Kabar Terkini

Hadiah Musik Batavia Madrigal Singers Untuk Indonesia


~ oleh Vincent Wiguna

“Everyday that you spend with music
Is the best day, the best new day of the year”

Sebuah malam terindah bagi Batavia Madrigal Singers (BMS) yang semalam menutup serangkaian acara perayaan ulang tahunnya ke 20 tahun. Dimulai dengan opera CARMEN, dilanjutkan dengan choral clinic oleh Dr. Bradly Allred, Pesta Paduan Suara, dan Sangunis Choraliensis. Riuh gemuruh para penonton setia serta penikmat musik paduan suara melengkapi kegembiraan yang terpancar di Aula Simfonia Jakarta.

Konser yang dibagi menjadi tiga babak dimulai dengan Liebeslieder Walzer op. 52 karya Brahms. Rangkaian lagu yang menceritakan tentang cinta, dari nikmatnya cinta hingga pahitnya. Ya, 18 lagu ini konon merupakan kefrustasian komponis dalam mengutarakan cintanya kepada Clara Schumann. Diwarnai dengan musik bertempo Landler yang khususnya dipengaruhi oleh Johann Strauss II, BMS membawakan repertoir standar konser ini dengan menarik. Didukung oleh Iswargia Sudarno dan Adelaide Simbolon lewat permainan piano 4 tangan, Avip Priatna, pengaba sekaligus direktur musik BMS, menyampaikan musik yang tergarap dengan rapi dan berbobot. Karya ini jelas menunjukkan standar dari BMS, sebagai katalis dunia paduan suara di Indonesia yang lebih dikenal dengan lagu-lagu daerah yang seringkali ramai, dibumbui permainan suku kata, hingga efek-efek suara yang sengaja diciptakan. Namun berbeda dengan lieder Eropa yang lebih menuntut warna dan interpretasi yang bertanggungjawab dalam penyajiannya. Repertoir-repertoir non kompetisi seperti inilah yang secara pribadi penulis diharapkan lebih sering terdengar dari paduan suara kita.

Berbeda dari babak pertama dan ketiga yang dinyanyikan oleh kurang lebih 100 anggota aktif dan mantan BMS, babak kedua menjadi ruang bagi anggota aktif menampilkan banyak karya-karya berteks religius, sebuah ucapan syukur dan pujian kepada Tuhan yang mengizinkan perjalanan BMS bertahan sejak 1996. Karya dari komponis agung F. Mendelssohn, komponis kontemporer dari berbagai belahan dunia, hingga karya dari komponis muda berbakat Indonesia Ken Steven, tujuh buah lagu yang dibawakan dengan suara yang lebih menyatu, seimbang, dan terukir secara detil. Beberapa karya double-choir dibawakan dengan sangat kokoh dengan sahut–menyahut yang mengalir dan pengkalimatan yang jelas. Dengan kematangan suara khususnya resonansi soprano yang kaya, percikan-percikan musik yang diramu mampu menyihir pendengar.

Konsistensi sebuah komunitas bernyanyi di kota metropolitan yang ramai tidak mungkin terjadi tanpa adanya dedikasi, manajemen, cita-cita, juga dukungan moril dan materi. Pasang surut keanggotaan paduan suara yang keluar-masuk, persiapan dari orang–orang di balik layar yang menjadikan sebuah pementasan terlaksana, semua hal merupakan suatu keterkaitan yang saling mendukung. Konser semalam pun ditutup dengan babak terakhir yang memanjakan pendengar dengan karya–karya yang melodius maupun penuh tawa, semuanya berusaha merasakan the magic of music yang mengunifikasi manusia. Terdapat satu world premier karya Farman Purnama berjudul ‘Karena Kau Ada’ yang khusus diciptakan sebagai peringatan 20 tahun BMS, lalu Remembrance karya komponis Inggris Will Todd untuk mengenang anggota–anggota BMS yang telah mendahului menyelesaikan kehidupan di dunia ini, serta The Gift of Music karya Rutter sebagai tema yang diusung dari konser semalam. Tidak ketinggalan para pemain Jakarta Concert Orchestra (JCO) Chamber Players yang mempermanis lagu–lagu yang dinyanyikan juga turut mengiringi. Konser pun ditutup dengan encore dari komponis Dan Davison Ritmo dengan meriah.

Hadiah musik telah dipersembahkan BMS dan Avip Priatna selama 20 tahun dan akan dilanjutkan hingga 20 tahun mendatang dan seterusnya. Sebuah perjalanan yang menjadi pembelajaran dan inspirasi bagi musisi dan seniman untuk semakin mewarnai dunia seni khususnya paduan suara di tanah air ini. Sukses dan Dirgahayu BMS!

~Vincent Wiguna adalah pengajar piano dan teori musik di Yayasan Musicorum dan aktif sebagai pianis kolaboratif di Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: