Kabar Terkini

Merayakan Perak Gloriamus


Merayakan usianya yang ke-25, Yayasan Gloriamus yang menaungi Sekolah Musik Gloriamus mengadakan konser raya di Aula Simfonia Jakarta, sebuah perayaan yang meriah. Sebagai sebuah lembaga pendidikan musik, Sekolah Musik Gloriamus adalah salah satu sekolah musik yang aktif menelurkan berbagai kelompok musik yang pada malam hari ini hadir di atas pentas: Gloriamus Philharmonic, Gloria Dei Cantores, serta Gloria Youth Chorale.

Konser hari jadi ini mengetengahkan Gloriamus Philharmonic dan Schelm String Quartet sebagai sajian utama malam ini. Schelm String Quartet yang berasal dari Jepang dan diawaki Masayuki Kino (biola 1), Takuto Matsunoki (biola 2), Kaito Ikeda (biola alto) dan Sakura Peatey Tashiro (cello) dengan cemerlang dan hangat membawakan karya Edvard Grieg, String Quartet no.1 dalam G minor, op.27 disertai kontrol serta penguasaan musik yang gemilang. Acara pun kemudian dilanjutkan dengan hadirnya beberapa pemain Gloriamus Philharmonic yang beranggotakan guru dan murid dari Sekolah Musik Gloriamus menemani Schelm String Quartet dan memainkan bagian pertama Brandenburg Concerto no.5 dengan solois Amelia Tionanda (biola), Marini Widyastari (flute) dan Marchia Yodhian (harpsichord). Amelia dan Marini mampu menghadirkan warna dan dendang musik barok meskipun proyeksi volume harpsichord elektrik yang dimainkan Marchia agak terlalu keras sehingga berpengaruh pada balans barisan gesek dan solois yang berdiri di depan.

Nino Ario Wijaya membawakan salah satu repertoar konserto paling ternama untuk klarinet, Clarinet Concerto karya Mozart bagian dua. Meskipun agak pendek, Nino mampu mengeksplorasi salah satu karya konserto pertama dalam repertoire klarinet ini dengan fasih. Nino sendiri berpengalaman membawakan konserto ini secara lengkap beberapa tahun lalu sebagai solois dari Jakarta Concert Orchestra. Gloriamus Philharmonic di bawah pimpinan konduktor Helen Hosanna pun bermain dengan meyakinkan. Belum beranjak dari musik era klasik, karya Haydn Trumpet Concerto Hob.: VIIe/1 yang dimainkan solois Jeffry Tjahyadi. Sedikit pertimbangan penggunaan clarino/trompet register tinggi sebenarnya mampu menjawab tantangan kejernihan dan artikulasi dalam karya ini. Babak pertama kemudian ditutup dengan meriah lewat permainan Radetzky March karya Straus yang seru lewat tepuk tangan berirama dari seluruh penonton.

Di babak kedua, giliran oratorio megah karya G.F. Handel Messiah yang disajikan di atas panggung dengan kehadiran solois soprano Silvia Wiryadi dan tenor Ndaru Darsono. Bersama barisan paduan suara Gloria Dei Cantores, serta Gloria Youth Chorale serta paduan suara Sanctus dari Gereja Kristus Yesus yang berafiliasi dengan yayasan ini. Silvia Wiryadi hadir dengan warna suara ringan yang fleksibel, sedangkan Ndaru Darsono yang adalah seorang tenor spesialis oratorio dengan apik mampu menjelajah nada dan berimprovisasi dalam nomor-nomor solonya.

Konduktor Helen Hosanna memimpin barisan orkestra dan paduan suara menyanyikan cuplikan dari karya besar ini. Dengan pendekatan yang ekspansif, Helen Hosanna berhasil menggalang kalimat-kalimat panjang musikal dari orkestra. Kehadiran Schelm Quartet juga memberi warna yang cukup kaya bagi orkestra ini dan membangun tone yang hangat. Disertai dengan sentuhan yang dinamis sang konduktor, karya oratorio yang ditulis di abad 18 ini mengalir dengan lugas meskipun penulis sedikit banyak mengharapkan hadirnya kontras dan eksplorasi warna khas orkestra barok dalam karya ini. Paduan suara sendiri di bawah kepemimpinan kepala sekolah pertama Gloriamus ini menyanyi dengan lepas dan terdengar menguasai musik dengan cukup baik lewat dengan dimensi suara yang luas sekalipun tidak mengandalkan kepejalan inti choral sound.

Jujur saja, tidak banyak sekolah musik non-perguruan tinggi di Jakarta yang mampu mengelola dan mempertahankan sebuah orkestra murid dan guru seperti Gloriamus. Selain aktif berkonser tahunan, komitmen mereka untuk membangun sebuah komunitas orkestra dan paduan suara menjadi sebuah catatan tersendiri dalam sejarah pendidikan musik di Indonesia. Dan Gloriamus sebagai sebuah lembaga pendidikan telah berhasil menggalang keunggulan ini lewat banyak pihak dan tokoh musik yang terlibat selama 25 tahun ini. Konser malam ini menjadi bukti kiprah sekolah musik ini dengan warisan berharganya.

About mikebm (1163 Articles)
An arts journalist, a conductor, an educator, a young arts manager whose passion drove him to leave a multinational IT cooperation to study Arts Administration and Cultural Policy in London and went back to Indonesia to build the scene there.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: