Kabar Terkini

Pengumuman Kedaruratan, Contoh Baik Salihara


Seberapa seringkah kita mendengar pengumuman keselamatan di dalam ruang pertunjukan? Bisa jadi sangat jarang.

Sangat menarik sebenarnya ketika menonton pertunjukan beberapa waktu ini di Teater Salihara. Dalam pengumuman lewat pengeras suara sebelum pertunjukan berlangsung, Teater Salihara mengumumkan apa yang harus dilakukan oleh pengunjung apabila terjadi keadaan darurat/kecemasan. Dan pengumuman tersebut dilakukan dalam dua bahasa: Inggris dan Indonesia untuk mengantisipasi pengunjung dari berbagai latar belakang bahasa. Walaupun sebagai penonton sering merasa bahwa pengumuman ini seakan berulang dan menunda pertunjukan, namun sesungguhnya pengumuman seperti sangat perlu dan penting.

Tidak banyak sebenarnya gedung pertunjukan yang memberikan perhatian khusus pada kondisi kecemasan dan penanganan kedaruratan. Perlu menjadi perhatian sebenarnya bagaimana usher dalam sebuah gedung pertunjukan sungguh diperlengkapi dengan kemampuan menangani keadaan darurat sebagaimana pramugari di perlengkapi dengan kemampuan menangani situasi darurat di atas pesawat. Sayangnya sedikit dari gedung pertunjukan di Indonesia yang memiliki usher yang tepat yang sudah terperlengkapi dengan kemampuan tersebut. Beberapa bahkan tidak memiliki usher tetap sama sekali dan bergantung dari suplai dari penyelenggara yang terus menerus berganti sehingga sebenarnya tidak tentu paham dengan penanganan kedaruratan di lokasi tersebut.

Kebayangkah apabila di gedung pertunjukan tersebut terjadi kebakaran atau gempa hebat saat pertunjukan, apa yang akan terjadi? Pun tidak semua penonton adalah tipe orang yang langsung mencari dan mengidentifikasi pintu darurat dan tangga darurat begitu memasuki sebuah gedung pertunjukan. Jadi memang diperlukan peran aktif dari pihak pengelola gedung pertunjukan.

 

About mikebm (1164 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: