Kabar Terkini

Neville Marriner Berpulang, Konduktor Ternama Inggris


Sir Neville Marriner, konduktor dari ensemble kenamaan Academy of St. Martin-in-the-Fields berpulang hari Minggu kemarin di usianya yang ke 92. Dunia musik pun berduka atas kepergian beliau.

Sir Neville Marriner sendiri memulai karirnya sebagai pemain biola di London Symphony Orchestra sebelum akhirnya bekerja sama dengan gereja St. Martin-in-the-Fields, salah satu gereja paroki utama di London, membentuk sebuah ensemble baru di tahun 1958 yang dikhususkan untuk memainkan karya-karya barok dan klasik dengan pendekatan historis yang kuat.

Di tangannya ensembel kecil ini kemudian berkembang menjadi ensembel dengan karakter yang luar biasa dan dikenal memiliki kualitas seksi gesek yang luar biasa berkat kepemimpinan Marriner sebagai principal biola dua. Seiring dengan berkembangnya ensembel semnjadi sebuah orkestra, Marriner pun beralih dan memilih untuk meletakkan biolanya dan menjadi konduktor dari ensembel tersebut.

Dalam kepemimpinan beliau, St. Martin-in-the-Fields yang digarap dari meja makan bersama sang istri perlahan berkembang menjadi sebuah orkestra profesional dengan kualitas mumpuni dan kini  mempekerjakan sedikitnya 15 staf administrasi dan setiap tahun tur berkeliling dunia dari AS hingga Jepang, dari Eropa hingga Australia. Ia pun dikenal sebagai konduktor dan orkestra yang sangat produktif menelurkan album dan masuk dapur rekaman. Bersanding sebagai konduktor yang paling sering masuk dapur rekaman setelah Herbert von Karajan, namanya menjadi sangat dikenal lewat masa kejayaan rekaman dan radio di tahun 1960-1990, termasuk soundtrack dalam film ternama tentang Mozart ‘Amadeus’ yang memenangkan banyak penghargaan. Ia pun kemudian berkarir sebagai konduktor profesional yang malang-melintang di Eropa dan khususnya Amerika Serikat. Ia pun diangkat menjadi ksatria bertitel Sir Neville Marriner di tahun 1985 karena sumbangsihnya di bidang musik.

Di masa tuanya, ia masih aktif sebagai seorang musisi dan konduktor. Hingga akhir hayat ia masih menjabat sebagai lifetime President sekaligus konduktor emeritus dari yayasan dari orkestra yang dirintisnya. Dikenal sebagai sosok yang rendah hati, berikut catatan dari kritikus Norman Lebrecht:

Devoted to Molly and their family, he liked in recent years to avoid conducting in the summer when, as he put it, ‘the garden needed me’. But he could never turn down a request from a friend and he was travelling the world busily to the end. He conducted for the last time on Thursday, at Padova in  Italy.

He was, I think, the least self-regarding musician I have ever known. I loved him deeply.

sir_neville_marriner

 

 

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: