelan dapat digunakan untuk membantu anak yang memiliki gangguan belajar, autisme, gangguan emosi dan tingkah laku, tunarungu, gangguan komunikasi, tunanetra, dan anak-anak yang berada di panti asuhan.

Seminar yang dilaksanakan memberikan pengetahuan tentang masih banyaknya metode yang dapat dieksplorasi dalam dunia musik terapi. Penelitian yang dilakukan Helen Loth juga dapat digunakan untuk sebagai dasar penelitian terkait dengan musik tradisional Indonesia dan pengaruhnya pada kesehatan dan well-being. Hal ini merupakan tantangan bagi para peneliti musik tradisional Indonesia untuk dapat melanjutkan penelitian terkait efek psikologis dari alat-alat musik tradisional Indonesia pada pemain dan pendengarnya, mengingat sudah adanya fondasi yang cukup kokoh untuk penelitian lanjutan.

14079743_10153383685604058_6831365680984432703_n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: