Kabar Terkini

Enam Pianis, Dua Piano, Satu Pianomaly


Hari pertama di bulan Oktober, Balai Resital Kertanegara kedatangan enam pianis dalam konser bertajuk Pianomaly: Harimada Kusuma, Novinia Liady, Yosephine Madju, Amelia Santoso, Nia Sudjati, dan Hazim Suhadi. Satu minggu telah berlalu, namun kemeriahan konser tersebut masih terasa. Bagaimana tidak, sesuai namanya Pianomaly menyuguhkan sesuatu yang mungkin jarang (bukannya tidak pernah) disaksikan di konser-konser piano pada umumnya. Repertoar yang disuguhkan sangat menarik dan beragam jika ditilik dari sisi gaya dan zaman. Selain itu, atraksi visual pun tidak kalah menarik karena seluruh program konser, baik karya asli maupun transkripsi, dimainkan dalam format empat tangan, dua piano, enam tangan satu piano, dan delapan tangan dua piano.

Konser dibuka dengan Gambangan dan Taboeh teloe, bagian 2 dan 3 dari Balinese Ceremonial Music, sebuah karya asli dari Colin McPhee, komponis Kanada yang sempat bermukim di Bali pada periode 1930-an. Nuansa orkes gamelan mengalir tenang melalui dua instrumen piano yang dimainkan Hazim dan Yosephine.

Masih dalam atmosfer orkestra, konser dilanjutkan dengan Brandenburg Concerto 3 bagian 1 karya Johann Sebastian Bach yang ditranskripsi untuk dua piano, delapan tangan. Nia dan Novinia bergabung dengan Hazim-Yosephine di atas panggung. Setelah itu, berturut-turut disuguhkan dua karya asli yang ditulis untuk satu piano, yaitu Waltz dari Two Pieces for Pianoforte Six Hands karya Sergei Rachmaninoff dan Pupazzetti untuk empat tangan karya Alfredo Casella.

Adiós Nonino karya Astor Piazzolla cukup dapat menjadi “penenang” setelah Pupazzetti. Irama tango khas Piazzolla tersaji baik, dengan interpretasi yang lebih menonjolkan sisi pianistik. Babak pertama konser malam itu pun ditutup duo Harimada-Amelia dengan melodi yang telah menjadi favorit banyak orang: Overture, Dance of the Mirlitons, dan Russian Dance dari The Nutcracker karya Tchaikovsky.

 

Pianomaly

 

Babak kedua diawali dengan keceriaan Overture dari opera Le Nozze di Figaro karya Mozart. Selanjutnya, pasangan Amelia-Harimada kembali menjalin nada memainkan Las ninas de Sante Fe dari Romance for Two Pianos karya Carlos Guastavino. Kisah romansa gadis dari Santa Fe disusul dengan Waltz dari Souvenirs karya Samuel Barber yang dibawakan oleh duet Hazim-Nia. Repertoar berikutnya menyajikan tontonan yang cukup mengundang senyum. Trio Amelia-Harimada-Novinia membawakan Das Dreyblatt karya Wilhelm Friedrich Bach—cucu dari Johann Sebastian Bach. Menariknya, karya tersebut ditulis untuk seorang pianis pria bertubuh besar yang diapit dua orang pianis wanita bertubuh kecil. Akan tetapi, bukannya memainkan bagian tengah piano, sang pianis pria harus memainkan bagian ujung-ujung terluar piano sehingga mau tak mau harus “memeluk” kedua pasangannya. Anda bayangkan sendiri!

Dua karya berikutnya bisa dibilang menjadi klimaks konser malam itu. Homage to Stravinsky, Prokofiev and Shostakovich karya Alfred Schnittke dan Danse macabre karya Camille Saint-Saëns. Kedua karya tersebut dibawakan dengan benar-benar solid.

Berganti suasana, duo Harimada-Amelia menyuguhkan Romance dan Tarantella dari Piano Suite No. 2 karya Rachmaninoff sebagai nomor penutup. Kesejukan langsung menyelimuti saat Amelia memainkan iringan awal Romance, disusul melodi Harimada yang berwibawa. Tarantella mengeksploitasi virtuositas pasangan duo tersebut, yang mampu memaksimalkan potensi instrumen piano yang dipakai.

Pianomaly

Penonton pun diberikan bonus saat keenam pianis membawakan Sabre Dance karya Aram Khachaturian sebagai nomor tambahan. Dua piano masing-masing dimainkan tiga pianis handal, apalagi yang kita harapkan dari suguhan itu! Tuntas sudah konser Pianomaly. Dan terlihat jelas keenam sahabat itu menjalani malam yang menyenangkan. (tim)

2 Comments on Enam Pianis, Dua Piano, Satu Pianomaly

  1. Tommy Prabowo // 10 Oktober 2016 pukul 3:13 pm //

    Pianis. Rindu main dalam komunitas sesama pianis, hanya mereka yang tahu artinya main musik sendiri Berjam-jam berlatih tiap hari untuk …. tampil sendiri pula …. Gitar mungkin juga. Tapi jumlahnya tidak sebanding.

  2. Pada kata pengantar, Hazim menulis sempat ada rencana berkolaborasi dengan 12 pianis. Mungkin bisa untuk Pianomaly 2? Atau mungkin Mas Tommy bisa ikut mewujudkannya? 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: