Kabar Terkini

Workshop Pengaba dengan Nicolas Fink

Nicolas Fink mengarahkan Sarah Charista dalam workshop (Photo: Goethe Institut)

~ oleh Sarah Charista

Workshop selama 8 hari pertama kali diadakan oleh Goethe Institut bekerjasama dengan Universitas Satya Wacana dalam rangka mengumpulkan seluruh pengaba koor di Indonesia ke Salatiga untuk belajar di bawah Nicolas Fink. Seluruh pengaba mendaftarkan dirinya dengan mengirimkan video latihannya selama 15 menit untuk menjadi bahan audisi. Pengaba yang terpilih berangkat H-1 dari tempatnya masing-masing dari berbagai daerah di Indonesia.

Delapan pengaba yang terpilih tiba di airport Soekarno Hatta untuk menempuh perjalanan ke Semarang dan dilanjutkan dengan mobil menuju Salatiga. Sesampainya di hotel, disambut oleh tim dari Goethe dan tiga partisipan lainnya yang sudah berada di Salatiga. Tidak lupa juga untuk berjumpa dengan Nic sebagai pemimpin workshop ini selama tujuh hari kedepan.

Nicolas Fink, pengaba internasional berkebangsaan Swiss, selama tujuh hari memberikan kesempatan kepada setiap partisipan untuk memimpin latihan dengan lagu yang dipilihnya ataupun lagu pilihan yang bebas dipilih oleh partisipan. Oleh karena itu, setiap partisipan mau tidak mau harus mempelajari seluruh lagu baik secara analisa partitur maupun musikalitas seperti apa yang akan dibawa untuk memperlancar proses pembelajaran selama tujuh hari ke depan.

Lagu yang dinyanyikan terdiri dari karya-karya profan dan sakral dari repertoar paduan suara Jerman. Meskipun begitu, karena keterbatasan koor dalam menyanyikan pengucapan bahasa Jerman, maka koor besar yang terdiri dari anak-anak UKSW yang masih kuliah, banyak memakai bahasa latin. Sedangkan koor kecil yang terdiri dari para dosen maupun mahasiswa musik banyak memakai bahasa Jerman di dalam lagunya. Koor UKSW yang sudah memiliki track record baik dalam lomba memiliki reaktif yang sangat baik terhadap setiap gerakan tangan pengaba.

Setiap hari para pengaba berhadapan dengan koor dan Nic memberikan arahan bagaimana tetap menjaga otoritas sebagai pengaba tetapi juga tetap memikirkan efek psikologis dari para anggota koor tersebut. Keefektifan latihan termasuk salah satu yang sangat ditekankan selama workshop ini. Setiap pengaba diberikan 10-15 menit di setiap sesi untuk melatih koor hingga siap tampil di akhir pekan tersebut. Maka itu, sangatlah penting untuk memberikan gerakan tubuh yang efektif dalam mengaba. Nicolas juga mengajarkan peserta untuk mengidentifikasi masalah besar maupun kecil  dan juga membuat skala prioritas dalam melatih, mengatasi masalah yang ditemui tersebut satu persatu. Tidak lupa Nic selalu memberikan masukan individual di dalam forum kecil pengaba setiap istirahat.

Workshop ini berpuncak pada sebuah Konser 22 September dimulai pk. 19.00 di Ruang Resital Balairung dalam kompleks Universitas Kristen Satya Wacana. Enam lagu dengan tiga song cycle ditampilkan oleh pengaba yang berbeda-beda, dengan dua lagu yang diulang. Meskipun begitu, para hadirin dapat menikmati suara paduan suara yang berbeda-beda yang disebabkan karena gerakan yang berbeda-beda pula dari para pengaba. Dengan demikian juga terlihat dengan jelas peran seorang pengaba dalam menciptakan suara dalam paduan suara.

Kesempatan workshop seperti ini sangat jarang dialami di Jakarta sehingga adalah kesempatan yang sangat baik bagi pelajar musik Indonesia maupun konduktor muda untuk belajar dari konduktor terbaik yang telah malang-melintang dalam kancah musik paduan suara profesional dunia. Kedatangan Nicolas Fink yang telah memimpin paduan suara Berlin Radio Chorus, paduan suara Radio MDR Leipzig, WDR Cologne, Choeur de Radio France, Coro Casa de Musica Porto, dan Edvard Grieg Choir sangat berharga. Peristiwa ini membuktikan bahwa paduan suara Indonesia bisa berkembang lebih jauh lagi di masa datang, terlebih dengan kehadiran para ahli yang membagikan pengalaman dan ilmunya.

~ Sarah Charista adalah mahasiswa musik tingkat akhir di Universitas Pelita Harapan yang mengambil mayor vokal dan memiliki ketertarikan khusus dalam bidang pengabaan dan paduan suara.

Nicholas Fink mengaba UKSW dalam konser (Photo: Goethe Institut)

Nicholas Fink mengaba UKSW dalam konser (Photo: Goethe Institut)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: