Kabar Terkini

Bagi Calon Pengguna Pusat Kesenian di Jakarta


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merilis sebuah peraturan prosedur pemakaian Pusat Kesenian Jakarta di lingkungan Unit Pengelola Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki, yakni: Teater Besar, Gedung Kesenian Jakarta, Teater Kecil, Graha Bhakti Budaya, Galeri Cipta II dan III, Gedung Pertunjukan Miss Tjitjih, WOB dan Plaza.

Dalam peraturan ini peran Dewan Kesenian Jakarta sebagai kurator dari Taman Ismail Marzuki kembali diperkuat dan menjadi sentral dalam pemilihan pementasan yang akan hadir di Ibukota. DKJ yang beranggotakan seniman-seniman senior yang terbagi menjadi beberapa komite artistik menjadi penjaga pintu akan apa saja pertunjukan yang dapat dipentaskan di atas panggung Pusat Kesenian Jakarta yang seringkali dianggap sebagai barometer berkesenian di Tanah Air ini. Peraturan ini juga memastikan peranan kunci dari DKJ sebagai mitra Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memfasilitasi kehidupan berkesenian di DKI.

Untuk menggunakan fasilitas tersebut, terinci juga prasyarat yang harus dipenuhi oleh pengguna, yakni dokumen deskripsi dan sinopsis acara, penyelenggara, dan beberapa kewajiban lainnya yang menempel dengan izin penyelenggaraan seperti izin keramaian dan juga perpajakan. Ada yang mewajibkan kontak dilakukan 6 bulan sebelum acara maupun 3 bulan sebelum acara. Dewan Kesenian Jakarta pun wajib memberikan jawaban akan konfirmasi penggunaan dalam 30 hari kalender kepada calon penyelenggara.

Peran yang sentral ini harus senantiasa dimonitor oleh komunitas seniman di Tanah Air, karena meskipun lingkup DKJ di Jakarta tapi TIM menjadi peran sebagai cermin kehidupan kesenian Indonesia. Meski sudah dirilis per Agustus kemarin, akun twitter resmi Pemprov baru saja merilis berita ini beberapa hari lalu, sehingga adalah baik apabila dapat disebarkan kepada seluruh komunitas seni kita.

prosedur_pemanfaatan_dan_pemakaian_tempat_pertunjukan_tim-1

 

About mikebm (1165 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

1 Comment on Bagi Calon Pengguna Pusat Kesenian di Jakarta

  1. andreasarianto // 17 Oktober 2016 pukul 8:08 am //

    Hoo, pantesan sekarang gue denger lebih ketat seleksinya, ga bisa asal book dan bayar aja utk bisa pentas di sana.

    Thanks infonya Mike!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: