Kabar Terkini

Bursa Pilkada DKI Meramai, Teliti Manifesto Budaya

Print

Menjelang akhir tahun 2016 ini, bursa calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta untuk Pemilihan Kepala Daerah tahun 2017 menunjukkan tanda-tanda meramai. Nama tiga pasangan calon kini berseliweran di media massa untuk memperebutkan kursi orang nomor 1 di ibukota.

Inkumben Basuki Tjahaja Purnama berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat akan maju untuk meneruskan masa bakti mereka. Di sisi lapangan yang lain hadir pula Sandiaga Uno yang menyebutkan akan bekerja sama dengan mantan menteri pendidikan dan kebudayaan Anies Baswedan untuk maju Pilkada. Di kubu lain, Agus Yudhoyono diusung bersama Syviana Murni untuk menjadi pasangan nomor satu Jakarta. Melihat rekam jejak kesemua calon pimpinan daerah ini seakan pilkada kali ini bertabur bintang-bintang muda yang sempat meraih perhatian publik dalam beberapa waktu silam dan dalam pilkada kali ini akan terjadi persaingan ketat tiga kubu.

Namun demikian, menarik pula untuk melihat bagaimana para calon pemimpin ini memaparkan manifesto (janji politik) mereka terutama dalam pemberdayaan seni dan budaya ibukota, selain kebijakan pembangunan ekonomi, sosial, infrastruktur dan lingkungan.Sudah terlalu lama seni budaya berada di pinggir lapangan dalam pengembangan ibukota. Dan menarik apabila melihat ketiga pasangan calon yang saat ini berkumandang di Jakarta, Anies memiliki catatan kuat di bidang pendidikan dan pernah menjabat menteri. Sylviana memiliki catatan pula sebagai Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata. Sedang Ahok terekam memiliki perhatian khusus pada pengelolaan seni budaya selama menjadi gubernur.

Sebagai ibukota negara, agaknya Jakarta harus melihat aspek budaya sebagai salah satu kunci utama keberhasilan daerah. Hanya pemimpin yang punya perspektif menyeluruh yang layak mengelola megapolitan ini. Pemahaman akan kebijakan budaya (media, kesenian, olahraga, ekonomi kreatif, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat marjinal) justru akan menjadi pembeda pasangan-pasangan ini ke depan.

Dari pandangan mereka tentang mengelola kehidupan berbudayalah yang akan menjadi kunci misalnya bagaimana calon gubernur memanfaatkan momentum persiapan peristiwa budaya semacam Asian Games 2018 di Jakarta untuk kemajuan seluruh daerah penyangga. Hal ini akan menjadi keunggulan yang penting selain solusi praktis seperti bagaimana mengurai kemacetan, optimalisasi birokrasi, dan juga pembangunan dan perawatan infrastruktur yang sedikit banyak akan serupa dari satu calon ke calon lainnya.

Sepertinya pertarungan Pilkada Jakarta 2017 akan berlangsung dengan seru. Saatnya sungguh mencermati manifesto budaya setiap pasangan.

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: